
Selamat! Membaca š¤
"Ada apa Pak?"tanya Kirana, ketika taksi online yang ia naiki tiba-tiba berhenti.
"Maaf Mbak, mobilnya mogok, saya cek dulu sebentar ya."Sahut Sopir taksi.
Rana mengangguk dan membiarkan Sopir itu turun untuk memeriksa masalah apa yang terjadi di mobilnya, sementara ia masih menunggu di dalam.
Beberapa menit kemudian, Sopir masih belum bisa menghidupkan mobilnya.
"Apa masih lama pak?"tanya Rana, sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 22:00.
Dengan sangat menyesal, sopir taksi online itu berkata.
"Maafkan saya Mbak, sepertinya mobil harus di bawa ke bengkel, saya tidak bisa mengantarkan Mbak sampai tujuan, maaf."
Kirana menghela nafas berat, sebenarnya ia tidak cukup berani jika harus pulang menggunakan kendaraan umum seperti Bus di malam hari seperti ini.
"Bagaimana kalau saya bantu carikan taksi online, agar bisa mengantarkan sampai ke tujuan."
"Tidak perlu. Terima kasih banyak, tidak apa-apa saya turun di sini saja biar nanti saya yang memesan taksi sendiri."
"Baik mbak, sekali lagi saya meminta maaf atas ketidaknyamanan ini."
"Iya tidak apa-apa Pak, ini musibah tentu saja di luar kuasa kita."
Sambil memesan taksi yang sedikit sulit, Kirana berjalan perlahan menuju restoran yang tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Aku haus sekali!"
Tenggorokan Kirana merasa kering ketika ia melihat spanduk di depan restoran dengan berbagai jenis minuman segar.
Perlahan ia melangkah memasuki restoran dan memesan satu Cup jus buah Alpukat.
"Tunggu sebentar ya Nona!"
Ujar seorang wanita yang melayani Kirana.
Kirana mengedarkan pandangannya menatap setiap sudut dan kursi yang ada di Restoran itu yang masih nampak ramai pengunjung.
Tiba-tiba tatapan Rana terhenti di sebuah meja besar yang berada di pojok Resto.
Bukan tanpa alasan Rana menghentikan pandangannya ke sana, ia melihat Seno tengah duduk dengan beberapa rekan kerjanya, ia tidak menyangka jika bisa bertemu dengan suaminya di sana.
Dengan perasaan bahagia Rana melangkahkan ingin mendekat dan menyapa mereka.
__ADS_1
Tapi langkahnya terhenti ketika Kirana melihat senyum mengembang dan raut bahagia di wajah Seno, lelaki itu tertawa dengan lepas tanpa ada keterpaksaan. Sekalipun dulu Seno selalu bersikap manis pada Rana, tapi ia tidak pernah menunjukkan kebahagiaan seperti sekarang.
Melihat kebahagiaan Seno, entah kenapa hati Rana seperti teriris.
"Kau tidak pernah sebahagia ini, dan menunjukkan senyum penuh semangat di hadapanku Mas, dan akhir-akhir ini kau selalu memasang wajah murung dan lelah ketika bersamaku, aku pikir kau menjelma menjadi lelaki pendiam, tapi kau hanya diam saat bersamaku."Gumam Rana.
Ia berbalik dan mengurungkan niatnya untuk menyapa Seno dan rekan-rekannya.
"Nona, ini pesanannya!"ujar wanita pelayan Resto.
"Terima kasih!"
Rana segera membayar dan pergi dari sana, ia tidak mau jika kehadirannya di ketahui Seno.
Di dalam taksi, Rana kembali mengingat kejadian beberapa menit lalu, wajah bahagia senyum mengembang dari sang Suami yang belum pernah ia lihat sebelumnya, bahkan saat Seno mengucapkan kata-kata sayang pun ia tidak pernah tersenyum. Lelaki itu selalu datar meskipun ia selalu bersikap baik pada Rana.
"Apa karena kau ingin bahagia dan tertawa lepas seperti ini bersama rekan kerjamu sampai kau tidak mau menjemput ku pulang Mas!"gumam Rana, yang merasa sesak di dadanya.
ššš
Sesampainya di rumah, Rana melihat makanan di meja tidak tersentuh sedikitpun, seperti biasanya, ia merapikan kembali semua makanan itu ke dalam kulkas. Entah apa yang dipikirkan Rana, meskipun ia tahu Seno tidak akan pernah memakan masakannya tapi ia tetap memasak dan menyajikannya di meja makan.
Dengan hati yang lelah Rana masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri, entah apa yang terjadi kedepannya pada rumah tangga kedua manusia ini. Rana perlahan memejamkan matanya.
šš
"Aku kesiangan!"
Iya bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu keluar dari kamar, ia tidak melihat Seno di ranjang dan Rana pikir lelaki itu sudah bangun terlebih dahulu karena seperti biasa, Seno akan pergi ke tempat kerjanya di pagi hari.
Namun Rana cukup terkejut ketika melihat Seno yang masih tertidur di sofa depan TV.
"Apa Mas Seno semalam tidur di sini?"
Rana berjalan ingin membangunkan suaminya, tapi niat itu ia hentikan kerena tidak tega melihat Seno tertidur dengan pulas.
Mendengar suara gaduh di dapur, Seno mengerjapkan matanya dan membuka perlahan.
"Astaga! Ini jam berapa!"
Seketika lelaki itu panik ketika melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 08:30.
"Kenapa aku bisa kesiangan."
Seno bergegas masuk ke dalam kamar menjalankan ritual paginya.
__ADS_1
"Rana, Kenapa kau tidak membangunkan aku. Kau tahu kan jika aku harus berangkat pagi,"kata Seno setelah ia siap dengan pakaian kerjanya.
"Maaf Mas, aku melihat kau sangat lelah sampai tertidur pulas di sofa, aku jadi tidak tega untuk membangunkan mu."Sahut Rana.
"Ya sudah! Kalau begitu aku berangkat dulu."
Seno bergegas menuju ke depan, tanpa menunggu ucapan dari Kirana yang biasa memintanya untuk sarapan terlebih dahulu.
"Padahal ada latihan penting kenapa aku bisa kesiangan seperti ini,"keluh Seno seraya memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju Kantor.
ššš
Beberapa Minggu berlalu, dan Seno masih bersikap seperti biasa.
Kirana yang ingin mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangganya berusaha keras untuk mengembalikan situasi seperti semula. Berbagai cara sudah dilakukan oleh Gadis itu, mulai dari merayu Seno, menggoda di malam hari dengan pakaian seksi, melakukan apa saja yang disukai oleh lelaki itu, tapi hasilnya nihil.
Rana tidak akan menyerah sampai sini.
Hari ini, Kirana kembali membuka internet untuk mencari tahu apa saja yang bisa menaklukkan hati seorang suami, setelah sekian cara sudah ia lakukan dari berbagai narasumber namun gagal, tapi Kirana tidak mau berhenti dan akan terus berjuang merebut hati suaminya.
"Apa aku harus melakukan ini! Astaga kenapa aku tidak terpikirkan akan hal ini,"gumam Rana, setelah melihat! >Tipis dan Trik meluluhkan hati Suami< Yang ia lihat di internet, "Selama menikah dengan mas Seno aku tidak pernah membawakan makan siang untuknya, Mas Seno sangat sibuk ia pasti tidak makan siang dengan Baik."Sambungnya.
Itulah Kirana, ia selalu memikirkan dan mementingkan Seno. Bahkan ia tidak memperdulikan dirinya asal ia bisa membuat Seno bahagia.
Setelah mendapat informasi dari internet yang sangat baik baginya, Rana bergegas pergi ke pasar, ia membeli beberapa bahan makanan dan sayuran.
Dengan penuh hati-hati dan usaha, Kirana memasak menu yang paling di sukai Seno. Sayur kangkung dan Ikan balado pedas.
Setelah satu jam lamanya Rana berkutat dengan alat dapur akhirnya ia menyelesaikan semua dengan baik.
"Mas Seno pasti seneng!"gumam Rana, setelah ia menutup rantang biru berisi makanan.
Rana melirik jam dinding.
"Ya ampun! Satu jam lagi Mas Seno istirahat, aku harus segera membawa makanan ini,"Rana bergegas mengambil tas. Namun ia terhenti ketika menyadari jika penampilannya sangat tidak menarik dan bau bumbu-bumbu dapur.
"Rana, apa kau gila, ingin bertemu dengan mas Seno dengan penampilan seperti ini, bahkan kau belum Mandi,"ujar Rana memaki dirinya sendiri lalu berbelok menuju kamar.
Bersambung..
šššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya ya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š¤
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø