
Selamat! Membaca π€
πβ¨πβ¨πβ¨π
Setelah 20 menit lamanya di dalam kamar mandi.
Rana keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.
"Apa ada pakaian yang bisa aku pakai di sini?"gumam Rana ketika mengingat jika ia tidak membawa baju ganti selembar pun. Rana membuka lemari yang saat ini ada di hadapannya, berharap jika ada sesuatu yang bisa ia kenakan di dalam sana.
"Apa-apaan ini!"lagi-lagi Rana kembali dibuat terkejut setelah melihat isi lemariΒ yang ternyata di penuhi dengan berbagai jenis pakaian wanita.
"Pakaian wanita? Kenapa bisa ada pakaian wanita di sini? Mas Seno bilang ini adalah Villanya, apa mungkin Mas Seno pernah tinggal bersama seorang wanita di Villa ini?"tanya Rana menerka-nerka.
Namun tanpa ia sadari pertanyaan itu didengar oleh seseorang yang ternyata, sudah sejak 5 menit yang lalu berada di dalam kamar.
"Itu pakaian untukmu, aku yang menyiapkan semuanya."Sahut Seno.
Dan seketika Rana menoleh karena terkejut dengan suara Seno yang berada di belakangnya. "Mas Seno? Kenapa bisa ada di sini? Bukankah tadi kau berpamitan keluar?"bingung Rana yang melihat tiba-tiba Seno ada di dalam kamar sedang memperhatikannya, padahal Ia sudah mengunci pintu Villa.
"Aku sudah kembali sejak 5 menit yang lalu."
"Lalu, kenapa bisa masuk? aku sudah mengunci pintu?"
"Aku membawa kunci cadangan."Β
Rana menatap Seno dengan kesal, sepertinya mulai saat ini ia harus ekstra hati-hati.
Akibat dari rasa terkejut bercampur kesal Rana jadi melupakan penampilannya saat ini yang hanya mengenakan handuk berwarna putih untuk menutupi badannya, yang tentu saja tidak bisa menutupi seluruhnya karena itu hanya melilit sebatas dada dan lutut.
"Astaga! Pantas saja sejak tadi dia memperhatikan aku, apa dia melihat keanehan dengan aku yang seperti ini!" Batin Rana.
"Mas! Bisa kau keluar sebentar?"
"Kenapa? "Jawab Seno yang pura-pura tidak mengerti.
"Aku ingin ganti pakaian Mas, aku minta kau tunggu di luar."
"Tidak masalah. Ganti saja, kenapa aku harus keluar?"Tolak Seno, yang masih tidak mengalihkan pandangannya.
"Terserah padamu, mas."Kesal Rana, Ia tidak akan menang jika berdebat dengan Seno.
Rana lebih memilih untuk mengambil satu setel baju tidur yang tersedia di dalam lemari dan membawanya kembali masuk ke dalam kamar mandi.Β
__ADS_1
Karena ia tidak mau jika harus menunjukkan tubuhnya di depan Seno, sekalipun lelaki itu masih sah suaminya namun setelah 4 tahun berpisah rasa malu dan canggung kembali hadir di jiwa Kirana.
"Kenapa dia seperti itu? Apa yang ditutupinya? Bukankah aku sudah pernah melihat semuanya. Jadi untuk apa ia bersembunyi hanya ingin berganti pakaian,"gumam Seno yang menatap pintu kamar mandi yang sudah ditutup oleh Rana bahkan Gadis itu menguncinya dari dalam takut tiba-tiba Seno masuk seperti beberapa saat tadi.
Seno sedikit kecewa karena tidak bisa menyaksikan Rana berganti pakaian secara Live.
Sambil menunggu Istrinya yang cukup lama berada di kamar mandi, Seno kembali keluar menuju dapur, ia menyiapkan makan malam. Di saat ia keluar bersama pria paruh baya yang sore tadi datang menemuinya Seno sekalian membeli beberapa menu makanan sehingga ia tidak perlu memasak.
Setelah semua hidangan tertata rapi di meja makan, Rana keluar dari kamar, ia berjalan mendekati Seno sambil bertanya.
"Mas, untuk apa kau menyiapkan pakaian yang kau bilang untukku di dalam lemari?"Sepertinya Rana masih di liputi rasa penasaran akan hal ini.
"Karena ini Villa kita, jadi apa salahnya aku menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan saat kita tinggal di sini."
"Sejak kapan kau menyiapkan ini semua?Aku tidak pernah tahu kalau kau memiliki Villa?"
"3 tahun yang lalu, sebelum aku mendapatkan musibah hingga gagal menjemputmu. Sebenarnya aku menyiapkan tempat ini di saat aku sedang menjalani proses persidangan gugatan cerai darimu, aku berjanji akan menjemputmu dan membawamu ke tempat ini jika pengadilan mengabulkan permohonanku."Ujar Seno sambil menatap lekat Rana.
Rana membuang pandangannya, mungkin ia sedikit terenyuh dengan maksud baik dari Seno. Namun Rana masih belum berani membuka hatinya kembali untuk lelaki yang kini masih menatapnya.
Melihat Rana yang malahΒ diam, Seno menarik kursi dan mempersilakan istrinya untuk duduk.
"Duduklah, kita makan malam bersama. Aku tahu kau pasti sangat."Kata Seno, lalu menuntun Rana untuk duduk di kursi yang sudah ia siapkan.
Untuk menghindari dialog yang lebih membuat Rana tidak karuan, Gadis itu memilih untuk duduk dan menyantap makanan yang sudah disediakan oleh Seno di piringnya.
Hingga beberapa menit kemudian, mereka sudah menghabiskan makanan di piring masing-masing.
"Biar aku saja yang membersihkannya kau beristirahatlah."Ujar Rana yang lebih dulu menumpuk piring bekas mereka berdua.
Ia senaja menyuruh Seno istirahat terlebih dahulu di dalam kamar sedangkan dia akan berlama-lama di dapur sampai lelaki itu tertidur hingga ia tidak perlu masuk ke dalam kamar bahkan ia lebih memilih tidur di ruangan lain.
"Biar aku saja, bukankah sejak dalam perjalanan kau bilang lelah. Kau harus istirahat yang cukup, karena mungkin malam ini kita tidak tidur sampai pagi."
Teng!
Rana sampai menjatuhkan sendok yang ada di tangannya, saking terkejut dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Seno.
"Tidak tidur sampai besok pagi! apa maksudnya? kenapa sejak tadi kata-kata yang keluar dari Mas Seno membuatku merinding. Ini tidak seperti Mas Seno yang aku kenal dulu, yang tidak banyak bicara bahkan ia hanya bicara beberapa kata saja selama berada di dalam rumah."Batin Rana.
Seno meraih sendok yang dijatuhkan oleh Rana.
"Kau baik-baik saja? kenapa kau terlihat shock seperti ini? Apa kau benar-benar sakit?"
__ADS_1
Seno sudah akan mengulurkan tangannya untuk menyentuh kening Rana namun seketika wanita itu menepisnya.
"Aku baik-baik saja Mas, kau kembalilah beristirahat. Biar aku yang membersihkan ini semua."
"Tapi...!"
"Aku bilang biar aku yang membereskan semuanya Mas! kembalilah ke dalam kamar."Kata Rana dengan suara yang sedikit ia tinggikan, karena kesal dengan Seno.
Karena tidak mau membuat istrinya marah, Seno pun menuruti keinginannya. Ia berjalan memasuki kamar meninggalkan Rana sendirian di dapur.
Selepas Seno masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Rana mendudukkan dirinya di kursi, ia memegang kepalanya yang tidak sakit tapi sedikit pusing karena memikirkan apa yang akan terjadi malam ini dengan dirinya, apakah ia benar-benar akan menghabiskan waktu bersama Seno hingga tidak tidur semalaman?
"Aaaah...! Kenapa bisa jadi seperti ini, apakah ada yang bisa membantuku. Sungguh aku belum siap jika harus kembali seperti dulu dengannya. Aku masih ragu dengannya!"gumam Rana.
***
Sementara di dalam kamar, Seno yang terlihat bingung dengan Rana yang aneh memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri. Tapi sebelum ia melakukan itu Seno mengirim pesan terlebih dahulu kepada sahabatnya yang ingin membangun usaha, jasa comblang keliling.
(Dika! apa yang biasanya pasangan lakukan ketika mereka menghabiskan malam bersama) terkirim!
Seno mengulas senyum puas ketika melihat pesannya terkirim dan langsung menunjukkan centang dua yang berubah warna menjadi biru, bertanda bahwa pesan itu sudah dibaca oleh Dika.
(Astaga Seno. Kau ini bodoh sekali, masa hal beginian saja harus bertanya padaku) balas Dika yang sepertinya marah dengan temannya ini perkara kejadian siang tadi.
(Bodoh! Dika, kau berani mengatakan ini padaku? apa kau lupa jika aku ini ketua mu?) balas Seno yang sedikit terpancing oleh Dika.
(Dalam pekerjaan kau memang ketua timku, tapi jika kau sudah di luar, sudah tidak ada lagi yang namanya ketua tim dan apapun itu)
sepertinya Dika benar-benar ingin melayangkan protes kemarahannya kepada Seno.
(Baiklah! jika kau tidak mau menjawab pertanyaanku tadi. Aku tidak akan membantumu untuk mendapatkan gadis yang tengah kau incar selama ini, aku tahu hari Minggu nanti kau sudah merencanakan sesuatu untuk mendekati gadis tersebut, dan kau tahu apa yang akan aku lakukan? aku akan membuatmu sibuk di hari Minggu hingga kau tidak akan bisa keluar dari kantor SAR seharian) Ancam Seno, dan ia tertawa puas melihat pesan yang ia kirim kepada sahabatnya itu.
(Apa! kau mengetahui soal gadis incaranku? Seno, tarik kembali ucapanmu, hari Minggu nanti aku sudah menyiapkan semuanya jangan sampai kau menggagalkan itu. Aku tidak akan menganggap mu sebagai sahabat jika sampai kau memberikan aku kesibukan yang padat di hari Minggu nanti)
(Kalau begitu jawab pertanyaanku! apa yang biasanya pasangan lakukan ketika menghabiskan malam bersama?)
Bersambung..
πβ¨πβ¨πβ¨π
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya π€
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini π
Lope banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈ