4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Hari Bahagia Aurel. Dukanya Dika


__ADS_3

Selamat membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Mereka sampai di gedung tempat di mana Aurel dan Ardi melangsungkan resepsi pernikahannya.


Gedung yang super luas itu dipadati dengan para tamu undangan dari berbagai kota, mulai dari keluarga Ardi dan Aurel serta rekan-rekan kerjanya. Serta beberapa orang lainnya.


Aurel yang berbalut gaun putih terlihat sangat anggun dan cantik duduk di pelaminan bersebelahan dengan Ardi yang menggunakan jas berwarna hitam. Mereka sungguh sangat serasi di mata orang yang melihatnya.


Gurat bahagia terlihat jelas di wajah kedua mempelai ini, karena baru beberapa jam yang lalu mereka meresmikan hubungan mereka dengan ikatan suci yang namanya pernikahan. Dan saat ini Aurel serta Ardi tengah menyapa para tamu di undangan.


Dari ratusan wajah bahagia yang ada di gedung itu ada satu wajah yang terlihat muram dan sedih. Siapa lagi kalau bukan Dika Perkasa.


Dialah satu-satunya orang yang terlihat tidak bahagia di sana.


Tapi, entah kenapa Dika sampai memberanikan diri untuk datang ke pernikahan Aurel padahal hatinya terluka menyaksikan ini semua.


"Mas, apa tidak sebaiknya kau ajak Dika pulang saja,"ujar Rana yang tidak tega melihat Dika tengah berdiri dengan menyandar di pilar besar yang ada di gedung tersebut sambil menatap ke arah pelaminan menyaksikan, senyum bahagia dari kedua mempelai di sana.


"Pulang! kenapa aku harus mengajaknya pulang bukankah dia baru sampai."Sahut Seno.


"Aku tidak tega melihat Dika, sepertinya dia sangat sedih."


"Biarkan saja, dia memang harus berada di sini untuk memperkuat hatinya. Agar dia sadar dan bisa move on dari Aurel."Kata Seno, yang terlihat seperti tidak memperdulikan perasaan Dika.


Tapi percayalah, saat ini Seno merasakan apa yang Dika rasakan justru dia yang paling kasihan dan merasa tidak tega dengan tamannya itu. Tapi Dika harus kuat dan menerima semua kenyataan ini, dengan menyaksikan kebahagiaan Aurel, Seno berharap Dika bisa ikhlas dan benar-benar melepaskan wanita itu dari hatinya.


Ya, semoga saja Dika segera move on dan menemukan pendamping hidupnya.


**


"Ka Dika!"Panggil Cilla dengan bersemangat lalu ia berlari menghampiri Dika yang masih termenung.


Seperti biasa, Dika memasang wajah masam ketika bertemu dengan gadis ini.


"Kenapa kak Dika ada di sini? apakah Kakak tidak ingin menyapa Kak Ardi dan Kak Aurel? lihatlah mereka! bukankah mereka pasangan yang sangat serasi. Aaah, mereka sudah seperti putri dan pangeran."Seru Cilla. Yang tanpa gadis itu sadari jika ucapannya semakin membuat Dika Galau.


"Tidak! Nanti saja,"sahut Dika singkat.


"Baiklah, kalau begitu kak Dika makan saja ya! Apa kak Dika tau jika semua makanan yang ada di sini berasal dari Restoran tempatku bekerja! Dan lihat itu!"Antusias Cilla sambil menunjuk Kue pengantin berukuran satu meter yang sangat indah dengan perpaduan warna Putih, Biru muda dan Baby Pink yang di pajang di tengah-tengah,"Bukankah itu sangat bagus dan indah, sesuai dengan karakter kak Aurel dan Kak Ardi."Sambung Cilla dengan riang.


"Bagus! Kue itu terlihat jauh lebih buruk dari kue buatan ibu yang selalu gosong dan bantet," Batin Dika.


"Apa kak Dika tidak ingin bertanya siapa yang membuat dan mendekor kue Indah itu?"tanya Cilla kembali.


"Tidak!"sahut Dika ketus.


"Ayolah kak, katakan jika Kak Dika ingin tau,"pinta Cilla dengan merengek.


"kenapa dia memaksa orang untuk bertanya dengan sesuatu yang tidak ingin diketahui. gadis ini sama saja menyebalkannya seperti Ardi."Batin Dika.

__ADS_1


"Ayolah Kak Dika."Cilla kembali merengek dengan menggoyang-goyangkan lengan Dika.


"Baiklah! sekarang aku bertanya Siapa yang membuat dan mendekorasi kue sebagus dan indah itu? aku seperti melihat sebuah menara yang didirikan secara paksa di tengah-tengah gurun pasir, dan penduduknya merasa kepanasan dengan kehadiran Kue itu."Crocos Dika yang kesal.


Dan hal itu malah membuat Cilla tertawa terbahak-bahak.


"Kak Dika lucu sekali."


"Jadi, mau mengatakannya tidak aku kan sudah bertanya."Ucap Dika yang bertambah kesal.


"Tentu saja aku akan mengatakannya, kue yang indah dan menakjubkan ini dibuat oleh tanganku dan temanku, dengan sepenuh hati dan ketulusan. Aku membuatnya dengan penuh cinta dan aku persembahkan kue ini untuk Kak Ardi dan istrinya ke Aurel."


Dika memutar kedua bola matanya. Pusing mendengar kata-kata Cilla.


"Cilla!"


Panggil, seorang gadis yang berkacamata tebal dan poni tak kalah tebal yang menutupi seluruh keningnya serta rambut yang di kepang 2.


Mendengar namanya dipanggil Cilla langsung melirik.


"Mawar! Kemarilah!"seru Cilla.


Gadis yang bernama Mawar itu segera menghampiri Cilla dan Dika.


"Kak Dika, perkenalkan dia ini mawar temanku di Restoran, dia juga yang membantuku untuk mendekorasi dan membuat kue pengantin itu."Ucap Cilla dengan berantusias.


Dika hanya tersenyum sambil melirik sekilas gadis yang bernama Mawar tersebut. Sementara Mawar langsung menunduk ketika dia melihat wajah Dika.


"Tidak, aku masih sangat kenyang karena sebelum datang ke sini aku sudah mengisi perutku dengan nasi padang."Sahut Dika.


"Ah, sayang sekali. Tapi tidak apa-apa, kita bisa makan makanan penutup di sini pasti ka Dika suka, ayolah!"rengek Cilla kembali.


Gadis yang bernama Mawar, seketika merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah Cilla dan Dika.


"Maaf, aku tidak bisa ikut makan bersama kalian karena ada sesuatu yang aku lupakan. Dan saat ini aku harus segera pulang."Pamit Mawar yang terlihat terburu-buru.


"Kenapa pulang, bukankah kau bilang akan sampai malam di sini?"cegah Cilla.


"Maaf Cilla , sepertinya aku tidak bisa karena aku harus segera pulang aku...aku lupa mematikan kompor di rumah,"kata mawar yang tentu saja membuat Cilla bingung dengan alasannya itu.


Dan setelah membuat temannya bingung, gadis yang bernama Mawar berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari gedung tersebut.


Dika memperhatikan sejenak gadis yang bernama Mawar itu.


Tapi perhatian Dika buyar ketika Cilla menariknya, dan gadis itu menarik Dika menuju pelaminan Aurel dan Ardi. Tempat yang sungguh di hindari oleh Dika. Tapi dengan entengnya Cilla membawa Dika ke sana.


Dika berhadapan dengan Ardi. Dan Dika langsung mengulurkan tangannya.


"Selamat, Semoga pernikahan kalian langgeng dan selalu dipenuhi kebahagiaan."Ujar Dika, dengan berbesar hati.


Ardi tersenyum dan langsung menyambut uluran tangan Dika.

__ADS_1


"Terima kasih untuk doanya dan terima kasih kau sudah menyempatkan diri untuk menghadiri hari bahagiaku. Semoga kau segera menemukan pendampingan hidupmu."


Dika tersenyum getir.


"Calon pendamping hidupku sudah lebih dulu, kau ambil ." Batin Dika.


Tiba saatnya Dika berhadapan dengan Aurel. Aurel yang begitu sangat cantik dan memesona di mata Dika semakin membuat dada lelaki itu sesak karena dia tidak bisa memiliki gadis itu. Dika hanya bisa berdoa agar dia tidak khilaf dengan menyukai istri orang lain.


Aurel tersenyum ramah.


"Terima kasih Dika, kau sudah datang."


Dika mengangguk.


"Semoga kau selalu mendapatkan kebahagiaan atas pernikahanmu ini, dan katakan padaku jika Ardi tidak memberikan kebahagiaan untukmu, tentu aku akan menghajarnya."Ucapannya, yang langsung memancing mata Ardi menatap dirinya. Namu Seno segera menepuk pundak mempelai pria itu, mengisyaratkan Ardi untuk membiarkan Dika sejenak.


"Terima kasih Dika, aku dan Ardi akan bahagia, dan kami berdoa semoga kau pun bahagia dengan pasanganmu kelak. Aku selalu menunggu undangan pernikahanmu."Sahut Aurel, yang tidak mengetahui betapa hancurnya hati Dika saat ini.


Dika Mengangguk tapi dia menatap wajah Aurel.


"Terima kasih, Aurel."Ucap Dika dengan getir.


Dan tanpa mereka semua sadari, Adam teman satu Tim Dika melakukan Request lagu pada penyanyi yang menghibur para tamu undangan dengan suara merdunya.


Tepat di saat Dika tengah menatap kebahagiaan Ardi dan Aurel, lagu itu di nyanyikan dengan sangat lantang dan merdu membuat siapapun terenyuh mendengar setiap lirik di lagu tersebut.


~Ku tak Bahagia, melihat kau bahagia dengannya


Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya


Ku tak bahagia melihat kau bahagia.....


Harusnya aku yang di sana dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia ....


Harusnya kau tau bahwa cintaku lebih darinya, harusnya yang kau pilih bukan dia.......~


(Harusnya - Armada)


😁😁😁 Maaf ya. Othor jadi nyanyi āœŒļøāœŒļø


Bersambung..


šŸāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2