4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Dika Tidak Akan Menyerah.


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


āœØšŸšŸšŸšŸāœØ


Mata Dika semakin melebar ketika melihat setiap pembaharuan status WhatsApp Aurel.


"SENO! KATAKAN PADAKU, JIKA INI TIDAK BENAR!"teriakan Dika, sontak mengejutkan Seno yang tengah melakukan Video Call dengan istrinya.


"Kau ini kenapa? Mengejutkan saja!"Kesal Seno, yang hampir menjatuhkan ponselnya karena terkejut.


("Mas, ada apa?")tanya Rana dari sebrang sana, yang juga terkejut dengan teriakan Dika.


"Tidak apa-apa sayang, Dika sepertinya sedang terkejut!"


("Yasudah, kalau begitu aku matikan teleponnya dulu ya Mas, aku ingin menyiapkan makan malam")


"Baiklah, nanti aku akan menghubungimu lagi."


**


Setelah menyudahi Video Call dengan Rana, Seno berjalan mendekati Dika yang masih mematung di tempat dan tidak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


"Kau kenapa? "tanya Seno kembali.


"Seno, sepertinya aku harus bergerak cepat,"sahut Dika tanpa melihat Seno yang tengah berdiri di hadapannya.


"Apanya yang bergerak cepat?"


"Kau lihat ini!"Dika menunjukkan ponselnya kepada Seno.


Sebuah foto yang menampakkan punggung kekar seorang lelaki berbalut kemeja biru, berikut dengan kata-kata yang menandakan bahwa gadis si pembuat status sangat mengagumi sosok pemilik punggung itu.


Dan Seno malah mengukir senyum ketika melihat status Aurel.

__ADS_1


"Sepertinya dia sudah tahu mana yang manusia dan bukan."


"Kau ini bicara apa?"tanya Dika, dengan nada sedikit kesal.


"Aku tidak bicara apa-apa."


"Seno, aku ini temanmu, ayolah."


"Aku tahu, justru karena aku ini temanmu jadi aku tahu kalau pilihan Aurel sangat tepat, mana ada seorang laki-laki mengajak gadisnya kencan di tengah kuburan, tentu saja Gadis itu akan trauma dan memutuskan untuk mencari laki-laki lain."


"Aku hanya ingin memberi kesan spesial dan langkah untuk Aurel, karena Aurel gadis spesial yang berbeda, yang baru aku temui dari aku lahir sampai dewasa seperti ini."


"Tapi tidak harus ke makam juga kan, bisa-bisa dia mengira kalau kau ini laki-laki jadi-jadian."


"Jadi menurutmu aku salah?"


"Astaga! kau masih bertanya? tentu saja salah."


"Lalu, apa aku harus melakukan makan malam ulang?"


Dika langsung mendelik menatap Seno.


"Tidak perlu, seorang Dika tentu saja mempunyai 99 000 cara untuk menaklukkan seorang gadis."


"Dan dari 99 000 cara itu tidak ada satupun yang berhasil, kau selalu saja ditolak,"sahut Seno.


"Tenang Seno, kau tidak perlu sedih dan merasa khawatir. Aku masih menyimpan 999 cara cadangan. Dan sepertinya akan aku keluarkan untuk misiku saat ini, dan tentu saja ini akan membuat gadis itu klepek-klepek dan selalu menyebut namaku di setiap malamnya,"ujar Dika sambil menatap langit-langit tenda membayangkan jika cara-caranya itu akan berhasil untuk menaklukkan seorang Aurel.


"Aku sama sekali tidak merasa sedih dan khawatir karena aku sudah terbiasa dengan itu,"gumam Seno.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan? sepertinya Aurel sangat menyukai lelaki yang hanya terlihat punggungnya itu?"


"Pertama-tama yang aku lakukan adalah! mencari tahu siapa si pemilik punggung yang sangat tidak profesional itu, melihat dari bentuk punggungnya saja sudah menandakan bahwa wajah lelaki itu sangat jauh dari ketampanan yang aku miliki."

__ADS_1


Seno hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Baiklah, terserah apa yang ingin kau lakukan. Tapi ingat Dika, aku bisa memprediksi si pemilik punggung berkemeja biru itu, sepertinya dia bukan lelaki sembarangan sungguh sainganmu sangat berat, tapi aku akan tetap mendukungmu dan katakan padaku jika kau membutuhkan saran dan bantuan dari seseorang yang sudah pro dan berpengalaman ini."Kata Seno sambil menepuk-nepuk dadanya.


"Kau menjadi berpengalaman seperti ini semuanya karena aku, jadi jangan khawatir dengan gurumu ini."


"Baiklah! Aku tidak akan khawatir untuk itu, kalau begitu aku mau beristirahat dulu. Selamat menyusun rencana untuk usahamu ini, dan semoga kali ini berhasil."Setelah memberi semangat kepada Dika, Seno pergi untuk beristirahat karena besok mereka harus kembali melakukan pencarian.


"Aaah, aku sungguh benar-benar terharu, meskipun terkadang kau terlihat tidak peduli denganku tapi ternyata kau memberikan semangat yang luar biasa untukku, terima kasih Seno."Gumam Dika.


"Dika, cepatlah beristirahat. Kau jangan selalu bergumam seperti itu. Sudahlah! jika Gadis pujaanmu itu sudah memiliki pria idaman lain lebih baik kau menyerah saja, bukankah kata-kata ini yang sering kau katakan padaku, jangan pernah mengejar, memaksa, gadis yang sudah memiliki laki-laki lain di hatinya. Masih banyak gadis di luar sana yang meminta untuk dikejar dan dipaksa."Ujar teman satu Timnya, yang sudah seringkali mendapatkan nasehat dan wejangan dari seorang Dika ketika dia gagal mendekati seorang wanita karena wanita itu telah memiliki lelaki idaman di hatinya.


"Apa aku pernah mengatakan itu?"tanya Dika.


"Pernah! apa kau ingin aku menunjukkan rekaman ketika kau mengatakan kata-kata itu? aku masih menyimpannya karena aku selalu mendengarnya ketika aku sedang patah hati.


"Tidak-tidak, kau simpan saja untuk dirimu sendiri."Tolak Dika.


"Baiklah, kalau begitu aku beristirahat dulu karena besok kita harus kembali bekerja. Ingat Dika, jangan terlalu banyak melamun apalagi hanya karena seorang gadis, dan cinta. Rumah sakit jiwa di negara kita ini sudah hampir penuh, jadi jangan menambahi kapasitas yang ada di sana. Dan kata-kata ini juga lah yang sering kau ucapkan padaku."


Ujar teman Dika sebelum pergi meninggalkan lelaki itu.


"Kenapa kata-katanya terdengar seperti menyindirku."Gumam Dika.


Bersambung..


šŸāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ¤—

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2