4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Pergi Bulan Madu.


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Pagi hari.


Lina sudah memesan tiket pesawat untuk anak dan menantunya. Dan saat ini tiba waktunya Seno dan Rana berangkat ke tempat tujuan yang sudah Lina pilih, memang bukan di luar Negeri, tapi bukankah tempat wisata di tanah air banyak yang bagus dan indah! Jadi untuk apa jauh-jauh pergi keluar Negeri jika di negara sendiri banyak memiliki tempat yang luar biasa untuk di kunjungi.


Seno dan Rana pergi ke pulau XXX, pulau yang banyak menjadi incaran wisatawan lokal dan asing, yang sudah sangat terkenal dengan keindahan pantainya.


***


"Kalian berhati-hati ya, jangan lupa kabari ibu jika sudah sampai di tempat kalian menginap,"ujar Lina. Yang saat ini tengah mengantar Seno dan Rana di Bandara.


"Iya Bu, Kami akan hati-hati."Sahut Rana.


"Apa kau sudah memberi tahu ibu, ayah dan kakakmu?"


"Sudah Bu, dan setelah pulang nanti, aku ingin ke rumah Ibu dan Ayah."


"Tentu, kau dan Seno memang harus sering-sering berkunjung ke rumah orang tuamu."


Rana mengaguk, dan Lina langsung memeluk menantu kesayangannya.


**


"Bu, aku pamit ya, jaga diri Ibu baik-baik. Aku sudah meminta Dika untuk pulang ke Rumah ibu setelah dia kembali dari bertugas, dia akan menjaga ibu dan Kakek selama aku dan Rana pergi,"ujar Seno.


"Kenapa harus merepotkan Dika, ibu dan kakek akan baik-baik saja. Kalian berbahagialah di sana. Jangan fikirkan apapun yang ada di sini."


"Tapi Dika akan tetap menjaga Ibu."


"Baiklah."Sahut Lina.


***


Untuk beberapa waktu kita biarkan dua sejoli ini menikmati bulan madu yang belum mereka rasakan sebelumnya.


Semoga saja ada kabar gembira di saat mereka kembali nanti, kabar yang sangat di nantikan Lina sang ibu mertua.


**

__ADS_1


Sementara menunggu Rana dan Seno pulang dari bulan madu. Kita urus dulu Dika yang tengah galau tingkat kecamatan, perkara pesannya yang tidak pernah di balas Aurel selama beberapa hari ini.


"Ini pasti ulah lelaki pemilik punggung jelek itu, yang menghasut Gadisku untuk tidak membalas pesan yang aku kirim,"umpat Dika, tapi wajahnya terlihat sedih.


Sementara di sisi lain. Ardi tengah senyum-senyum sendiri.


"Aaa, aku merasa jodohku memang sudah sangat dekat,"gumam Ardi, seraya menatap ponselnya. Karena saat ini dia tengah berbalas pesan dengan sang Gadis incaran, yaitu Aurel.


Ya, kedua lelaki ini tengah tenggelam dengan kondisi hati yang berbading terbalik. Dan sampai saat inipun Dika belum mengetahui bahwa Lelaki yang dia bilang berpunggung lejek itu adalah Ardi.


***


Beberapa hari berlalu.


Dan mereka yang bertugas pun sudah kembali.


Windy, yang baru saja kembali dari bertugas, segera memesan tiket penerbangan ke Negara tempat dia menatap selama 6 tahun lebih. Ya, Windy berniat kembali ke Negara itu untuk melupakan semuanya dan memulai hidup baru di sana. Dia menyesali kebodohannya yang mengharapkan Seno kembali, dan sempat mengganggu kebahagiaan mantan kekasihnya itu. Windy berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah lagi menggu Rana dan Seno. Windy sudah mengikhlaskan semuanya dia akan menata hidup baru di tempat yang berbeda.


"Apa! Kembali ke Negara XXX! Untuk apa?"kejut Winda dengan nada emosi di saat Windy menyampaikan maksud dan keinginannya yang ingin kembali ke Negara XXX.


"Aku ingin tinggal di sana Mah, aku merasa nyaman tinggal di sana, lagipula di sana ada Papah kan."


"Apa semudah itu kau menyerah?"tanya Winda kembali.


"Kamu pergi, karena kau menyerahkan. Menyerah untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikmu."


Windy sudah tau kemana arah pembicaraan Winda, dan dengan sangat tegas. Windy mengatakan iya.


"Kenapa? Kenapa kamu menyerah? Mamah bisa membantumu untuk mendapatkan kembali apa yang pernah kamu miliki."Marah Winda, yang tidak terima jika Windy menyerah begitu saja.


"Mah, aku memang pernah memiliki Seno, tapi itu dulu. Dan sekarang tidak! Aku menyerah, karena aku menyadari bahwa hati dan Cinta Seno hanya untuk istrinya, aku tidak akan pernah mengganggu kebahagiaan Seno. Sekalipun aku memasaksa dan bisa bersama Seno, aku tidak akan pernah bahagia, karena hati dan cinta Seno sudah habis untukku. Apa mamah mau, aku hidup bersama lelaki yang sama sekali tidak mencintaiku?"


"Kenapa tidak? Yang penting Seno bersedia menikahimu kan? Karena di luar sana, belum tentu ada lelaki lain yang mau menerimamu yang sudah....!"Winda menghentikan kata-katanya. Karena emosi Winda sampai tidak bisa mengontrol apa yang sedang dia ucapankan saat ini.


"Yang sudah tidak suci lagi, itukan yang Mamah ingin katakan?"sahut Windy.


"Windy, Mamah...!"


"Mah, aku tahu jika aku bukan lagi gadis suci. Tapi, apa dengan ketidak sucianku ini di jadikan alasan untuk aku menjadi wanita yang tidak tau malu, tau diri. Dengan mengharapkan suami orang untuk menikahi aku?"potong Windy dengan suara bergetar. Kata-kata Winda tadi kembali mengingatkan Windy dengan tragedi teragis yang menimpa dirinya.


"Windy, maafkan Mamah. Mamah hanya...!"

__ADS_1


Winda kembali menghentikan kata-katanya karena Windy lebih dulu berucap.


"Mah, lebih baik aku hidup sendiri dan tidak pernah menikah selamanya dari pada aku harus merebut lelaki yang sudah beristri, dan merusak rumah tangga temanku sendiri."Tegas Windy.


Winda terdiam mendengar ucapan sakral putri semata wayangnya itu.


Sementara Windy mengusap airmata yang entah kenapa tiba-tiba mengalir.


"Besok pagi aku berangkat, aku juga sudah memberi tahu papah. Aku harap Mamah tidak melakukan apapun yang merugikan orang lain."Sambung Windy, dan dia berlalu masuk kedalam kamar dan segera mengemasi semua barang-barangnya.


***


Dan keesokan harinya. Windy yang memang sudah mempersiapkan semuanya berangkat pagi itu juga dengan di antara Wahyu menuju Bandara. Sementara Winda, tidak menampakkan diri semenjak perseteruannya semalam. Bahkan di saat Windy beranjak dari rumah pun Winda tidak menemui anaknya. Wanita paruh baya itu memilih untuk mengurung dirinya di dalam kamar.


"Wahyu, aku titip Mamah. Kabari aku jika terjadi sesuatu pada Mamah dan, jika Mamah melakukan sesuatu yang membuat gaduh tolong hentikan, aku akan meminta Papah untuk membujuk dan menjemput Mamah agar kami bisa tinggal bersama di sana."Ujar Windy, sebelum dia benar-benar pergi.


Wahyu mengangguk.


"Windy, bangkitlah untuk semuanya. Meskipun aku juga menyayangkan kenapa kau harus pergi, tapi apa boleh buat. Itu sudah menjadi keputusanmu."


"Terima kasih, aku pergi dulu."Kata Windy, dan dia pun berlalu meninggalkan Wahyu.


**


Pada dasarnya, Windy memang gadis baik, hanya nasib baik yang tidak berpihak padanya dan karena cintanya yang salah serta hasutan dari Winda membuat gadis itu sempat di caci dan di hujat karena telah mengusik kehidupan Rana dan Seno.


Semoga ada kebahagiaan lain yang menanti Windy di luar sana, dan semoga ada lelaki baik yang dengan tulus menerima Windy dalam keadaan apapun.


Aamiin 🤲


Windy, cinta tidak harus memiliki.


Bersambung..


āœØšŸšŸšŸāœØ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2