4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Ingat, Dika! Waktu Tiga Bulan, Bukan Waktu Yang Lama.


__ADS_3

Selamat membaca šŸ¤—


āœØšŸšŸšŸāœØ


Mawar mengutak-atik ponselnya, dia memesan Taksi Online, tapi tidak kunjung mendapatkannya. Mungkin karena jarak tempuh yang menjadi alasan Mawar sulit mendapatkan Driver.


"Hai!"sapa Adam,"apa yang sedang kau lakukan di sini? bukankah kau karyawan dari Restoran Cempaka?"tanya Adam yang tentu saja kehadirannya mengejutkan Mawar.


"Benar, aku di sini sedang memesan Taksi, tapi sepertinya susah sekali karena sejak tadi aku tidak mendapatkannya."Sahut Mawar.


"Memangnya kau mau ke mana? aku bisa mengantarkanmu jika kau mau?"tawar Adam mencoba mendekati gadis yang kita sebut Mawar.


"Tidak perlu, terima kasih. Aku ingin kembali ke Resto karena di Resto kekurangan tenaga."Tolak Mawar.


"Aah. Bukankah Restoran itu sangat jauh?"


Mawar mengangguk.


"Kenapa kau tidak kembali bersama rekan-rekanmu yang lain saja. Kau lihat, cuaca sangat mendung mungkin sebentar lagi akan turun hujan."Kata Adam.


Apa yang di katakan lelaki itu memang benar adanya, saat ini langit sudah sangat mendung dan sudah diprediksi akan turun hujan, itu juga yang menyebabkan Tim SAR menghentikan pencarian untuk sementara waktu guna menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan.


"Tapi...!"


"Jangan pernah memaksakan sesuatu yang mungkin saja bisa membahayakan, tidak ada Taksi Online yang mau masuk ke lokasi ini karena lokasi yang jauh dan sulit. Saranku kau tunggu saja rekan-rekanmu, mungkin mereka sebentar lagi akan kembali ke Resto setelah cuaca membaik."Kata Adam.


Mawar berpikir sejenak, sesungguhnya dia benar-benar sudah merasa tidak nyaman berada di sana tapi apa yang dikatakan Adam benar. Tidak ada Taksi Online yang bersedia mengambil orderannya, karena jarak tempuh yang Mawar pesan sangat jauh. Dan mau tidak mau, Mawar pun bertahan di sana sampai pihak Restoran yang membawa dia dan rekan-rekannya kembali ke Resto.


"Baiklah! sepertinya apa yang kau katakan benar, aku harus menunggu teman-temanku saja di sini untuk kembali ke Resto."Mawar mengambil keputusan.


Yang membuat Adam tersenyum puas karena dia berhasil membuat Gadis itu bertahan di sana.


"Oh ya! perkenalkan namaku Adam. Siapa namamu?"Ujarnya yang baru menyadari harus memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Dengan ramah Mawar menyambut uluran tangan Adam dan dia memperkenalkan dirinya.


"Nama ku Mawar Merah."


"Waaaah, namamu sungguh sangat unik dan cantik."Ujar Adam.


"Terima kasih!"timpal Mawar.


"Oya! Mawar Merah....!"


"Sebut saja Mawar, tidak perlu menggunakan Merah,"potong Mawar.


Adam sedikit terkekeh dan dalam hatinya berkata.


"Sebut saja Mawar! Aku seperti sedang mendengarkan narasi program kriminal. Nama samaran yang di gunakan penjual bakso borak."


"Baiklah Mawar, ayolah bergabung dengan kami di sana."Kata Adam, seraya menunjuk rekan-rekannya yang sedang beristirahat.


Adam menatap lekat setiap langkah Gadis yang berpenampilan Culun itu. Sepertinya, lelaki ini tertarik dengan sosok Mawar.


***


"Aku kan sudah bilang kembali nanti saja."Ujar Cilla yang mendapati temannya itu kembali padanya.


"Huufff... Padahal aku ingin segera pulang,"sahut Mawar dengan lesu.


***


Seperti apa yang diprediksikan, hujan turun begitu lebat dan menghentikan semua aktivitas di sana.


Syukurnya hujan lebat yang mengguyur puncak tidak membutuhkan waktu lama, hingga Tim SAR bisa kembali melakukan pencarian pada anak yang hilang.


Dan setelah 4 jam melakukan pencarian dengan menyebarkan beberapa Anggota di setiap titik, akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan, bocah laki-laki berumur 3 tahun itu ditemukan dalam keadaan baik-baik saja hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Tapi anak itu terlihat syok dan lelah karena mungkin anak itu menangis sejak menghilang sampai membuatnya Dehidrasi.

__ADS_1


***


Setelah menyelesaikan tugas mulianya, Tim SAR pun kembali ke kantor dan mereka pun segera menuju ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan utusan dari Restoran Cempaka yang langsung kembali ke Resto.


***


(Dika, Ibu hanya mengingatkanmu jika waktu terus berjalan. Ingatlah! waktu 3 bulan bukan waktu yang lama, jadi kau harus bisa menepati janjimu yang akan membawakan calon menantu untuk Ibu. Jika tidak, kau harus menerima Gadis pilihan Ibu tapi itu bukan Olivia. Karena Olivia sudah terang-terangan menolak lamaranmu Ibu untukmu, itu karena kau yang terlebih dahulu menolaknya)


Satu pesan dari Ana membuat Dika memijit keningnya.


"Kenapa aku bodoh sekali, menyanggupi tantangan dari Ayah! Tapi, bukankah itu memang mudah untuk seorang Dika yang Tampan, Menawan, Pintar dan penuh Bakat ini?"tanya Dika pada dirinya sendiri.


"Hahaha... Tentu saja itu sangat mudah bagi seorang Dika,"sahutnya guna menyemangati dirinya sendiri, padahal dia tengah pusing dengan tantangan dari Ayahnya itu.


Saat ini Dika sedang melakukan perjalanan menuju pulang ke Rumah. Dan disaat mobilnya berada di lampu merah mata Dika kembali menangkap sosok yang dia kenal.


"Mawar Merah!"Gumam Dika.


Lelaki itu melihat Mawar yang tengah berjalan di Trotoar. Sambil menunggu lampu kembali Hijau, Dika memperhatikan setiap langkah Gadis itu, dan sampailah di batas perjalanan Mawar, yaitu di sebuah Gang sempit yang lokasinya tidak jauh dari lampu merah.


"Jadi, dia tinggal di sini."Gumam Dika.


Bersambung...


šŸšŸšŸšŸšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø

__ADS_1


__ADS_2