4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Sepertinya Dika Sudah Tidak Memiliki Harapan. Atas Cintanya.


__ADS_3

Selamat membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


''Sudah ku bilang kan, Dika akan baik-baik saja, buktinya dia makan dengan sangat lahap bahkan sampai nambah.''Ujar temannya setelah menyaksikan Dika makan dengan cepat.


''Syukurlah, setidaknya kita tidak lagi di direpotkan untuk membujuknya.''


*****


Walaupun sedang galau dan bersedih, Dika tetep melakukan pekerjaan nya dengan baik, apalagi saat ini dia di tunjuk sebagai pengganti Seno untuk sementara waktu.


"Kita berangkat sekarang, apa kalian sudah mempersiapkan semuanya?''tanya Dika, kepada rekan-rekannya yang sudah berkumpul.


Saat ini mereka harus segera menuju pantai. Bukan untuk berlibur menghilangkan galau dan penat, tapi mereka melakukan tugas. Pagi tadi terjadi musibah yang menimpa wisatawan yang sedang berlibur di pantai tersebut, dan salah satu dari wisatawan lokal itu terseret arus di saat sedang berenang. Dan di nyatakan hilang! dan di sinilah tugas Tim SAR, melakukan pencarian korban yang hilang karena terseret arus tersebut.


****


Di tempat lain.


Di saat Dika sedang merasa sedih karena patah hati, justru gadis yang membuatnya patah hati tengah berbunga-bunga karena bahagia, hubungannya dengan Ardi semakin dekat, bahkan sudah sampai di tahap perkenalan orang tua.


Ya, Ardi datang dengan penampilan tidak biasa di sore itu, penampilan spesialnya ini khusus Ardi persembahan untuk bertemu sepasang manusia paruh baya, yang sebentar lagi mungkin akan menjadi Mertuanya.


Kedatangan Ardi tentu disambut hangat oleh orang tua Aurel, pembicaraan demi pembicaraan yang awalnya hanya basa-basi pun berubah menjadi sesuatu yang serius, Othor tangkap dari pembicaraan Ardi serta orang tua Aurel, sangat hangat. Sudah bisa dipastikan jika orang tua Aurel memberikan sinyal hijau pada Ardi.


Sepertinya, Dika memang benar-benar sudah tidak memiliki harapan atas cintanya pada Aurel.


***


Kita kembali pada Dika, yang sedang dalam perjalanan menuju pantai.


"Dika kau baik-baik saja kan? jangan sampai ketika kita sedang bertugas nanti kau banyak melamun karena itu akan sangat berbahaya?"tanya rekannya yang mungkin masih mengkhawatirkan kondisi Dika.


"Aku baik-baik saja."


"Kau tenang saja Dika, ikhlas kan semuanya. Aku berjanji padamu, akan mengajakmu liburan agar kau bisa menghilangkan semua kesedihanmu, dan bertemu dengan gadis-gadis lain di sana,"ujar temannya kembali menghibur Dika yang dia anggap masih bersedih.


Dika hanya mengangguk sambil berkata.


"Apa kau yang akan membiayai semua, jika kita liburan nanti?"


"Tentu saja tidak, aku tidak punya banyak uang untuk membiayai mu. Bukankah kau ini orang kaya, seharusnya kau yang membiayai kita semua."


"Aah, aku jadi tambah sedih mendengar itu,"sahut Dika.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo semangat! Luapkan gadis yang sudah memiliki masa depan dengan lelaki lain."Seru temanya.


"Astaga, kesedihanku jadi bertambah,"ucap Dika kembali.


PLAK!


Karena kesal, satu temannya memukul lengan Dika dengan sangat kuat. Sampai membuat Dika memekik tapi karena terkejut, bukan karena sakit.


"Jika aku masih melihatmu uring-uringan seperti ini, apalagi di saat kita sedang bekerja. Aku akan melaporkannya kepada Pak Seno, aku yakin pasti pak Seno akan mengirim mu ke pedalaman."


"Wah-wah, kau berani mengancam aku? apa kau tahu kalau aku ini sebagai pengganti dari Pak Seno?"Kata Dika sambil membusungkan dadanya.


"Wah-wah.. Apa kau juga tidak tahu jika aku ini orang yang diutus Pak Seno untuk mengawasi semua kinerja Tim kita?"sahut temannya tidak mau kalah.


"Iya-iya, aku tahu."Dan akhirnya Dika mengalah. Dari pada dia benar-benar di laporkan pada Seno.


***


Sampai di lokasi pencarian.


Dika dan beberapa rekannya melakukan tugas sesuai instruksi yang di berikan.


Satu wisatawan yang hilang terseret ombak merupakan seorang pria yang masih berumur 20 tahunan. Dan sampai malam hari pencarian belum membuahkan hasil sehingga membuat Dika dan beberapa rekannya masih tinggal di pantai tersebut sampai batas waktu yang ditentukan.


Dika segera mengirim pesan kepada Lina agar wanita itu menjaga diri baik-baik karena sepertinya, malam ini ia tidak akan pulang ke rumah melainkan bermalam di pantai tersebut.


***


Dan di sisi lain, tapi masih di lokasi yang sama.


Seorang gadis imut dan cantik tengah membagikan makanan pada orang-orang yang juga turut membantu dalam pencarian tersebut.


"Kak Dika!"panggil gadis itu, yang ternyata adalah Cilla, dia memanggil Dika dengan sangat bersemangat sampai membuat beberapa orang langsung melirik ke arahnya.


Dan dengan cepat juga, Cilla berlari menghampiri Dika yang sedang berdiskusi dengan rekannya.


"Kak Dika ada di sini juga, ah senang bisa bertemu dengan kak Dika,"ujar Cilla setelah dia sampai di hadapan Dika.


Dika memperhatikan sejenak gadis itu, untuk mengingat-ingat siap dia. Dan setelah tahu jika dia adalah adik dari pria yang memenangkan hati gadis pujaannya, Dika pun langsung bersikap ketus dengan gadis itu.


"Apa yang kau lakukan di sini, bukankah anak-anak seusiamu seharusnya berada di rumah di malam seperti ini sambil menonton Upin dan Ipin."


"Kak Dika bicara apa? Aku bukan anak-anak, Aku bersama rekan-rekan dari restoran tempatku bekerja sedang membagikan makanan untuk yang bertugas malam ini. Dan aku sangat senang bisa bertemu dengan Kak Dika di sini."


Kedatangan Cilla menarik perhatian teman-teman Dika.

__ADS_1


"Siap dia?"tanya salah satu temannya sambil menyenggol lengan Dika.


"Sepertinya, kau sudah


Akan kembali berjuang, meluluhkan hati seorang gadis,"sahut temannya.


"Waaaah. Kau hebat sekali Dika, dalam hitungan hari kau sudah bisa menemukan pengganti gadis itu. Semoga kali ini berhasil."Sahut satu temannya lagi.


"Diam!"kesal Dika. Dan langsung membuat teman-temannya itu bungkam.


Namun, karena Cilla memiliki sikap yang ceria dan mudah bersosialisasi, teman-teman Dika kembali riuh ketika gadis itu mengajaknya bicara.


"Waaaah. Benarkan! Jadi kami bisa makan di restoran itu, gratis?"tanya teman Dika dengan sangat berantusias setelah Cilla menceritakan bahwa dia bekerja di sebuah restoran yang saat ini sedang mengadakan promo besar-besaran dalam rangka menyambut ulang tahun restoran tersebut.


"Bukan gratis kak, tapi beli satu Free satu."Jelas Cilla.


"Iya, saya tau. Dika akan membeli satu porsi makanan di restoran itu, lalu dia akan mendapatkan free dan Gratisannya itu untuk saya."


Dika menggeleng, dan langsung meminta temannya itu untuk diam.


"Kau ini memalukan sekali,"bisik Dika.


"Memalukan apanya?"


"Sudah, jangan banyak bertanya dengan gadis ini,"bisik Dika kembali.


"Iya-iya aku akan diam."Ujar temannya.


"Kak Dika, apa sudah makan? aku membawakan menu terbaru dari restoran kami. Apa Kak Dika mau mencobanya?"tawar Cilla.


Dika yang biasanya bersikap ramah, dan konyol. Tiba-tiba bercospay menjadi seperti Seno di masa lalu. Jutek dan Dingin.


Sungguh bukan seperti Dika yang teman-temannya kenal. Tapi dia sepertinya ini hanya pada Cilla saja.


Dika menggeleng.


"Tidak, terima kasih."


Bersambung..


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2