4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Nasib Tragis Yang Menimpa Windy 6 Tahun Yang Lalu.


__ADS_3

Selamat! Membaca šŸ¤—


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


[Masih Flash Back]


Keesokan harinya.


Seno tengah gelisah, karena sejak semalam dia tidak bisa menghubungi Windy. Panggilannya tidak dijawab dan pesannya tidak dibalas. Membuat Seno bertanya-tanya dan khawatir. Ada apa dengan gadis itu, karena tidak biasanya Windy mengabaikan pesan yang dia kirim.


Namun Seno pikir jika saat ini Windy tengah sibuk karena kemarin Gadis itu mengatakan jika hari ini dia akan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Dan Seno pun memilih untuk bersabar sampai Windy lebih dulu membalas pesannya, karena Seno tidak mau mengganggu gadis yang tengah fokus dalam belajarnya.


****


Di tempat lain.


Windy terbangun dan dia sangat terkejut ketika mendapati dirinya berada di kamar, namun itu bukan kamarnya melainkan kamar Hotel.


Tidak ada siapapun di sana karena lelaki yang membawa Windy semalam sudah menghilang sebelum Gadis itu sadar.


Windy seketika panik ketika ia mendapati tubuhnya yang polos tanpa selembar kain di tubuhnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini,"seluruh tubuh Windy bergetar, ia mulai merasakan ketakutan yang luar biasa menjalar di hati dan otaknya.


Windy mengingat-ingat apa yang terjadi dengannya semalam, dan Windy tidak mengingat apapun selain sore itu, saat dia berada di rumah Siska.


Ketika Windy tengah berpikir keras mengingat apa yang terjadi setelah dia dari rumah Siska, matanya tertuju pada sebuah bercak yang tertinggal di sprei putih yang saat ini ia duduki.


Bola mata Windy melebar. Hatinya seperti terhantam benda keras dan seluruh tulang di tubuhnya serasa remuk, ketika ia memastikan jika bercak itu adalah darah.


"Tidak....! Ini tidak mungkin...! Tidaaaaaak....!"Windy teriak histeris ketika dia menyadari, sesuatu sudah terjadi pada dirinya.


Windy benar-benar kacau dia mengacak rambutnya dan mencakar-cakar tubuhnya yang merasa sudah tidak suci lagi. Dan di saat Windy dalam keadaan kacau ponselnya berdering.


"Seno!"Windy semakin kalap ketika dia mengingat Seno, lelaki yang sangat dia cintai dan mungkin sebentar lagi akan meresmikan cinta mereka di jenjang pernikahan.


"Tidaaaaaak...! Kenapa ini harus terjadi padaku, siapa yang melakukannya padaku. Ini tidak mungkin."Tangis Windy pecah berbarengan dengan suara dering ponsel yang terus menggema di kamar hotel tersebut.


****


Saat ini Windy sudah berada di rumahnya.


Winda langsung menjemput putrinya, ketika ia menghubungi Windy yang di jawab dengan tangisan menyayat dari putrinya yang tidak pulang sejak semalam.


"Kita ke rumah sakit Nak, kamu harus memeriksakan diri ke dokter."Bujuk Winda.


"Tidak, Bu. Aku tidak mau."Sahut Windy dengan tatapan kosong tapi air mata terus mengalir dari kedua bola matanya.


Karena tidak kuat melihat kondisi putrinya, Winda segera memeluk menguatkan anaknya.


"Kamu jangan bersedih sayang, Mama tidak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah melakukan ini padamu, sekarang katakan pada Mama Siapa yang melakukannya?"


Windy semakin histeris ketika mendapati pertanyaan dari Winda karena dia sendiri tidak tahu siapa lelaki yang sudah melecehkannya.


"Aku tidak tahu, Mah."


"Tenang sayang! Kamu jangan khawatir, Mama akan mencari dan mengejar siapapun orang yang telah melakukan ini padamu dan mama pastikan dia akan menyesal seumur hidupnya."


****


Sejak peristiwa ini, Windy jadi mengurung diri di dalam kamar, dia seperti kehilangan hidupnya karena merasa sudah tidak pantas lagi berada di dunia ini. Apa yang dia pertahankan selama ini direnggut begitu saja dengan orang yang tidak bertanggung jawab bahkan tidak ia kenali sama sekali.


Puluhan kali Seno menghubunginya namun Windy tidak berniat untuk mengangkatnya, semakin dia mengingat Seno semakin sakit hatinya. Dia tidak sanggup dengan semua ini, Seno pasti akan merasa jijik pada dirinya hingga secara perlahan lelaki itu akan menjauh dan meninggalkannya, inilah yang dipikirkan Windy saat itu hingga dia memilih untuk menghindari Seno daripada Seno yang menghindarinya karena kenyataan pahit ini.

__ADS_1


Winda berusaha keras mencari siapa pelaku pelecehan Windy dan dia pun sudah membekuk teman-teman Windy, namun mereka tidak tahu siapa lelaki itu karena lelaki yang Siska kira sepupunya ternyata bukan.


Sepupu Siska malah menyuruh temannya yang secara tidak sengaja ia kenal di klub malam untuk menjemput Windy padahal ialah yang seharusnya menjemput Windy dan sebenarnya Siska tidak menginginkan ini


Karena Siska, hanya berniat menakut-nakuti Windy namun dia tidak menyangka jika akhirnya sampai seperti ini.


Kasus ini sengaja ditutupi oleh keluarga Windy karena mereka tidak mau aib yang menimpa anaknya tersebar luas di masyarakat, lebih-lebih lagi Ayah Windy seorang yang terpandang dan terkenal dengan martabat yang sempurna.


Hingga tidak ada satupun yang mengetahui nasib yang menimpa Windy termasuk Seno sendiri.


Dan Windy pun tidak ingin menceritakan apapun kepada kekasihnya itu karena dia takut dan merasa malu.


***


Hingga saatnya tiba, di mana waktu yang sudah mereka sepakati.


Malam ini, Seno sudah bersiap ingin menjemput Windy yang akan bertemu dengan kakek Arif dan Feri. Meskipun sejak pertemuan terakhirnya dengan Windy, Gadis itu tidak pernah membalas pesan dan mengangkat teleponnya Seno tetap mendatangi rumah gadis itu.


***


"Seno!"Winda sedikit terkejut dengan kehadiran Seno di rumahnya.


"Selamat malam Tante Winda, bagaimana dengan kabar Anda?"sapa Seno dengan ramah. Ketika Winda membukakan pintu untuknya.


"Baa.. Baik, tante baik-baik saja, untuk apa kau datang ke sini?"tanya Winda dengan ragu-ragu. Padahal dia sudah tahu maksud kedatangan Seno yang pasti ingin menemui Windy.


"Saya ingin menjemput Windy tante, sebelumnya kami sudah berjanji akan bertemu malam ini karena saya akan memperkenalkan Windy pada keluarga saya."


Winda menahan sesak di dada, air matanya sudah hampir jatuh, inilah kata-kata dan momen yang selama ini Windy tunggu di saat Seno datang dan membawanya untuk menemui orang tuanya. Namun takdir seolah mempermainkan putrinya, dengan musibah yang menimpa Windy saat ini tentu saja Gadis itu tidak mau menemui Seno apalagi keluarganya.


"Maaf, Seno. Windy sedang beristirahat. Dia tidak mengatakan apapun pada tante jika kau ingin membawanya bertemu dengan keluargamu."


"Mungkin Windy lupa mengatakan ini kepada tante,"kata Seno yang masih berharap.


**


"Tidak mah, aku tidak mau bertemu dengan Seno. Tolong katakan padanya untuk jangan pernah datang lagi dan menemui ku dengan alasan apapun karena aku sudah tidak ingin lagi bertemu dengannya,"kata Windy setelah Winda menyampaikan jika Seno sedang menunggunya di luar. Namun ia mengatakan itu dengan air mata yang berderai.


"Tidak ada salahnya kau menceritakan ini kepada Seno kan. Jika dia benar-benar mencintaimu dia pasti akan menerima apapun keadaanmu."Ujar Winda.


"Tidak mah! aku tidak mungkin menceritakan hal yang memalukan seperti ini kepada Seno, dia lelaki sempurna yang pernah aku temui. Aku tidak mau mengecewakannya, aku sudah tidak pantas lagi untuknya, biarkan Seno pergi dan mencari wanita lain yang jauh lebih pantas dariku yang sudah tidak suci ini."Ujar, Windy yang diakhiri dengan tangisan.


**


Winda keluar dan dia menyampaikan kepada Seno jika Windy tidak bisa ikut dengannya untuk bertemu dan Winda juga mengatakan apa yang Windy pesankan bahwa Gadis itu sudah tidak ingin lagi bertemu dengan Seno dan meminta Seno untuk tidak pernah datang lagi ke rumah ini, dan menemuinya dengan alasan apapun.


Seno cukup tersentak dengan ini, ia merasa ada sesuatu yang aneh, kenapa tiba-tiba Windy seperti ini. Tidak ada masalah apapun sebelumnya, bahkan terakhir kali mereka bertemu baik-baik saja tapi kenapa tiba-tiba Windy berubah.


"Tidak mungkin tante, Windy tidak mungkin bicara seperti itu. Tolong izinkan saya bertemu dengan Windy Saya ingin bicara dengannya."


"Tidak Seno! lebih baik kau sekarang pulang, Windy tidak akan pernah mau menemuimu dan jangan pernah datang ke sini lagi,"tegas Winda.


Dan malam itu pun Seno pulang dengan perasaan hancur. Dia datang dengan penuh kebahagiaan berniat memperkenalkan kekasihnya pada keluarganya, namun dia kembali dengan tangan kosong dan hati yang remuk karena Windy tidak bersedia menemui keluarganya bahkan menemuinya sekalipun.


Tapi Seno tidak menyerah hanya di malam itu.


Dia masih berjuang dan mendatangi rumah Windy selama 1 minggu.


Namun gadis itu tetap tidak ingin menemuinya hingga di Malam terakhir Seno datang. Dan dari bujukan Winda, akhirnya Windy bersedia untuk berbicara dengan Seno.


Wajah pucat dan sedih, sukses Windy sembunyikan di depan Seno.


"Apa yang terjadi ? Kenapa kamu tidak mau menemui ku akhir-akhir ini, apakah aku punya salah?"tanya Seno ketika dia sudah berhadapan dengan Windy.

__ADS_1


"Tidak! aku hanya tidak ingin bertemu dengan mu saja,"sahut Windy dengan nada cuek.


"Kenapa?"


"kamu tidak perlu tahu alasannya Seno, aku hanya tidak ingin bertemu denganmu saja. Lebih baik sekarang kau pulang dan jangan pernah datang menemui ku lagi, dan kubur semua keinginanmu untuk mempertemukan aku dengan orang tuamu karena aku tidak akan pernah datang ke sana."Tegas Windy.


Hati Seno sedikit sakit mendengar ucapan dari Gadis itu namun ia masih tidak putus asa.


Seno mengeluarkan sesuatu yang dia bawa dari rumah dan dia simpan di saku jaketnya dan menunjukkannya kepada Windy.


Windy terbelalak melihat sesuatu yang ada di tangan Seno, hatinya sungguh hancur.


Seandainya musibah itu tidak terjadi padanya tentu malam ini akan menjadi malam yang paling membahagiakan bagi Windy karena saat ini Seno tengah menunjukkan kotak merah yang berisi sebuah cincin.


"Windy, aku datang ke sini untuk melamar mu. bersediakah kamu menikah dengan ku?"


Windy Manahan air mata yang sudah hampir jatuh dari kedua bola matanya, namun dia masih bisa menahan dan dengan tegas Windy menutup kotak berwarna merah itu dan meminta Seno untuk menyimpannya lalu ia berkata.


"Lupakan mimpimu yang ingin menikah denganku Seno, karena itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak mau menikah denganmu."


Hati Seno pun hancur dengan penolakan dari kekasihnya ini, padahal mereka sudah merencanakan ini dari satu tahun silam tapi kenapa di saatnya tiba Windy malah menolak.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba kau berubah? Kenapa kamu menolak ku?"Tanya Seno dengan wajah sedih.


"Aku tidak mau menyia-nyiakan masa mudaku dengan menikah begitu saja, aku ingin pergi meraih cita-citaku."


"Tidak masalah jika kau belum siap menikah dalam waktu dekat. Aku akan menunggumu."


"Tidak Seno! Jangan pernah menungguku karena aku tidak akan pernah kembali, jalani hidupmu secara normal dan jangan pernah mengingat dan memikirkan aku lagi, aku tidak mau menikah denganmu dan aku tidak akan pernah menikah denganmu. Aku sudah melupakan cinta kita dan tolong hargai keputusanku ini. Pergilah dari sini dan jangan pernah menemui aku lagi."


Setelah mengatakan ini, Windy berlalu masuk ke dalam rumah. Sepanjangan langkahnya memasuki kamar. Hatinya seperti ditusuk ribuan panah dengan air mata yang mengalir deras, namun inilah pilihannya, dia tidak mau mengecewakan lelaki itu jika tahu apa yang terjadi sebenarnya. Biarlah Seno membencinya dengan cara seperti ini daripada Seno membencinya dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.


***


Setelah memutuskan hubungannya dengan Seno.


Windy memutuskan pergi ke luar negeri, ia ingin melupakan semuanya.


Dan di saat itu juga kakek Arif terus menekan Seno agar ia bersedia menikah dengan gadis pilihannya, yaitu Rana.


Seno yang sudah puluhan kali meminta penjelasan dari Windy. Namun wanita itu tidak mau mengatakan apapun dan malah memutus semua komunikasi nya dengan Seno. Membuat Seno menyerah.


Dia tidak mungkin terus mengejar wanita yang sudah tidak lagi menginginkannya dan tidak percaya padanya.


Dan di saat itu, mau tidak mau, Seno menerima keputusan kakek Arif yang akan menjodohkannya dengan Kirana.


Seno dituntut untuk mencintai dan menyayangi Rana, menjadi suami yang sempurna dan baik bagi wanita itu. Padahal saat itu Seno baru saja patah hati karena ditinggal Windy begitu saja tanpa penjelasan apapun.


Mungkin ini juga lah, yang membuat Seno selalu bersikap dingin kepada Rana. Dia merasa belum bisa mencintai istrinya karena ia masih terpaku dengan masa lalunya bersama Windy, hingga ia berpura-pura untuk menjadi suami yang baik seperti apa yang diinginkan kakek Arif, hingga pada akhirnya Rana harus terluka olehnya. Karena kebenaran yang tertutupi kepalsuan selama dua tahun.


Saat itu Seno memilih untuk membiarkan Rana pergi, karena Seno tidak mau terus-terusan menyakiti Rana dengan ia berpura-pura seperti selama ini. Namun pada akhirnya Seno menyesal, karena selama 2 tahun lamanya menjalin pernikahan, benih-benih cinta ternyata sudah tumbuh di hati Seno, namun lelaki itu menutupi dan tidak menyadarinya.


Hingga ketika Rana pergi Dia baru menyadarinya, bahkan Seno jauh lebih bersedih dan merasa kehilangan di saat Rana meninggalkannya. Daripada Windy yang meninggalkannya.


Bersambung...


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2