4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Windy Menyerah. Memilih Tempat Berbulan Madu


__ADS_3

Selamat, membacaπŸ€—πŸ€—


🍁✨✨✨🍁


''Seno!''


Seno yang baru saja sampai di tenda medis, secara kebetulan bertemu dengan Windy.


Seno merespon wanita itu hanya dengan anggukan kepala dan dia kembali berjalan.


"Tunggu Seno! aku ingin bicara denganmu.''Cegah Windy.


''Aku tidak bisa."


''Tolong, hanya sebentar saja, agar aku yakin dengan semua ini. Kau jangan khawatir, Rana sendiri yang menyuruhku mendatangimu.''


Seno cukup terkejut, mendengar kata, Rana yang menyuruhku menemuimu.


''Cepat katakan ada apa? karena aku tidak punya banyak waktu, aku anggap ini sangat penting karena istriku sendiri yang memintamu untuk datang menemui ku.''


Lagi-lagi Seno bersikap acuh padanya. Namun Windy tidak memperdulikan itu karena dia tetap harus memastikannya sendiri, pada Seno.


Dengan mengumpulkan semua keberanian serta memusnahkan rasa malu yang dia miliki, Windy pun mengatakan.


''Seno, aku ingin kembali padamu, aku ingin kita kembali seperti dulu."


Terkejut! tentu saja Seno sangat terkejut dengan ucapan yang Windy lontarkan penuh percaya diri. Dan sebelum Seno menimpali ucapan Windy, gadis itu sudah lebih dulu berkata.


''Aku tahu saat ini kau sudah memiliki wanita lain di hatimu, dan aku tahu jika kamu sudah merasa bahagia dengan wanita itu. Tapi tidak bisakah kamu sedikit saja memikirkan aku?aku...!''


''Tidak!''potong Seno,''Aku tidak punya keharusan untuk memikirkan sesuatu yang tidak berarti dalam hidupku,''sambungnya yang tentu saja membuat Windy semakin terluka dengan ucapan yang baru saja Seno katakan.


''Jadi kamu tidak mengijinkan aku kembali padamu?''


''Aku rasa kau sudah sangat tahu jawabannya, tapi jika kau ingin kembali mendengar. Baiklah, aku akan kembali mengatakannya padamu. Aku tidak akan pernah menerimamu atau wanita manapun dalam hidupku, aku sudah mencintai istriku lebih dari apapun, lagipula kau ini aneh sekali, masih mengatakan hal seperti ini pada lelaki yang sudah mempunyai istri.''Ucap Seno yang mungkin akan kembali menyakiti hati Windy, namun lelaki itu sudah tidak perduli dengan perasaan wanita yang ada di hadapannya.


''Seno, apa kau benar-benar sudah tidak menyimpan rasa cinta untukku walau hanya sedikit saja?''


''Tidak. Untuk apa aku melakukan sesuatu yang akan membuat istriku terluka, aku tidak akan pernah mencintai wanita lain selain ibu dan istriku.''Tegas Seno.


"Bagaimana jika aku mengatakan ini di saat kau tidak bersama Rana, apa kau akan tetap menolakku?"


"Tentu, karena kenyataannya aku tetep bersama Rana. Jadi aku tidak bisa berandai-andai sesuatu yang tidak mungkin. Windy, kau sudah dewasa. Entah dengan cara apalagi aku memperingatkan mu untuk tidak lagi menganggu Rana, jangan sampai aku kehabisan kesabaran dan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal." Seno sudah terlihat marah.


"Aku tidak menggangu Rana."


"Rana tidak mungkin menyuruh mu datang padaku untuk meminta sesuatu yang kau sendiri tahu, jika aku tidak akan pernah melakukannya. Kau pasti mengatakan hal gila terlebih dahulu pada istriku."


"Seno, aku hanya ingin memastikan semuanya. Memastikan jika aku sudah tidak memiliki harapan apa untuk kembali pada dirimu."

__ADS_1


"Kau jangan berpura-pura seperti ini Windy. Dari awal kau sudah tahu jika tidak ada harapan apapun untuk hubungan kita. Aku peringatkan cukup sampai di sini, jika sekali lagi aku mendengar dan mengetahui kamu mengganggu keluargaku aku tidak akan segan-segan untuk bertindak lebih tegas dari ini."


Windy mulai meneteskan air matanya.


"Kau terlihat sangat membenciku Seno."


"Tentu saja, aku memang benar-benar sangat membencimu karena kau sudah seringkali mengganggu keluargaku terutama Rana."Sahut Seno, yang tidak perduli dengan Windy yang bersedih.


"Kau membenciku karena masa lalu kita, karena aku meninggalkanmu di saat itu."


"Tidak! aku tidak membencimu karena itu karena aku anggap itu adalah sebuah masa lalu yang tidak akan pernah aku libatkan pada kehidupanku yang sekarang, aku membencimu karena kau sudah mengusik Rana."


''Seberapa besar cintamu pada Rana? apa setara dengan cintamu dulu padaku?''tanya Windy.


''Jauh lebih besar.''


Windy menengadahkan wajahnya, lalu dia mengangguk dengan getir.


''Baiklah, sekarang aku sudah sangat yakin jika kau benar-benar tidak akan menduakan Rana, Rana memang wanita yang sangat baik dia juga sangat tulus padamu. Maafkan aku Seno, karena saudah mengganggumu dan Rana, mulai sekarang aku tidak akan lagi mengganggumu dan Rana. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu dan Rana.''


Seno mengangguk.


''Terima kasih, aku harap kau Bersungguh-sungguh dengan kata-katamu ini, karena jika tidak, aku sendiri yang menjauhkan mu dari Rana dengan caraku sendiri.''


''Tentu, kali ini kau bisa mempercayai kata-kata ku.''Sahut Windy dengan yakin.


***********


Pagi ini dia dan Rana pulang lebih cepat karena dari kantor SAR dan Rumah sakit pun sudah mengirimkan pengganti mereka berdua.


****


''Ibu sangat senang kalian kembali lebih awal, tapi apa yang membuat kalian pulang lebih cepat, apa terjadi sesuatu?''tanya Lina, yang senang bercampur khawatir. Karena tidak biasanya Seno pulang dari bertugas sebelum masanya selesai.


''Tidak ada apa-apa Bu.''Sahut Seno dan dia pun mengatakan apa yang menjadi tujuannya yang ingin pergi berbulan madu bersama istrinya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Lina senang. Karena dengan begini mungkin dia akan lebih cepat mendapatkan cucu impiannya.


''Seno, Ibu punya beberapa rekomendasi tempat yang cocok untuk berbulan madu kalian,''ucap Lina, dengan sangat berantusias.


''Benarkah!" Seno yang tak kalah berantusias dan dia langsung melihat beberapa gambar, tempat yang di rekomendasikan oleh Lina.


''Tapi, aku sudah memesan tiket pesawat dengan tujuan ****,''ujar Seno dengan wajah sedih karena dia merasa salah pilih tempat. Setelah melihat tempat yang di anjurkan Lina sangat cocok untuknya dan Rana.


''Seno, apa kau akan mengajak istrimu untuk berbulan madu di gurun pasir?''


''Dika yang menyarankan itu.''


Lina menggeleng.

__ADS_1


''Seharusnya kamu bisa membedakan, saat Dika sedang serius dan bercanda.''


''Sial, sepertinya dia ingin mengerjai ku kembali,"gerutu Seno, "Tapi, bukankah gurun pasir juga bagus?''sambungnya setelah membayangkan tempat yang gersang itu.


''Memang bagus, tapi dengan cuaca seperti sekarang ini sangat tidak di anjurkan jika kalian pergi kesana, apa lagi di tengah-tengah gurun, carilah tempat yang sejuk dan tenang,''sahut Lina, lalu dia beralih pada Rana yang duduk di sebelahnya.


''Rana, kau mau pergi ketempat mana?tanya Lina seraya menunjukan foto-foto tempat yang indah pada Rana.'


''Ketempat mana saja bu, semuanya bagus dan aku suka.''


''Bagaimana kalau di sini saja.''Ujar Lina sambil menunjukan foto tempat yang memiliki pemandangan super indah.


''Iya, aku suka.''Sahut Rana.


''Sayang, bagaimana kalau disini saja.''Timpal Seno sambil menunjukan foto pada istrinya.


''Coba ibu lihat,''pinta Lina yang ingin memastikan tempat yang Seno pilih, bukan tempat yang aneh-aneh.


''Bagaimana?bagus kan, Bu?''tanya Seno dengan percaya diri.


''Ini di mana, kenapa terlihat sangat menyeramkan?"sahut Lina, setelah melihat tempat yang asing dan tidak pula dijadikan tempat rekomendasi untuk pasangan yang ingin berbulan madu, yang mempunyai cirikhas tempat Romantis.


"Di sini!"Seno menunjukkan sebuah nama tempat yang terkenal di Negara tempat Doraemon di lahirkan.


"Hutan Aokigahara!"


Lina membaca nama tempat itu dengan sangat nyaring. Hingga Rana pun bisa mendengar dan mereka sama-sama terkejut.


"Seno apa kau tau ini hutan apa?"tanya Lina, dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Tau, Hutan Aokigahara."


"Apa ini Rekomendasi dari Dika?"


"Bukan, aku sendiri yang memilihnya. Kenapa ibu seperti terheran seperti itu! Bukankah ibu yang menyarankan untuk mencari tempat yang sejuk dan tenang?"


"Tapi, tidak di tempat ini juga Seno."Ujar Lina, yang sepertinya kesal dengan Seno.


"Memangnya kenapa? Aku suka tempat itu. Di sana juga sepi, jadi tidak akan ada yang mengganggu aku dan Rana."


"Tentu saja di sana sepi, karena itu hutan yang terkenal angker, Seno."Kesal Lina. Yang tidak habis Pikri eh Pikir, jika putra satu-satunya bisa memilih Hutan Aokigahara untuk berbulan madu.


Bersambung..


✨🍁🍁🍁🍁✨


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️❀️


__ADS_2