4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Permohonan Winda! Tolong Mengalah lah Untuk Windy.


__ADS_3

Selamat! Membaca šŸ¤—


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


Setelah mengantarkan Lina pulang, ke rumah kakek Alif.


Rana pulang ke rumahnya dan Seno terlebih dahulu untuk mengambil beberapa baju ganti miliknya karena dia berniat untuk menginap di rumah kakek Arif sampai Seno kembali.


****


Namun sebelum Rana membuka pintu Rumahnya, dia sudah dikejutkan dengan panggilan dari seorang wanita paruh baya. dan wanita itu sangat Rana kenali dia adalah Winda Ibu dari Windy.


Rana terdiam memperhatikan Winda dalam hatinya bertanya, untuk apa Winda datang menemuinya apakah dia ingin bertemu dengan Seno?


"Selamat siang! Apa kau yang bernama Rana?"tanya Winda ketika dia sudah berdiri di hadapan Rana.


Rana mengangguk


"Benar, saya Rana Anda mencari saya atau mencari mas Seno?"tanya Rana.


"Saya mencari mu, Saya ingin bicara denganmu."


Rana sudah merasakan sesuatu yang tidak enak, berniat untuk tidak mau bicara dengan Winda. Namun dia tidak bisa menolak ketika Winda berkata.


"Kita sesama wanita, saya yakin, saya bisa bicara denganmu dari hati ke hati dan kau juga pasti mempunyai Ibu kan? Saya yakin kau mengerti perasaan seorang ibu. anggaplah saya sebagai ibumu yang datang menemuimu. Dan meminta sesuatu darimu."


"Maaf Tante, saya....!"


"Saya Winda, orang tua Windy. Temanmu,"potong Winda,"Windy sudah bercerita banyak tentangmu, meskipun dia belum lama mengenalmu tapi Windy sudah sangat akrab dan sepertinya dia menyayangimu sebagai seorang teman. Sudah lama Windy tidak pernah mempercayai yang namanya teman karena dia pernah dikecewakan dan hidupnya hancur karena teman-temannya. Tapi semenjak dia bertemu denganmu Windy sudah mulai membuka hidupnya untuk menjalin pertemanan kembali dan dia merasa yakin jika kaulah teman yang bisa memulihkan dan membawa Windy kembali menjalani hidupnya tanpa dibayang-bayangi masa lalunya yang buruk."Sambung Winda dengan panjang lebar.


"Ada apa, Tante Winda. Menemui saya?"


"Rana, kamu sudah tahu kan jika Windy kekasih Seno. Dan kamu sudah tahu kan apa yang terjadi di masa lalu mereka berdua?"


Rana menatap Winda.


"Saya tahu, di saat saya menceritakan fakta yang sebenarnya kepada Seno kamu diam-diam mendengarkannya. Tapi saya sengaja diam agar kamu juga tahu apa yang terjadi kepada Windy kala itu."


Di luar dugaan Rana, ternyata Winda menyadari kehadirannya di saat menguping penjelasan Winda kepada Seno.


"Saya yakin kamu pasti merasa terpukul mendengar cerita saya sampai membuatmu memutuskan untuk pergi tidak jadi menemui Seno."Winda kembali bicara karena Rana masih belum menanggapi ucapannya.


Rana memilih diam untuk mendengarkan curahan hati Winda.


"Rana, saya tahu kamu gadis yang baik dan tulus. Dan saya juga tahu kamu pasti bersimpati kepada Windy."

__ADS_1


"Apa yang tante Winda inginkan?"


"Tolong mengalah lah. Mengalah untuk Windy, kamu tahu kan Windy korban dari pelecehan lelaki yang tidak bertanggung jawab. Apa kamu kira akan ada lelaki yang mau menikahinya jika tahu Windy sudah tidak suci lagi, tapi saya yakin, Seno pasti akan menerima Windy dalam kondisi apapun karena Seno sangat mencintai Windy. Kamu harus tahu itu Rana, dan kamu harus bisa menerima fakta bahwa suamimu itu masih sangat mencintai putri saya, bukankah kau sudah lama berpisah dengan Seno untuk apa kau kembali lagi? pergilah! tinggalkan Seno. Biarkan Seno bahagia dengan Windy, karena pada mulanya Seno memang milik Windy, mereka sepasang manusia yang saling mencintai dan sampai saat ini pun masih sama, tidak ada yang berubah. Kamu hanya orang yang dipaksa hadir dalam kehidupan Seno dan membuat Seno terkungkung hingga dia tidak bisa mengejar cintanya yaitu Windy, karena dia menghargai mu sebagai istrinya, tapi Seno tetap mencintai Windy, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Windy di hati Seno." Kata Winda dengan nada memohon tapi dia sedikit memberi peringatan berharap bisa menyakiti hati Rana.


"Maaf Tante, kenapa Tante harus datang kepada saya dan meminta saya untuk meninggalkan Mas Seno. Tante bisa kan datang secara langsung menemui Mas Seno, dan meminta Mas Seno untuk meninggalkan saya. Karena jika benar-benar Mas Seno masih mencintai Windy, tentu dia akan mempertahankan dan memperjuangkan Windy. Mas Seno sudah tahu semua fakta yang terjadi pada Windy, dan jika Mas Seno benar-benar mencintai Windy. Saya sangat yakin, tanpa Anda minta pun Mas Seno akan datang kepada Windy."


"Rana...!"


"Tante," Rana memotong ucapan Winda,"Maafkan saya bukan saya bermaksud lancang pada Anda. Anda sangat menyayangi Windy bukan, kenapa Anda harus datang seperti ini kepada saya, Bagaimana jika Windy tahu jika Anda memohon kepada saya untuk melepaskan dan meninggalkan suami saya demi anak Anda? seharusnya Anda mendukung Windy untuk bangkit dan melupakan masa lalunya bukan malah seperti ini. Membawa Windy untuk kembali mengingat masa lalunya yang buruk, apa Anda tidak mempercayai kekuatan Windy, kebaikan Windy, ketulusan Windy, dia sudah seperti malaikat tidak bersayap. Begitu banyak orang yang mengagumi dan mencintainya, saya sangat yakin banyak orang yang akan menerima Windy dengan senang hati tanpa memikirkan dan mengungkit masa lalunya. Tapi kenapa, Anda malah ragu pada Putri Anda sendiri."


Mendengar perkataan Rana, Winda menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Di sana dia terisak sampai membuat tubuhnya bergetar. Rana mengerti perasaan Winda mungkin jika dia sudah menjadi seorang ibu. Rana pun akan melakukan hal yang sama untuk kebahagiaan putrinya. Tapi bukan seperti ini caranya, yang malah menjerumuskan Windy kembali ke masa lalunya.


Rana pun akan melepaskan Seno jika Seno benar-benar masih mencintai Windy. Dia akan mencoba ikhlas dan rela sekalipun hatinya sakit tersayat, tapi dia akan menerima jika Seno memang benar masih sangat mencintai Windy.


Tiba-tiba Winda memeluk Rana dia menangis tersedu di dalam pelukan gadis itu.


"Maafkan Tante Rana, Maafkan tante. Sungguh tante tidak bermaksud untuk menghasut mu agar meninggalkan suamimu, tapi Tante sungguh kacau, tante tidak tahu Harus Berbuat apalagi. Setiap malam Tante menahan kesedihan karena melihat Windy yang selalu menangisi nasib buruknya yang tidak bisa menikah dengan lelaki yang dia cintai, Windy sangat mencintai Seno, hingga tanpa tahu malu tante datang kepadamu dan memintamu untuk meninggalkan Seno. Maafkan Tante, Rana."


Rana membalas pelukan Winda.


Saat ini hatinya benar-benar bingung. Entah apa jalan yang akan Rana ambil dengan situasi yang sesulit ini.


Seperti apa yang Rana katakan kepada Aurel.


Winda menguraikan pelukannya sekali lagi dia meminta maaf kepada Rana karena telah lancang meminta Gadis itu untuk meninggalkan suaminya. Tapi dia tetap tidak menyerah berharap jika Rana mau mengerti. Sampai dengan teganya, Winda berkata.


"Rana, jika memang kamu tidak bisa berpisah dengan Seno tidak masalah. Tapi izinkan Windy untuk memasuki kehidupan kalian."


DEG!


"Maksud Tante?"


"Biarkan Windy dan Seno bersama, tante pun tidak akan keberatan jika Windy menjadi yang kedua. Mungkin ini terlihat tidak masuk akal dan kejam. Tapi Tante melakukan ini semua demi Putri semata wayang tante, demi kebahagiaannya, tolong pikirkan ini Rana, tante tidak akan memintamu untuk meninggalkan Seno, tapi Tante hanya memintamu untuk membiarkan Seno bersama dengan Windy."


Rana sudah merasakan panas di dadanya dia sungguh tidak menyangka ada seorang ibu yang dengan tega mengatakan hal seperti ini kepada nya. Meminta anaknya untuk menjadi yang kedua di pernikahan orang lain sungguh tidak masuk akal dan tidak bisa diterima dengan akal sehat.


"Sekali lagi saya katakan kepada tante, datang lah pada Mas Seno, dan minta lelaki itu untuk melepaskan saya. Jadi tante tidak perlu memohon seperti ini sampai merendahkan harga diri anak tante agar bisa menjadi yang kedua di pernikahan saya dan Mas Seno, sekalipun saya memilih untuk meninggalkan Mas Seno. Itu bukan karena permohonan Tante, tapi karena saya benar-benar ingin meninggalkan Mas Seno."


Di saat Winda ingin kembali berucap Rana langsung menghentikannya.


Rana sudah tidak mau lagi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Winda karena itu akan semakin menyakitinya dan membuatnya merasa bersalah. Rana memutuskan pergi dari sana tanpa mengambil pakaiannya karena dia berniat untuk langsung pulang ke Kota XXX tempatnya tinggal selama ini.


šŸāœØšŸāœØšŸ


"Apa! kamu tidak jadi menginap! kenapa?"tanya Lina yang terkejut tiba-tiba Rana mengurungkan niatnya untuk tinggal di sana sampai menunggu Seno pulang.

__ADS_1


begitu juga dengan kakek Arif pria yang sudah tua ini langsung membujuk Rana agar tetap di sana untuk sementara waktu.


"Maafkan aku kek, Bu. Di rumah sakit tempatku bekerja sedang membutuhkan banyak perawat, karena ada bencana di sana dan sudah pasti rumah sakit akan banyak pasien, kasihan rekan-rekanku jika mereka harus bekerja keras sedangkan aku hanya diam di sini."


Lina dan Arif mengangguk, sama seperti Seno. Rana pun memiliki tugas dan kewajibannya sebagai seorang perawat.


"Baiklah, Ibu mengerti itu. Kamu pergilah, berhati-hati di jalan, setelah Seno kembali Ibu akan memintanya untuk langsung menemuimu."


Rana mengangguk dan siang itu juga dia berangkat kembali ke Kota XXX dengan diantar Aurel, saat ini Aurel memutuskan untuk ikut dengan Rana ke Kota XXX karena dia sudah mengambil cuti beberapa hari ke depan. Dan Gadis itu akan menghabiskan waktu liburannya di kota kelahiran sahabatnya.


šŸāœØšŸ


Di sepanjang perjalanan, Rana hanya melamun.


"Apa kau yakin dengan keputusan ini?"tanya Aurel.


"Iya."


"Jika kamu mengambil keputusan ini hanya karena memikirkan perasaan Windy dan ibunya kau salah besar Rana, apa kamu tidak memikirkan perasaanmu dan Seno?"


"Seno masih mencintai Windy Rel?"


"Kau tahu dari mana jika lelaki itu masih mencintai Windy?"


"Sekalipun Mas Seno memang sudah tidak mencintai Windy lagi, sepertinya aku memang harus melupakannya. Windy hadir jauh sebelum aku di hidup Mas Seno."


"Lalu apa yang akan kau lakukan? bukan Seno tidak akan menceraikan mu?"


"Aku yang akan memintanya dengan bersungguh-sungguh. Sepertinya, dengan Mas Seno mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Windy, dia akan menyetujui permintaanku."


Aurel hanya menghela nafas.


"Kamu tidak usah berkorban sejauh ini untuk orang lain Rana, pikirkan saja kebahagiaanmu. Biarkan Windy mencari kebahagiaannya sendiri tidak perlu kan dia merebut kebahagiaan kau dan Seno."


Bersambung..


šŸāœØšŸāœØ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø

__ADS_1


__ADS_2