
Selamat membaca š¤
ššš
Dengan tangan yang bergetar karena hatinya sedang bergemuruh, Seno mengulurkan tangannya menyambut ucapan selamat dari Dokter yang membawakan kabar ajaib ini.
Rana yang sejak tadi diam, ikut bicara untuk memastikan jika yang ia dengar beberapa detik lalu bukan dari imajinasinya.
"Dok, apa Anda tidak salah?"
Dokter melirik Rana, dan ia kembali meyakinkan Rana yang terlihat seperti belum mempercayai apa yang dia katakan.
"Tidak Bu, saya pastikan apa yang saya sampaikan pada Bu Rana sesuai dengan hasil pemeriksaan yang saya lakukan."
"Tapi Dok..!"Rana terdiam sejenak dan langsung menundukkan kepalanya, sebenarnya ia tidak mau mengatakan tentang Diagnosa dokter beberapa bulan yang lalu karena setiap kali wanita itu mengingat Diagnosa tersebut hatinya merasa sakit dan sedih. Tapi kali ini dia harus menceritakannya agar mendapatkan keyakinan dari kabar yang menurutnya sangat mustahil ini.
Seno menggenggam erat tangan Rana, ia seperti sedang menyalurkan tenaga dalam di saat istrinya itu menceritakan apa yang terjadi padanya menurut hasil pemeriksaan dokter beberapa yang lalu.
***
Setelah mendengar cerita dari Rana dokter ikut meraih dan menggenggam tangan Rana.
"Bu, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak, Memeng terdengar mustahil bagi kita yang hanya manusia biasa, tapi tidak bagi Sang Pencipta yang memiliki kesempurnaan dan kuasa di Dunia ini, ini adalah bukti bahwa Tuhan membalas kesabaran dan keikhlasan Ibu Rana dan keluarga."
Rana mengangguk, ini adalah keajaiban baginya. Rana masih melakukan pengobatan tapi Tuhan sudah memberikan dia hadiah yang sangat luar biasa ini, bahkan dalam mimpipun Rana tidak bisa berharap akan pemberiannya ini.
"Jadi, istri.. Sa.. Saya Hamil, dok?"tanya Seno dengan suara yang terbata-bata.
"Benar Pak, istri Anda benar-benar Hamil, dan mulai dari sekarang peran Pak Seno sangat di perlukan untuk mendampingi kehamilan Ibu Rana. Tolong jaga baik-baik kandungan istri Bapak,"ucap Dokter tersebut.
__ADS_1
Dengan mata yang berkaca-kaca, Seno mengangguk yakin.
"Tentu Dok, saya akan menjaga istri dan calon Anak saya dengan sangat baik. Terima kasih."
Setelah berdialog bersama dokter, masih dengan mata yang berkaca-kaca, Seno beralih pada Rana.
"Sayang, aku yakin ini pasti akan terjadi. Terima kasih."Dan lelaki itu langsung membawa sang istri tercinta kedalam pelukannya.
Berulang kali Seno mengucapkan kata-kata Terima kasih untuk istrinya, dia bahagia sangat bahagia dengan kabar ini. Meskipun Seno selalu meyakinkan Rana jika tidak akan ada yang berubah dan tidak akan mengurangi sedikitpun rasa kasih dan cintanya, sekalipun istrinya tidak bisa memberikan anak untuknya. Tapi Seno sangat tau jika Rana sangat terpukul dan sedih dengan apa yang menimpanya meskipun wanita itu selalu berkata baik-baik saja tapi Seno tau jika hatinya tidak baik-baik saja.
Tapi hari ini, Seno bisa melihat senyum dan tangis harus yang sangat membahagiakan di wajah istrinya itu.
"Terima kasih Tuhan, engkau telah mempercayakan kami untuk menjaga titipanmu. Yang paling membuatku bahagia saat ini karena aku melihat kebahagiaan dari mata istri ku. Sekali lagi Terima kasih Tuhan."
****
Setelah keluar dari Rumah Sakit dan sepanjang perjalanan suami istri ini selalu mengembangkan senyum Seribu Waat.
"Sayang, katakan padaku jika ada sesuatu yang kau inginkan."Kata Seno sambil menggenggam tangan istrinya.
"Baik Mas,"sahut Rana dengan tersenyum bahagia.
***
Sesampainya di Rumah, dengan gerakan seperti kilat karena hatinya sedang berbunga-bunga. Seno membuka pintu mobil untuk istrinya.
"Aku akan menggendong mu."Kata Seno yang sudah akan bergerak untuk melancarkan aksinya.
"Tidak perlu, Mas. Aku bisa jalan sendiri."Tolak Rana dengan halus.
__ADS_1
"Tapi dokter bilang kau tidak boleh lelah."
"Iya, tapi aku hanya jalan dari sini ke Rumah tidak akan lelah, Mas,"kata Rana yang menunjuk pintu Rumah yang hanya berjarak kurang dari 5 meter.
Tapi Seno tidak mau tau, dia sudah menanam dalam-dalam di otak dan hatinya apa yang tadi dokter katakan dan pesan untuknya, jika Istrinya tidak boleh lelah dan harus banyak beristirahat.
Ia langsung membopong istrinya itu, untuk masuk kedalam Rumah.
Kartika yang mendengar suara mobil segera keluar Rumah, namun wanita paruh baya itu sangat terkejut ketika melihat Seno yang sudah masuk dengan membopong Rana.
"Seno, Rana kenapa? Apa terjadi sesuatu?"panik Kartika yang melihat anaknya harus di bopong hanya untuk masuk kedalam Rumah saja.
"Aku tidak apa-apa Bu,"sahut Rana dengan cepat. Lalu dia meminta Seno untuk menurunkannya.
Kartika yang masih bingung dengan kedua orang yang ada di hadapannya semakin mendekat.
Dan dengan semangat 45, Seno maraih tangan ibu mertuanya sambil berkata.
"Bu, Rana Hamil!"
Bersambung..
šššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya ya š¤
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø