
Selamat membaca š¤
ššš
"Tidak bisa bagaimana? tentu saja aku bisa turun di sini. Cepat buka pintunya?"pinta Olivia.
Namun Dika enggan untuk melakukan.
"Aku harus bertanggung jawab untuk mengantarmu sampai depan pintu, apa kau lupa dengan yang di katakan Ibi dan Ayahku tadi?"sahut Dika.
"Tapi mereka menyuruhmu mengantar kekasihmu kan! Sedangkan aku bukan kekasihmu. Dan apa kata Mamah jika dia melihat kau yang mengantarkan aku pulang?"
"Mamah pasti marah besar."
"Benar juga yah,"ujar Dika sambil berfikir sejenak, sangat berisiko jika Vera tau dia yang mengantarkan Olivia pulang.
Tapi dia juga harus mengantar Olivia pulang sampai depan Rumah seperti apa yang di amanatkan orang tuanya, tanpa harus di curigai oleh Vera.
"Jangan kebanyakan berfikir, cepat sedikit."Kata Mawar yang sudah berubah menjadi Olivia dan siap untuk bertemu dengan Vera.
"Ayo cepat buka, Mamah pasti marah jika aku terlambat."Olivia mengulangi permintaannya dengan kesal.
"Tunggu, beri aku waktu untuk berfikir sebentar,"sahut Dika.
"Lelaki ini gemar sekali berfikir di waktu yang tidak tepat."
**
Tidak akan aman jika harus menurunkan Olivia di tengah jalan seperti ini, dengan situasi yang gelap dan sepi. Pasti akan memancing kejahatan.
Dika menyalahkan kembali mesin mobilnya. Dan hal ini semakin membuat Olivia Panik.
"Hei, kenapa jalan?"
"Tentu saja, bukankah kau terburu-buru. Jadi aku harus cepat kan."Sahut Dika yang kembali melajukan Mobilnya.
"Cepat hentikan mobilnya, aku turun di sini saja,lagi pula dari sini ke Rumah jaraknya sudah tidak jauh."
Namun Dika tetap tidak mengindahkan omongan dari Olivia.
__ADS_1
***
Mobil hitam yang dikendarai Dika memasuki halaman rumah Vera setelah satpam yang berjaga di sana membuka pintu gerbang.
Olivia yang terlihat kesal hannya bisa memicingkan mata ketika melihat Dika, entah apa yang harus dia katakan nanti kepada Vera karena dia di antar pulang oleh Dika.
"Kau tidak usah ikut turun, terima kasih."Kata Olivia saraya membuka sabuk pengaman lalu dia turun dari mobil dengan cepat.
"Via!"panggil Vera yang tengah berdiri di ambang pintu.
"Mamah, maaf, aku terlambat pulang."
Vera tidak memperdulikan permintaan maaf dari putrinya dia lebih tertarik dengan seseorang yang masih berada di mobil.
"Siapa dia?"tanya Vera dengan nada suara tidak suka.
Namun, belum sempat Olivia menjawab pertanyaan dari Vera, Dika sudah lebih dulu keluar dari mobil dan menyapa teman dari ibunya itu.
"Selamat malam, Tante Vera, bagaimana dengan kabar Tante, sudah lama kita tidak bertemu."
Melihat ada lelaki lain yang mengantar putrinya pulang tentu saja membuat Vera tidak suka. Dia memicingkan mata menatap Dika, Lalau beralih pada Olivia.
"Inilah yang aku takutkan, Mamah pasti marah jika aku diantar pulang dengan lelaki selain Rega."
"Tidak Mah, aku tidak sengaja bertemu dengan Dika saat sedang menunggu taksi, dan kebetulan, Dika juga ingin pergi ke tempat yang satu arah. Jadi aku menumpang agar bisa cepat sampai ke rumah."
Vera meneliti Olivia, Dia sedang mencari-cari apakah anaknya itu Tengah berdusta atau berkata jujur.
"Cepat kau masuk, ada yang ingin Mama bicarakan kepadamu."
Olivia mengangguk dan ia segera masuk ke dalam rumah tanpa bicara apapun lagi.
Vera melangkah mendekati Dika.
"Dika, saya tahu dan saya menghargai kau sebagai anak dari anak Ana, tapi kau sudah menolak perjodohan dengan anak saya secara mentah-mentah. Dan sekarang Olivia akan segera menikah dengan lelaki yang baik dan juga tampan. Jadi saya minta, Jangan pernah mendekati atau bertemu dengan Olivia dengan alasan apapun. Di saat kau memutuskan perjodohan yang sudah saya rencanakan dengan Ana sejak beberapa tahun yang lalu, di saat itu jugalah Saya memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan kalian."
Dika sangat bingung dengan kata-kata yang diucapkan Vera, Kenapa dia bisa bicara seperti itu bukankah dia bersahabat baik dengan ibunya tapi kenapa hanya karena pembatalan perjodohan Dia terlihat seperti tidak lagi menyukai Ana bahkan terlihat membenci dirinya.
"Maaf Tante, sepertinya tante salah paham. Seperti apa yang dikatakan Olivia tadi, bahwa kami secara tidak sengaja bertemu dan....!"
__ADS_1
"Cukup!"potong Vera,"sekarang kau boleh pergi, Terima kasih sudah mengantar Olivia pulang tapi untuk kedepannya jika kau melihat Olivia di lain waktu dan di lain tempat Tolong jangan menyapanya apalagi sampai berani menawarkan atau memberikan dia tumpangkan."Sambung Vera.
Dika hanya bisa mengagguk, dia tidak mungkin berbicara lebih melihat Vera yang sepertinya sangat emosi kepada dirinya.
"Ibu bilang, dia ramah, tapi ko seperti ini." Batin Dika.
"Tunggu apalagi, cepat pulang dari sini."Sentak Vera
"Iya, ini aku mau pulang."Sahut Dika dan dia segera masuk kembali ke dalam mobilnya dan pergi dari sana.
Selepas Dika pergi, Vera mengepalkan kedua tangannya Dia terlihat sangat geram lalu masuk ke dalam rumah dengan menghentakkan kakinya.
"OLIVIA!"panggilnya dengan suara menggema.
"Iya, Mah."
"Cepat jelaskan pada Mamah, Kenapa kau tidak menemui Rega malam ini. sudah puluhan kali dia menghubungi Mama menanyakan keberadaanmu, bahkan di Butik pun kau tidak ada, bukankah kau hari ini tidak melakukan kursus? lalu ke mana kau seharian?"
"Maaf Mah, ada beberapa hal yang sedang aku kerjakan di luar butik."
"Apa? apakah hal itu sangat penting sampai kau mengabaikan Rega, calon suamimu sendir?"
"Tidak seperti itu Mah."
"Cukup! Mamah tidak mau mendengar alasan apapun lagi, cepat kau hubungi Rega dan minta maaflah padanya. Jangan pernah membuat calon suamimu itu kecewa."
Dengan pasrah. Olivia hanya bisa mengangguk dan menghubungi Raya.
Bersambung..
ššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini.
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļø
__ADS_1