
Selamat! Membaca š¤
āØšāØšāØšāØ
Lebih dari 7 jam lamanya menempuh perjalanan. Rana dan Aurel sampai tengah malam, di rumah Kartika dan Ridwan.
Karena lelah, Aurel pamit segera tertidur begitu juga dengan Rana. Tidak ada pertanyaan apapun dari Kartika karena dia tahu putrinya itu sedang lelah setelah menempuh perjalanan panjang sehingga dia membiarkan Rana untuk beristirahat. Karena esok hari, mungkin Rana sudah mulai melakukan tugasnya di rumah sakit.
Bukan Rana berbohong kepada Lina. Dengan mengatakan ada bencana di kota tersebut karena itu memang adanya. Kebakaran parah terjadi di hutan pinggiran kota ini, hingga menyebabkan beberapa warga mengalami sesak nafas dan batuk-batuk, banyak warga yang dirawat di rumah sakit.
āØšāØš
Keesokan harinya.
"Rana, kamu baik-baik saja Nak?"tanya Kartika.
"Aku baik-baik saja bu, kenapa apa ibu selalu menanyakan ini, aku akan selalu baik-baik saja dan tidak akan terjadi apa-apa padaku."Sahut, Rana yang tentu saja menyembunyikan semua kegalauan dan kegelisahannya di depan Kartika karena dia tidak mau membuat ibunya itu bersedih dan berpikir keras karenanya, sudah cukup selama 4 tahun Ibunya bersedih karena melihatnya terpuruk.
"Kamu ingin ke rumah sakit?"tanya Kartika kembali.
"Tidak Bu, sepertinya aku akan langsung ke posko bencana karena rumah sakit sudah tidak bisa menampung pasien. Dan sebagian pasien dialihkan di sana."
"Berhati-hatilah nak. Jaga dirimu baik-baik."Pesan Kartika.
"Ibu Kartika jangan khawatir, aku akan menjaga Rana dengan sangat baik."Dan Aurel yang menyahutinya.
Kami pergi dulu Bu, pamit Aurel dan Rana secara bersamaan.
Aurel pemilih ikut bersama Rana daripada dia harus menghabiskan waktu di rumah karena dia ingin lebih berguna membantu masyarakat yang tengah terkena musibah di sana.
šāØšāØ
Sementara di tempat lain.
Seno sudah kembali dari tugasnya, dia dilanda kekhawatiran ketika mendapat pesan dari Rana bahwa istrinya itu kembali ke kota XXX karena dia pun ada tugas di sana dan meminta Seno untuk tidak datang atau menjemputnya.
Rana memang belum mengatakan kepada Seno. Bahwa ia ingin tetap berpisah, karena Rana tidak mau jika Seno kepikiran tentang masalah ini dan mengganggu pekerjaannya, Rana hanya mengatakan bahwa dia kembali ke rumah sakit karena tugas. Tampa mengatakan apapun yang sudah terjadi pada dirinya termasuk kedatangan Winda yang menemuinya. Rana akan mencari waktu yang tepat untuk bicara dengan Seno agar lelaki itu mau melepaskannya.
āØšāØš
"Seno, apa kamu memikirkan Rana?"tanya Lina yang melihat Seno hanya dia menatap makanannya di piring, saat ini keluarga itu Tengah sarapan bersama.
"Apa Ibu merasakan ada sesuatu yang aneh dengan Rana?"
"Tidak! Memangnya ada apa?"
"Tidak ada apa-apa cuma sejak pagi tadi aku tidak menghubunginya, ponselnya tidak aktif."
"Rana sedang berada di Rumah Sakit, mungkin dia mematikan ponsel karena ia sedang sibuk, mengertilah Seno."
Seno Mengangguk. Namun entah kenapa hatinya masih gelisah ia yakin ada sesuatu yang terjadi pada Rana.
"Seno!"panggil Lina.
"Iya Bu?"
"Kenapa kau tidak mengatakan siapa Windy kepada Rana, malah Rana sampai mengetahuinya dari orang lain?"
"Apa?"Seno terkejut,"Mengetahui sendiri, maksud ibu?"Tanyanya.
"Kamu tidak menceritakan masa lalu mu dengan Windy kepada Rana, tapi Rana tahu bahwa kau pernah menjalin hubungan dengan Windy, kamu tahu kan Seno jika Windy itu teman Rana dan dia juga wanita dari masa lalu mu, seharusnya kamu cepat menceritakannya kepada Rana. Jangan sampai orang lain terlebih dahulu memberitahunya hingga menimbulkan kesalahpahaman di antara kalian berdua."
"Aku sudah akan menceritakannya bu tapi Rana tidak mau mendengarkannya. Jadi Rana sudah mengetahuinya?"
"Apa ini yang membuatnya bersikap aneh kemarin saat aku bertemu dengan Windy Rana semakin terlihat aneh."
"Cepat jelaskan lah kepada Rana, tentang hubungan kalian jangan sampai Rana salah paham, dan apa kau tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Windy hingga dia meninggalkanmu saat itu?"
Seno terdiam dia kembali mengingat cerita dari Winda lalu perlahan ia mengangguk.
"Kamu sudah mengetahuinya?"
__ADS_1
"Iya Bu. Tante Winda datang menemui ku dan menceritakan semuanya."
"Lalu?"
Seno menggeleng.
"Apa kau merasa simpati kepada Windy?"
"Tentu saja, siapapun akan merasa simpati ketika mendengar cerita seperti itu. Tapi aku sudah tidak memiliki perasaan apapun kepada Windy hingga aku hanya memiliki perasaan kasihan dan simpati saja kepadanya tidak lebih dari itu."
Lina lega, setelah mendengar pengakuan dan keyakinan dari putranya secara langsung hingga ia tidak perlu khawatir lagi kalau Seno berbelok hatinya kembali kepada Windy karena Lina tahu Windy adalah orang yang paling Seno cintai dahulu.
"Ceritakan itu juga kepada Rana, dia harus tahu. Jangan pernah ada yang ditutup antara kalian berdua. Perasaan wanita itu sangat sensitif Seno. Kamu harus mengerti dan bersabar."
Seno mengangguk. Dan sia mengatakan bahwa Seno, akan segera menjemput Rana kembali setelah semua tugasnya selesai. Karena besok, Seno pun harus kembali berangkat melakukan tugasnya.
"Lakukan apa yang menjadi tugasmu terlebih dahulu karena Rana pun tengah fokus dengan tugasnya, setelah selesai. Kamu datanglah, jemput Rana dan minta maaf kepada kedua orang tuanya."Pesan Lina.
Seno mengangguk.
"Lusa aku akan menjemput Rana."
šāØšāØ
"Rana? aku ingin bicara denganmu."Kata Vir
Di saat Rana tengah bersiap-siap untuk pulang bersama Aurel.
Rana ragu takut, jika Vir menanyakan soal masalahnya dengan Seno.
Tapi melihat wajah sendu Vir, Rana tidak tega dan akhirnya memilih untuk berbicara dengan lelaki itu.
Vir bercerita banyak. Bahkan lelaki ini pun sudah mengetahui apa yang terjadi kepada Windy dari Wahyu.
Sungguh berita itu cepat menyebar, padahal 6 tahun yang lalu susah payah keluarga Windy menutupinya namun saat ini keluarganya sendiri yang membongkar.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan? setelah kamu mengetahui semua ini?"tanya Vir
Vir tahu jika saat ini, Rana tengah bingung. Dan Vir yang mendapatkan informasi dari Wahyu bahwa sebenarnya Seno masih sangat mencintai Windy. Vir jadi memutuskan sesuatu apa yang ingin ia lakukan.
"Rana, jika besok malam kau ada waktu aku ingin mengajakmu makan malam. Sudah lama kita tidak makan bersama."Kata Vir, setelah ia bercerita kepada Rana.
"Maaf dokter Vir, bukan maksud aku menolakmu tapi aku sedang bersama Aurel tidak mungkin aku pergi berdua denganmu Bagaimana dengan Aurel?"
Vir terkekeh.
"Tentu saja kita mengajaknya juga. mana mungkin kita meninggalkannya."
Rana tersenyum.
"Baiklah, tidak masalah jika Aurel ikut. Aku setuju."
"Aku akan menjemputmu besok malam."
Setelah sepakat, akan makan malam bertiga. Mereka pun kembali pulang ke rumah masing-masing.
āØšāØš
"Vir, Mama ingin bicara denganmu?"seorang wanita dengan penampilan yang glamour menghentikan langkah Vir yang ingin masuk ke dalam kamarnya. Dia adalah, Mayang orang tua Virgoun.
"Iya mah."Vir menghentikan langkah kakinya ingin mendengarkan apa yang ibunya bicarakan.
"Duduklah!"Titah Mayang seraya menunjuk kursi panjang yang ada di ruangan keluarga.
Dan karena Vir, memang anak yang patuh dia pun segera duduk siap mendengarkan apa yang ingin Mayang katakan.
"Mama dengar, kamu mempunyai hubungan khusus dengan seorang wanita di rumah sakit kita. Apa itu benar?"
Mayang mendengar desas-desus kedekatan Vir Rana.
"Benar."sahut Vir, dengan terus terang tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Vir, siapa gadis itu. Apa dia dokter spesialis di rumah sakit kita?"
Vir menggeleng.
"Bukan, dia sebagai perawat di Rumah Sakit."
"Apa? Perawat!"Mayang sampai mengusap dadanya karena tidak percaya dengan anaknya ini, yang memiliki hubungan dengan Seorang perawat biasa.
"Kenapa Mama terkejut seperti ini?"
"Vir, sebenarnya Mama sudah sangat keberatan jika kamu menjalin hubungan dengan wanita yang bekerja di Rumah Sakit kita. tapi mama mau mencoba sedikit memahami pilihanmu jika itu seorang dokter spesialis. Tapi kenapa harus seorang perawat biasa? apakah tidak ada wanita lain di rumah sakit itu. Makanya mama sering mengatakan padamu untuk bekerjalah di rumah sakit luar negeri yang saat ini papah mu kelola, agar kamu bisa menemukan wanita yang cocok untukmu di sana."Mayang terlihat sangat emosi.
Begitu juga dengan Vir.
"Kenapa? kenapa Mama mempermasalahkan dia hanya Seorang perawat biasa, bukankah dia juga wanita hebat dia juga sama-sama berjuang dan hampir menghabiskan semua waktunya di rumah sakit untuk membantu para dokter merawat pasien. Dia wanita baik-baik, aku sudah mengenalnya sejak lama dan aku pun sudah sangat menyukainya bahkan mencintainya sejak lama."
Mayang semakin geram dengan perkataan anaknya itu. Namun dia segera menenangkan hatinya.
"Mah, aku bukan hanya menyukai Rana tapi aku juga berniat untuk menikahinya."Kata Vir dengan bersungguh-sungguh.
"Jadi nama wanita itu Rana?"Sahut Mayang.
Vir mengangguk.
"Dia gadis baik mah, aku juga sangat menyukai Rana."
Setelah menarik nafasnya dalam-dalam dan berpikir secara jernih, Mayang pun berkata.
"Baiklah, Mama akan merestui pilihanmu. Pertemukan Mama dengan gadis itu?"
Vie tersenyum lebar, sebelum dia mengatakan kepada Mayang, Mayang lebih dulu menanyakannya dan seperti dugaan Vir bahwa Mayang akan merestui pilihannya yang ingin mempersunting Rana.
Entah salah atau benar apa yang Vir lakukan ini, karena dia sendiri pun tahu jika Rana itu masih istrinya Seno, tapi sepertinya permasalahan antara Windy dan Seno menjadi patokan dan keyakinan Vir bahwa Rana akan tetap berpisah dengan Seno.
Sehingga dia bisa menyimpulkan, bahwa Rana akan bersamanya hingga Vir berani mengatakan ini kepada Mayang ibunya. Tapi api Vir juga tidak tahu, apakah Rana bersedia, bahkan tidak menutup kemungkinan jika Gadis itu marah dengan apa yang dilakukan Vir saat ini.
"Baiklah secepatnya aku akan mempertemukan Mama dan Rana, tapi tunggu saatnya tiba, karena ada beberapa hal yang harus aku selesaikan sebelum membawa Rana kepada mama dan papa."Kata Vir, meyakinkan ibunya.
Mayang mengangguk.
"Mama akan menunggunya."
Dengan senang, Vir memeluk Mayang sambil mencium pipi wanita paruh baya namun masih terlihat muda itu.
"Terima kasih Ma. Aku yakin Mama tidak akan menyesal karena telah merestui pilihanku ini."
"Baik. Mama percaya padamu, sekarang beristirahatlah seharian kau berada di rumah sakit. Kamu pasti lelah."Ujar Mayang dengan mengusap rambut Vir.
Vir mengangguk dan dengan hati yang berbunga-bunga senang luar biasa, Vir masuk ke dalam kamar. Dia sudah mendapatkan restu dari Mayang ibunya. Tinggal menyelesaikan masalah Rana dan Seno.
**
Namun tanpa Vir duga, Mayang diam-diam mencari tahu asal-usul Rana. Dia mengorek semua informasi tentang wanita pilihan anaknya itu karena ia tidak mau jika Putra semata wayangnya, pewaris tunggal seluruh hartanya yang bergelimang. Menikah dengan wanita sembarangan yang tidak tahu asal-usul bebet dan bobotnya.
****
Keesokan harinya.
Sarah, ternyata datang ke rumah ibunya dia bermaksud untuk menemui Rana agar adiknya itu tidak kembali tergoda dengan Seno. Dan Sarah pun menceritakan kepada Kartika. Begitu juga dengan Rana yang menceritakan kebenaran 4 tahun yang lalu, apa saja yang terjadi kepada Seno hingga membuat lelaki itu tidak datang menjemputnya jika dia benar-benar sudah menyesali semua kesalahannya.
Bersambung..
šāØšāØšāØ
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š¤
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø
__ADS_1
āØšāØšāØ