4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Kerjasama.


__ADS_3

Selamat membaca šŸ¤—


šŸšŸšŸ


"Jadi apa yang kau inginkan?"tanya Olivia.


"Bagaimana kau bisa bertanya seperti ini?"sahut Dika.


"Kau memata-matai ku, menjebak ku seperti ini. Pasti ada sesuatu yang kau inginkan dariku kan?"Olivia yang sudah bisa menebak apa yang ada di pikiran Dika.


Dika menghela nafas.


"Kenapa sekarang aku terdengar seperti seorang penjahat yang pintar memanfaatkan kesempatan,"gumam Dika.


"Cepat katakan apa yang kau inginkan, aku akan memenuhinya dan setelah itu aku ingin tidak ada hubungan apapun lagi dengan mu dan yang paling penting, jangan beritahu soal Mawar pada Mamah dan Cilla, bahkan pada semua orang, baik yang aku kenal atau tidak. Jau harus berjanji untuk merahasiakan semuanya."Kata Olivia.


Dika mengangguk, dia tau jika Olivia paling tidak mau jika penyamarannya sebagai Mawar di ketahui orang lain. Meskipun Dika belum tau alasannya, tapi lelaki itu ingin memanfaatkan sedikit saja situasi ini. Paling tidak untuk mengulur waktu.


**


Sebelum bicara serius, Dika meminta Olivia untuk duduk terlebih dahulu. Dan dengan patuh gadis itu duduk berhadapan dengan Dika.


Wajah sudah Dika Stel sebaik mungkin agar Olivia terlihat takut dan akan mengiyakan permintaannya.


"Aku tidak bermaksud memanfaatkan situasi ini, dan aku juga tidak bermaksud ikut campur atas apa yang sedang kau lakukan saat ini. Tapi aku rasa ini adalah takdir dari Tuhan untuk kita saling membantu dan bekerja sama."Kata Dika dan setelah mengatakan itu dia diam sejenak.


"Kerja sama seperti apa yang kau maksud?"Tanya Olivia.


"Olivia, saat ini aku sedang dalam kesulitan dan bisa menjadi masalah besar jika aku tidak langsung menyelesaikan."Dika menarik nafasnya dalam-dalam dan diapun menceritakan janjinya pada kedua orang tuanya yang akan membawa calon menantu untuk mereka sesegera mungkin, tapi sepertinya akan gagal karena sampai saat ini hati Dika masih di isi dengan nama Aurel.

__ADS_1


Olivia hanya bisa menggelengkan kepalanya di saat Dika bercerita, dalam hati gadis itu berkata.


"Aku pikir dia sudah memiliki kekasih hingga menolak perjodohan. Tapia nyatanya dia sedang kesulitan dalam mencari jodoh. Kasihan sekali."


"Itulah masalah ku saat ini,"kata Dika setelah dia menuntaskan ceritanya.


"Lalu apa yang kau inginkan dariku? Apa kau ingin aku membantu mu untuk mencarikan istri yang sesuai kriteria Tante Ana?"tanya Olivia.


Dika langsung melebarkan matanya menatap Olivia.


"Apa kau pikir aku tidak bisa melakukan itu sendiri?"


"Jika kau bisa kenapa tidak langsung mencari saja, kenapa harus melibatkan aku,"kesal Olivia.


"Dia ini gampang sekali marah, sepertinya ibu salah yang mengatakan jika gadis ini, gadis yang lembut dan penyabar."Gumam Dika, dan gumaman itu masih bisa terdengar jelas oleh Olivia. Namun gadis itu tidak perduli dengan gumaman Dika yang meledeknya.


"Jika sudah tidak ada lagi yang di bicarakan aku mau pergi."Ujar Olivia dan sudah akan beranjak dari duduknya.


"Berpura-pura lah menjadi kekasihku lalu temui Ibu dan Ayah."


Olivia terbelalak mendengar ucapan lelaki itu.


"Apa kau sedang kesurupan?"tanya Olivia.


"Kesurupan! Ini bukan di kuburan atau tempat keramat. Tentu saja tidak!"sahut Dika sangat yakin.


"Baiklah kalau tidak, aku rasa aku yang salah mendengar."Kata Olivia.


"Jadi bagaimana, ku bersedia kan?"tanya Dika.

__ADS_1


"Bersedia apa?"


"Berpura-pura untuk menjadi kekasihku lalu temui ibu dan ayahku."


"Jadi aku tidak salah mendengar, lelaki ini seperti sedang dalam kondisi tidak baik."


"Kenapa kau diam? Kau setuju kan!"


"Tentu saja tidak!"Sahut Olivia dengan cepat dan tegas,"Aku sudah mempunyai calon suami."Sambung Olivia.


"Aku tau itu, aku juga tidak memintamu untuk menjadi kekasihku sungguhan. Hanya berpura-pura saja, sampai aku benar-benar bisa membawa calon menantu yang sesungguhnya."Ujar Dika.


"Tetap tidak bisa, apa kau tidak berpikir jika semuanya akan menjadi sulit. Tente Ana mengenali aku dan aku sudah akan bertunangan, bagaimana bisa kau mengajukan permintaan gila ini!"


"Itu akan terjadi jika kau yang melakukannya, tapi mereka tidak akan mengenali dan semua akan baik-baik saja jika yang menemui ibu ku adalah, Mawar. Bukan Olivia."Kata Dika.


Mawar terdiam sejenak. Di mulai paham apa yang dimaksud Dika.


"Tidak akan lama, hanya satu bulan saja."Ucap Dika kembali, untuk meyakinkan Olivia.


Bersambung.


šŸšŸšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļø


__ADS_2