
Selamat! Membaca š¤
āØšāØšāØšāØ
Di saat Seno dan Dika sudah berangkat untuk melakukan tugas mereka.
Rana tengah menemani Lina, di sini Lina menceritakan siapa Windy sebenarnya.
"Aku sudah tahu Bu."sahut Rana setelah Lina menceritakan bahwa Windy adalah mantan kekasih Seno namun Lina tidak menceritakan apa yang terjadi kepada Windy 6 tahun yang lalu karena dia benar-benar tidak mengetahui soal itu.
"Kamu tahu dari mana? Apa Seno yang menceritakannya?"
"Bukan Bu, Ibu tidak usah memikirkan itu. Lebih baik Ibu beristirahat agar cepat sembuh."Rana yang tidak mau membicarakan tentang Seno dan Windy memilih untuk mengakhirinya, ia menarik selimut dan menyelimuti setengah badan Lina.
"Rana. Jangan pikirkan apapun, Windy hanya masa lalu Seno. Tapi sekarang Seno hanya mencintaimu. Percayalah pada ibu, Seno tulus padamu dan dia tidak akan pernah menyakitimu."Kata Lina.
Rana mengangguk.
Rana menemani Lina sampai wanita itu tertidur setelah dokter memberikannya obat. Dan di saat itu sahabatnya Aurel datang.
Mereka duduk di luar kamar Lina.
"Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa kamu terlihat murung seperti ini?"tanya Aurel.
"Aurel, Windy adalah wanita dari masa lalu mas Seno."
"Aku tahu itu, dan kemarin aku yang mengatakannya padamu kan?"
"Benar, tapi kamu tidak tahu bukan, apa yang terjadi, sehingga mereka harus berpisah sedangkan Windy masih sangat mencintai Mas Seno. Tapi sepertinya bukan hanya Windy yang masih mencintai Mas Seno, aku rasa. Mas Seno pun masih menyimpan rasa pada Windy."
"Apa maksudmu?"kaget Aurel.
Dan untuk meringankan, beban di hati dan pikirannya yang kacau. Rana menceritakan apa yang dia tahu kepada Aurel.
................
..................
"Bukankah ini tidak adil untuk Windy?"tanya Rana, setelah dia menceritakan semuanya pada Aurel.
"Maksud mu?"
"Windy harus melepaskan cintanya dan orang yang dia sayangi atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan, dia korban tapi dia harus menerima penderitaan sampai membuatnya trauma selama bertahun-tahun. Aku tidak tahu jika rasanya menjadi Windy, mungkin aku sudah memilih untuk mengakhiri hidupku."
"Rana, aku pun sama sepertimu sangat prihatin dengan apa yang terjadi kepada Windy. Tapi ini sudah takdir, dan tidak ada yang bisa mengubah dan melawan yang namanya takdir. Kita doakan saja semoga Windy bisa mendapatkan lelaki yang bisa menerima dan mencintainya dengan tulus serta menerima apa adanya, Windy orang yang baik dan tulus, aku yakin banyak lelaki yang akan menerima dan mencintainya. Karena saat ini Windy memang harus melupakan Seno, karena Seno hanyalah masa lalu dalam hidupnya. Kamu Jangan pikirkan apapun, pikirkanlah kebahagiaanmu Karena kamu pun pernah mengalami masa terpuruk. Jadi berbahagialah untuk dirimu sendiri jangan memikirkan orang lain."Kata Aurel, sambil menyentuh pundak Rana. memberi kekuatan untuk temannya.
__ADS_1
"Andai aku bisa seperti itu, mungkin aku sudah melakukannya sejak dulu. Tapi entah kenapa saat mendengar kisah Windy dan Seno yang berpisah bukan karena sudah tidak saling mencintai, aku merasa bersalah. Aku merasa seperti orang ketiga diantara mereka berdua. Aku merasa bersalah karena telah menerima permintaan kakek Arif dan aku merasa bersalah kenapa dulu aku langsung menyukai dan jatuh cinta kepada Mas Seno saat pertama kali kita bertemu hingga dengan bodohnya aku menerima pinangan dari kakek Arif untuk Mas Seno. Seandainya aku tahu kalau saat itu ada seseorang yang tengah berjuang melawan trauma dan kesedihan dan aku juga tahu saat itu Mas Seno tengah patah hati. Aku tidak akan mungkin menerima dan memasuki kehidupan mas Seno.
Jika pernikahanku dan Mas Seno tidak terjadi, mungkin saja. Mas Seno dan Windy akan bersama dan hidup bahagia."
"Tidak seperti itu Rana, kau pun sudah melewati banyak penderitaan ketika bersama Seno. Mulai dari Seno yang pura-pura mencintaimu, mengabaikan mu, tidak menghargai mu, bahkan mencampakkan mu."Bukan hanya Windy yang menderita.
"Itu Mas Seno lakukan karena hatinya masih terpaut dengan Windy, saat itu mas Seno benar-benar terpaksa menikahi ku Rel. Aku seperti pelarian baginya."Sahut Rana dengan suara lirih.
"lalu? apa yang akan kau lakukan?"tanya Aurel, dengan suara yang sama lirih, seperti merasakan kegundahan hati temannya.
"Entahlah, aku sendiri bingung. Di saat aku mulai yakin untuk menerima Mas Seno kembali dalam hidupku, aku kembali merasa ragu, karena aku takut akan banyak hati yang tersakiti jika aku kembali lagi bersama Mas Seno."
"Rana, sudah aku ingatkan kepadamu untuk tidak memikirkan apapun. Pikirkan kebahagiaanmu, jika kamu ingin kembali dengan Seno kembalilah tanpa harus memikirkan perasaan siapapun, jika Seno benar-benar mencintaimu dia akan membuktikan semuanya berikan dia kesempatan."
Rana diam, dan Aurel kembali memberikan wejangan kepada sahabatnya itu agar menjalani hidupnya seperti apa yang dia inginkan. Tampa terus-terusan memikirkan perasaan orang lain.
****
Keesokan harinya.
Lina yang merasa sudah tidak betah padahal baru satu malam di rumah sakit membujuk Rana untuk mengajaknya pulang, dan dia pun meminta dokter yang merawatnya untuk mengizinkannya pulang karena Lina lebih nyaman dirawat di rumah daripada di rumah sakit.
Dan dengan melalui beberapa pemeriksaan akhirnya! dokter yang merawat Lina pun mengizinkan Lina untuk rawat jalan, dan hari itu juga, Rana akan membawa Lina pulang ke rumah.
"Ibu tunggu di sini. Aku keluar sebentar untuk menemui dokter."Kata Rana.
Di saat Rana pergi dari kamar Lina, di saat itu juga Windy masuk dia mendapat kabar dari rekan dokternya yang merawat Lina bahwa hari ini, Lina akan melakukan perawatan di rumah.
"Kenapa Tante, seharusnya Tante masih dirawat selama beberapa hari ke depan di sini, karena kondisi Tante belum pulih."Ujar Windy.
"Tante ingin dirawat di rumah saja Windy, karena tante ingin menghabiskan waktu bersama Rana. Kaki Tante sudah baik-baik saja kok, Tante sudah bisa berjalan meskipun dibantu dengan tongkat."Sahut Lina.
Windy mengangguk, lalu dia bertanya keberadaan Rana. Dan Lina pun mengatakan bahwa Rana sedang menemui dokter.
"Tante, maaf jika aku menanyakan ini? tante bilang selama beberapa tahun Seno telah berpisah dengan istrinya, kalau boleh tahu apa sebenarnya yang terjadi?"tanya Windy memberanikan diri karena sebenarnya dia di liputi rasa penasaran dengan cerita Seno dan Rana yang hampir bercerai dan berpisah sekian tahun lamanya. Hingga membuat Windy pernah memiliki niat untuk kembali kepada Seno saat pertama kali bertemu dengan lelaki itu setelah 6 tahun mereka berpisah.
"Tidak terjadi apa-apa, hanya terjadi sedikit salah paham saja dan itu tidak serius. Saat ini Seno dan Rana sudah kembali rujuk, mereka akan hidup bersama dan bahagia."Sahut Lina.
Mendengar perkataan itu, Windy memasang wajah sedih. Lina menggenggam tangan Windy.
"Windy Apa yang terjadi?"
"Tidak apa-apa tante."
"Apa kau masih belum bisa melupakan Seno setelah 6 tahun ini?"
__ADS_1
DEG!
Hati Windy tersentak mendengar pertanyaan dari Lina.
"kenapa Tante bertanya seperti ini, itu sudah 6 tahun Tante. Tentu saja aku sudah melupakan dan tidak lagi mencintai Seno. seperti Seno yang sudah melupakanku dan dia sudah memiliki keluarga yang bahagia,"sahut Windy, namun di kata-katanya itu tersimpan kepedihan yang sampai di hati Lina.
"Mungkin kamu bisa membohongi dirimu sendiri Windy, tapi Tante tidak bisa kau bohongi. Tante sudah mengenalmu sejak lama, tante tahu dari tatapan matamu masih seperti dulu di saat kau menatap Seno. katakan pada tante. Apa kamu masih mencintai Seno?"
Windy terdiam, dia bingung harus mengatakan apa, sekalipun dia mengatakan bahwa dia masih mencintai Seno apakah dia bisa kembali dengan lelaki i yang sudah memiliki istri, dan istrinya adalah temannya sendiri.
Tidak mungkin, dia tidak mungkin merusak rumah tangga dan kebahagiaan Rana, hanya karena rasa cintanya yang belum usai pada Seno.
"Windy!"Panggil Lina yang masih menantikan jawaban dari Windy.
Begitu juga dengan Rana yang lagi-lagi tanpa sengaja, dia mendengar sebuah pembicaraan menyangkut Windy dan Seno, Rana berdiri di ambang pintu menunggu jawaban Windy.
Tidak mau menutupi perasaannya, dan mungkin saja ini bisa membuat hatinya sedikit lega. Windy pun mengangguk. Tidak ada salahnya bukan, jika Windy jujur kepada Lina. karena Gadis itu mengatakan.
"Iya Tante, aku masih sangat mencintai Seno. bahkan sampai detik ini pun aku tidak pernah melupakannya, aku mengharapkannya bahkan sejak dulu aku mengharapkan dia datang menjemputku. Namun aku terluka ketika mendengar kabar bahwa Seno sudah menikah dengan wanita lain,"Windy mengucapkan ini sambil tersedu lalu ia melanjutkan ucapannya, dia ingin mengeluarkan semua yang ada di hatinya agar dia merasa lega. Sekalipun dia tidak akan bisa bersama lagi dengan Seno namun dia sudah bisa mengungkapkan apa yang menjadi bebannya selama ini.
"Tante, hatiku sakit dan terluka. Ketika aku melihat Seno bersama wanita lain. Aku sudah berusaha keras melupakan Seno namun aku tidak bisa melupakannya aku tahu Seno hanya masa laluku, dan aku tidak akan pernah bisa bersamanya. Tapi entah kenapa sulit bagiku untuk melupakan Seno, karena dia Cinta pertama dan lelaki terbaik yang pernah hadir dalam hidupku."Windy sudah tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi, dadanya merasa sesak karena sedih.
"Lalu kenapa dulu kamu meninggalkan Seno? bahkan di saat Seno ingin melamar mu, kau malah mencampakkannya?"tanya Lina.
Dan dengan berat hati, Windy pun menceritakan semua apa yang terjadi kepadanya. Dan di saat ini Rana kembali mendengar cerita pilu tentang gadis itu untuk kedua kalinya, namun Rana jauh lebih sakit dan tersayat ketika mendengar cerita itu secara langsung dari bibir Windy yang merasakannya secara.
Lina memeluk Windy dia mengusap punggung gadis itu dan Lina pun menangis, tidak menyangka nasib pilu menimpa gadis sebaik Windy.
"Bersabarlah Windy, tante tahu ini berat bagimu. Tapi kamu harus bisa menerima kenyataan dan tante yakin kau kuat. Kamu pasti bisa, bangkitlah dan kembali menjalani hidupmu. Jangan terpaku dengan Seno, karena sekarang Seno sudah memiliki hidupnya sendiri. Kau berhak bahagia dengan hidupmu sendiri tanpa harus bergantung kepada Seno."Ujar Lina.
"Aku akan mencobanya tante."sahut Windy yang saat ini masih berada di dalam pelukan Lina.
šāØšāØšāØš
Rana kembali bersikap seolah tidak tahu apa-apa karena dia tidak mau menunjukkan apapun kepada Lina atau Seno. Dia membawa Lina pulang ke rumah kakek Arif. dan di sini kakek Arif sangat senang luar biasa, ketika melihat gadis pilihannya yang dengan paksa dia jodohkan dengan Seno kembali.
Bersambung...
šāØšāØšāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø