4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Aku Hanya Meminta Hak-ku Sebagai Suamimu!


__ADS_3

Selamat! Membaca πŸ€—


✨🍁✨🍁✨🍁✨


Tok!


Tok!


Tok!


"Windy! Ini Mama Nak, apa yang kau lakukan di dalam. Kau belum makan, ayo keluarlah untuk makan malam."Suara ketukan pintu dan panggilan dari orang tuanya membuat Windy tersadar dari kesedihannya, ia segera menghapus air mata dan membukakan pintu untuk ibunya.


"Iya, mah?"


"Kau kenapa nak? Apa kau baik-baik saja?"tanya Mama Windy yang bernama Winda. Wanita paruh baya itu tentu merasa sangat khawatir dengan putrinya yang terlihat sedih bahkan matanya sampai sembab, menandakan bahwa ia habis menangis, Winda juga sudah mengetahui apa yang terjadi dari Wahyu, dan sudah bisa menduga apa yang menyebabkan Windy sedih seperti ini.


"Aku tidak apa-apa mah, Mama tidak perlu khawatir, aku hanya sedikit merasa lelah dan ingin beristirahat."Jawab Windy.


"Sayang, kamu tidak bisa menyembunyikan apapun dari Mamah. Melihat dari wajahmu, Mama tahu kau sedang sedih. Apa ini semua karena Seno? kau bertemu kembali dengan Seno kan?"tanya Winda.


Dan Windy mengangguk.


"Windy, apa tidak sebaiknya kau menceritakan saja kepada Seno, agar lelaki itu bisa mengerti dan tau kenapa dulu kau meninggalkannya."


"Tidak Mah. Sekalipun aku menceritakannya kepada Seno itu sudah tidak ada gunanya lagi Seno sudah menikah."


"Mama tahu jika Seno sudah menikah dan bukankah ia sudah berpisah dengan istrinya?"


"Tidak mah. Seno belum berpisah dengan istrinya bahkan ia terlihat begitu mencintai istrinya, dan istrinya adalah wanita baik yang tulus."


"Apa kau mengenal istri Seno?"Tanya Winda.


"Dia temanku."


Winda sedikit terkejut dengan pernyataan putrinya, namun Ia juga tidak bisa melihat putrinya terus-terusan terpuruk seperti ini. Selama bertahun-tahun Windy mencoba bangkit kembali dari keterpurukan yang melanda hidupnya. Bahkan ia rela meninggalkan Cinta pertamanya karenaΒ  merasa tidak pantas bersama Seno.


Namun mengapa! Seno bisa dengan mudahnya menikah dan menggantikan Windy di hatinya, apa dia tidak memikirkan Windy. Pikir Winda.

__ADS_1


"Aku ingin beristirahat Mah?"pinta Windy.


"Apa kau tidak ingin makan dulu?"


"Tidak Mah, tadi sebelum pulang aku sudah makan bersama Wahyu. Jadi sekarang aku ingin langsung beristirahat saja karena besok pagi aku harus ke rumah sakit. Ada jadwal operasi di jam 08.00."


"Baiklah, istirahatlah dengan nyaman, jangan pikirkan apapun yang membuatmu sedih. Kamu sudah berjanji pada Mamah untuk melupakan kejadian itu, dan tidak akan terpuruk."


Windy mengangguk.


"Mamah jangan khawatir, aku baik-baik saja dan akan selalu baik-baik. Percayalah padaku."Windy meyakinkan Winda.


"Mamah percaya padamu sayang, dan Mamah akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu."


"Terima kasih, Mah."


Windy kembali menutup pintu kamar setelah Winda pergi dari sana.


Windy ingin sekali melakukan, seperti yang ibunya ingatkan untuk tidak bersedih. Tapi hatinya sungguh tidak bisa untuk tidak bersedih ketika memikirkan dan mengingat kejadian siang tadi, di saat Seno benar-benar dingin padanya tapi lelaki itu menatap Rana penuh cinta, membuat hati Windy secara tidak langsung merasa tersayat.


Tapi Windy pun mempunyai alasan sendiri kenapa saat itu ia tidak bisa jujur pada Seno.


✨🍁✨🍁✨


Kembali kepada Seno dan Rana.


Setelah beberapa menit berlalu, Seno semakin menggila, ia benar-benar seperti sedang mencurahkan semua yang ia tahan selama 4 tahun ini, dengan mencium Rana sebegitu brutal sampai membuat wanita itu hampir kehabisan nafas dan memberontak ingin pergi dari sana. Namun tentu saja tenaga Seno jauh lebih kuat dari Rana sehingga wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Cukup Mas! Aku bisa mati kehabisan nafas jika kau teruskan seperti ini."Kata Rana dengan nafasΒ  tersengal-sengal setelah beberapa saat lalu Seno melepaskan ciumannya.


Seno tersenyum dan dengan entengnya ia menjawab.


"Maafkan aku, tapi aku sungguh tidak bisa menahan semuanya."Setelah mengatakan itu tangan Seno mulai aktif membuka sweater Rana.


"Jangan Mas!"ujar Rana ketika Seno hendak membuka kancing baju tidurnya.


Namun Seno sama sekali tidak mengindahkan larangan dari Rana ia mendorong perlahan istrinya hingga terlentang di atas kasur, Rana sudah akan bangkit kembali agar lelaki itu tidak melakukan hal yang lebih jauh namun Seno segera menahan dengan mengungkung istrinya.

__ADS_1


"Mas, kau mau apa? Tolong jangan lakukan ini."


"Aku hanya, meminta Hak-ku sebagai suamimu."Sahut Seno.Β 


"Tapi Mas, aku...!"


Sebelum Rana kembali mengatakan apa yang harus ia katakan, Seno sudah lebih dulu kembali menciumnya hingga Rana tidak bisa melanjutkan perkataannya, Seno juga menahan tangan Rana di atas kepala istrinya agar wanita itu tidak terus memberontak dengan cara mendorong tubuhnya, ciuman Seno bukan hanya di seluruh wajah namun bibirnya sudah turun di lekuk leher wanita yang sedang gelisah itu.


Rana yang sudah tidak tahan hanya bisa menggeleng sambil terus meminta Seno untuk menyudahinya.


"Mas cukup!"hanya itulah yang bisa keluar dari mulut Rana karena jiwanya dan tubuhnya merasa gemetar setelah merespon semua sentuhan yang diberikan oleh Seno.


Setelah puas dengan bagian yang terbuka Seno kembali melanjutkan sesuatu yang tertunda tadi.Β  Yaitu membuka kancing piyama tidur Rana.Β 


"Jangan sekarang Mas!"kata Rana dengan nafas yang hampir habis dan wajah yang memerah.


Mendengar kata jangan sekarang! Seno menghentikan aksinya untuk sementara waktu dan ia bertanya.


"Kenapa? Apa kau tidak mau memberikan hakku sebagai suamimu? Dan kau tidak mau melakukan kewajibanmu sebagai istriku?"


"Bukan seperti itu Mas. Tapi saat ini aku tidak bisa memberikan hakmu dan aku tidak bisa melakukan kewajibanku."Suara Rana seperti tercekik, karena merasa sesak di dada menahan rasa takut.


"Kenapa?"Raut wajah Seno tiba-tiba berubah kerena gelisah, takut jika wanita ini kembali menolaknya padahal hasratnya sudah ada di ujung tanduk.


"Aku...!"


Bersambung.....


✨🍁✨🍁✨🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2