
Selamat membaca π€
β¨πππβ¨
Sosok yang Dika lihat adalah seseorang yang baru tadi pagi dia temui di rumahnya, yaitu Olivia.
"Jadi dia tinggal di Apartemen ini, bukankah ibu bilang dia tidak tinggal bersama orang tuanya?"Dika yang bertanya pada dirinya sendiri
βTernyata bertanya pada diri sendiri tidak mendapatkan jawaban apapun selain hanya rasa penasaran yang tiba-tiba meliputi hatinya.
Namun seketika Dika memukul kepalanya sendiri.
"Untuk apa kau kepo dengan kehidupan gadis itu, biarkan saja dia mau tinggal bersama ibunya atau sendiri itu bukan urusanmu."Dika memaki dirinya sendiri.
Di rasa itu buka urusannya, Dika ingin kembali keluar ke balkon. Namun lagi-lagi dia mengurungkan niatnya, dan secara diam-diam lelaki itu malah memperhatikan Olivia yang sedang berbicara lewat sambungan telepon.
"Iya Mah, saat ini aku sedang berada di tempat kursus. Mungkin sekitar 2 jam lagi kelasku akan selesai, Mama jangan khawatir aku akan pulang tepat waktu,"ujar Olivia yang terdengar sangat jelas di telinga Dika.
Jiwa Detektif yang terpendam dalam diri Dika seketika bangkit, matanya memicing sambil menatap tajam Olivia.
"Gadis itu berbohong kepada tante Vera, tempat kursus, kelas! Nama-nama tempat apa yang dia bicarakan itu! Jelas-jelas dia sedang berada di Apartemen. Dan apa yang sebenarnya dia lakukan di Apartemen ini, sampai dia berbohong kepada tante Vera, atau jangan-jangan... Dia...!"sesuatu yang negatif sudah berkeliaran di benak Dika namun seketika lelaki itu menepisnya.
"Ah tidak mungkin! Kau tidak boleh berburuk sangka padanya,"kata Dika, "Astaga Dika kenapa kau masih mengurusi gadis itu, ayo Dika cepat selesaikan pekerjaanmu. Apa kau tidak ngeri melihat Apartemen mu yang sudah seperti sarang Zombie ini."Teriak Dika. Dan setelah memastikan Olivia masuk ke dalam Apartemennya, Dika keluar dan tak lagi memikirkan kenapa Olivia ada di sana, ia fokus membersihkan Apartemen sampai mengkilap.
****
Di Apartemen sebelah. Yang penghuninya adalah Olivia.
"Kenapa airnya tidak mengalir,"keluh Olivia di saat dia membuka semua keran namun tidak ada air yang ngocor. Padahal dia sudah siap dengan ritual mandinya, karena dia harus segera pulang Olivia harus segera menyelesaikan urusan air.
Olivia kembali mengenakan pakaiannya dan dia meraih ponselnya untuk menghubungi pengurus Apartemen, namun Olivia baru mengingat jika satu minggu yang lalu dia kehilangan ponselnya.
"Ah, aku lupa jika ponsel yang berisi nomor pengurus Apartemen hilang. Tapi tidak mungkin jika aku pulang tanpa mandi terlebih dahulu."
Setelah beberapa menit gadis itu berpikir, Olivia memutuskan untuk meminta bantuan pada tetangga Apartemennya.
Entah hanya sebuah kebetulan atau memang sudah takdir, Unit Apartemen yang Olivia tuju adalah milik Dika yang berada persis di sebelah kanan unitnya.
__ADS_1
Olivia menekan Bell, dan setelah 3 kali dia menekan Bell, tidak ada sahutan dari dalam.
"Apa tidak ada orangnya? Tidak mungkin, tadi aku melihat pintu balkonnya terbuka. Mungkin orangnya tidak mendengar, baiklah coba sekali lagi,"gumam Olivia dan dia kembali menekan Bell untuk yang ke 4 kalinya.
βDan si penghuni bukan tidak mendengar Bell pintunya berbunyi, tapi dia memilih untuk pura-pura tidak mendengar.
"Aku sedang lelah seperti ini tidak berdosa kan jika pura-pura tuli untuk beberapa detik saja,"kata Dika yang sedang berbaring di atas ranjang mengistirahatkan tubuhnya yang terasa pegal-pegal.
Namun si penekan Bell seperti tidak mau peduli dengan rasa lelah yang di alami Dika, dia terus saja menekan Bell hingga suara yang tadinya lembut berubah menjadi bising di telinga Dika.
"Baiklah! Kita lihat ada keadaan darurat apa di luar sana, sampai bunyi Bell seperti bunyi sirene."Dika yang terlihat kesal karena istirahatnya terganggu bangkit dengan terpaksa.
Dia melihat dari lubang kecil yang ada di pintu untuk melihat siapa di sana.
Seketika Dika melebarkan bola matanya, ia terkejut setelah melihat wajah Olivia.
Dika panik, dan entah apa yang membuatnya Panik.
Dia tidak memiliki salah apapun tapi dia seperti akan di sidak dengan istri atau kekasihnya di Apartemen gelap.
Dika mengatur tempo nafasnya.
Setelah beberapa detik, lelaki itu sudah bisa mengontrol kepanikan yang tidak beralasan itu.
Sedang Olivia masih gencar menekan Bell sampai membuat si pemilik Apartemen keluar.
Dika yang tidak mau diketahui identitasnya oleh Olivia, melakukan Cosplay menjadi kucing garong. Dengan masker hitam yang menutupi seluruh wajahnya terkecuali kedua mata.
CKLEK..
Pintu terbuka, dan Dika menampakan diri dengan penampilan yang membuat Olivia sedikit salah paham.
"Siapa orang ini? Kenapa penampilan seperti ini? Apa dia perampok? Ya, ini kostum yang biasa di gunakan perampok. Kau salah mengetuk pintu Olivia." Batin Olivia.
"Ada apa?"tanya Dika dengan suara beratnya.
Olivia segera menutupi rasa khawatirnya.
__ADS_1
"Selamat malam, maaf jika mengganggu. Tapi... apa benar Anda pemilik unit Apartemen ini?"tanya Olivia memastikan. Takut jika dugaannya benar.
Dika mengaguk.
"Benar, memang kenapa?"
"Tidak apa-apa saya hanya ingin memastikannya jika saya tidak salah orang. Begini, saya ingin meminta bantuan pada Anda untuk menghubungi pengurus Apartemen ini, karena air di unit saya tidak mengalir."Ujar Olivia yang sudah tidak berpikir buruk dengan penampilan lelaki yang ada di hadapannya.
Tampa berkata apapun lagi, Dika Mengangguk dan dia masuk kedalam untuk memenuhi permintaan Olivia.
*
"Sudah saya menghubungi pengurus Apartemen, sebentar lagi dia akan datang."Kata Dika setelah dia kembali.
"Terima kasih banyak atas bantuan Anda."Ucap Olivia dengan menundukkan kepalanya.
Tidak mau berlama-lama,Olivia bergegas masuk kembali ke dalam unit Apartemennya, sedangkan Dika menghela nafas lega. Entah apa yang di lakukan lelaki ini padahal dia tidak perlu sembunyi dari Olivia kan!
****
Setelah satu jam menunggu. Pengurus Apartemen tidak kunjung tiba. Sedangkan Vera terus saja menghubungi Olivia.
(Via, kau langsung saja ke Restoran Cempaka. Mamah menunggumu di sana, ada seseorang yang ingin mamah kenalkan padamu) satu pesan dari Vera.
Olivia menghela nafas panjang setelah membaca pesan dari Ibunya, dia tau apa arti dari pesan itu.
"Apa! Restoran Cempaka!"kejut Olivia, ketika menyadari tempat yang ada di pesan ibunya.
***
Bersambung..
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya π€
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini π
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈ