
Selamat! Membaca š¤
āØšāØšāØšāØ
Dada Rana, bergemuruh hebat ketika ia memasuki rumah tersebut. Bayang-bayang masa lalu ketika ia hidup bersama dengan Seno seketika berputar di benak dan bola matanya, sungguh tempat ini tempat yang paling banyak menyisakan kenangan antara dirinya dan Seno. Kenangan manis ketika Seno menempatkan dirinya sebagai suami yang sangat mencintai istrinya dan juga kenangan pahit ketika Rana menyadari jika semua itu palsu dan Seno selama beberapa bulan mengabaikannya.
Tak!
Lina menyalakan lampu di seluruh ruangan. Dan ketika ruangan itu nampak dengan jelas Rana kembali tercengang karena semua yang ada di rumah itu tidak berubah sedikitpun, lalu matanya tertuju pada meja makan. Dia ingat betul setiap hari ia menyiapkan sarapan dan makan malam untuk suaminya, tapi tidak secuil pun Seno menyentuh makanan itu. Hatinya kembali seperti teriris ketika mengingat semua itu.
"Ayo masuk Nak."Ajak Lina. Dan wanita itu menuntun Rana untuk duduk di sofa.
"Kamu pasti haus kan! Biar Ibu ambilkan minum untukmu."Lina sudah akan beranjak ingin menuju dapur namun Rana segera menghentikannya.
"Tidak Bu, Ibu tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku bisa mengambil minum sendiri, Ibu duduklah bukankah Ibu bilang sangat merindukanku."
Lina tersenyum.
"Iya, ibu sangat merindukanmu banyak hal yang ingin Ibu ceritakan selepas kau pergi."Sahut Lina.
"Ibu duduklah, biar aku ambilkan minum untuk ibu dan Aurel, setelah itu aku akan mendengarkan cerita ibu." Ujar Rana, yang bermaksud sedikit menghibur Lina. Dan ia segera berlalu menuju dapur.
Karena rumah itu tidak ada yang berubah. Jadi, dengan mudah Rana mengetahui di mana letak-letak perabotan, ia membuka rak piring untuk mengambil gelas. Dan dia kembali termenung ketika melihat semua yang ada di rak itu adalah barang-barang kesayangannya, Seno benar-benar tidak membuang sedikitpun apapun yang di sukai Rana di rumah itu. Bahkan celemek yang setiap hari Rana gunakan untuk masak masih tergantung rapi di dapur.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan Mas, bukankah dulu kau sangat mengharapkan aku pergi dari hidupmu, tapi kenapa kau masih menyimpan semua kenanganku di sini, seperti tidak ingin menghilangkan jejak ku."Gumam Rana dalam hatinya.
***
Aurel dan Lina tengah berbincang. Lalu beberapa saat kemudian Lina berpamitan sebentar, ia ingin memberikan kabar baik ini kepada kakek Arif terutama Seno.
"Kau sendiri, di mana Ibu Lina? "Tanya Rana yang sudah kembali dengan membawa 3 gelas minuman di nampan.
"Ibu mertuamu pamit sebentar. Dia menuju ke teras belakang. Kau sangat beruntung Rana bisa mempunyai ibu mertua seperti beliau, sungguh beliau mertua idaman seluruh wanita yang ada di dunia."Ucap Aurel.
"Ibu Lina memang sangat baik."Timpal Rana.
šš
Di tempat lain.
(Seno, cepatlah pulang. Istrimu pulang, Rana Kembali.")
__ADS_1
Satu pesan dari Lina sontak mengejutkan Seno, yang tengah berdiskusi dengan Dika membahas kedatangan Vir beberapa waktu yang lalu.
"Kau kenapa Sen?"tanya Dika, yang terheran-heran melihat ekspresi wajah Seno.
"Aku harus pulang sekarang. Kau urus semuanya. Dan atur latihan hari ini."Dengan tergesa-gesa, Seno memberi perintah seraya tangannya meraih jaket yang tergantung dan kunci mobilnya.
"Eh, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba kau pulang? Ini belum jam pulang kan? Kita juga belum selesai membahas dokter itu."Tutur Dika yang kebingungan.
"Sudah, sampai di sini saja. Kita akan melanjutkannya besok, sekarang aku pulang dulu."Dengan cepat Seno berlari menuju ke parkiran, meninggalkan temannya yang nampak kebingungan setengah mati.
**
Mobil melesat cepat. Dengan pengemudi yang di liputi rasa penasaran, antara percaya dan tidak, jika istrinya pulang.
ššš
Setelah mengirimkan pesan pada Seno, Lina kembali bergabung dengan Aurel dan Rana.
"Ibu, minumlah. Ini teh panas yang tidak terlalu manis."Ujar Rana Sambil mendekatkan gelas berisi teh yang masih berasap pada Lina.
"Terima kasih, nak. Ibu terharu karena kamu masih mengingat minuman kesukaan Ibu."Timpal Lina.
Rana tersenyum.
"Kebetulan aku masih mengingatnya, Bu."
"Benar Bu, aku tinggal di rumah ibu dan ayah. Dan mereka dalam keadaan baik-baik saja."
"Syukurlah, ibu senang mendengarnya."
"Bu, bagaimana dengan kabar kakek Arif?"
"Kakek Arif, sudah semakin tua. Tapi semangat beliau masih seperti anak muda, setiap hari berkeliling kompleks untuk berolahraga. Padahal kakek sudah sering kali di ingatkan dokter untuk tidak terlalu lelah."
Dan dengan penuh semangat, Lina kembali bercerita tentang kakek Arif dan Seno. Di saat ini juga Lina menceritakan kembali kejadian 4 tahun lalu. Dan mengatakan jika Seno sudah benar-benar mencintai Rana. Terbukti dengan dia yang berjuang di pengadilan, meyakinkan Sarah meskipun wanita itu menentang keras, dan selama itu juga Seno tidak pernah merajut hubungan apapun dengan wanita manapun. Ia tetap setia pada Rana dan tidak ingin menceraikan Rana, meskipun Sarah selalu memaksanya.
"Setelah Seno sembuh, bukan dia tidak mau menjemputmu mu. Tapi dia merasa malu dan tidak ada harapan, dan anak itu meyakini jika kau benar-benar membencinya. Karena selama dia sakit kamu tidak pernah menanyakan kabarnya. Tapi Ibu sangat yakin kau mempunyai alasan tersendiri kenapa saat itu tidak datang untuk menjenguk Seno, kau tidak mungkin membenci Seno sampai seperti itu. Ibu sendiri sudah puluhan kali mencoba menghubungimu mencari tahu di mana kamu tinggal, tapi semua itu tidak ada hasilnya karena kau benar-benar menghilang seperti tanpa jejak."Ujar Lina, dengan wajah sedih."Tapi sekarang ibu sudah bahagia dan merasa lega, karena akhirnya kau kembali. Kau kembali untuk Seno kan?"
"Bu, maafkan aku...Aku...!"
Tin.
Suara klakson mobil menghentikan ucapan Rana.
__ADS_1
"Siapa yang datang?"tanya Aurel.
Lina tersenyum, seraya bangun dari duduknya.
"Itu pasti Seno yang datang, kalian tunggu di sini biar ibu yang akan membukakan pintu untuknya."
Setelah Lina beranjak dari ruang keluarga. Seketika itu juga Rana diliputi rasa panik.
"Apa yang harus aku lakukan, Aurel?"
"Kenapa kau bingung? justru bagus kan kalau Seno sudah datang, bukankah tujuan kita memang bertemu Seno! kamu bisa menjelaskan semuanya dan meminta lelaki itu untuk menceraikan mu."
"Tapi, apa harus di hadapan Ibu Lina?'
"Mau bagaimana lagi, biar bagaimanapun juga mertuamu harus tahu apa yang terjadi diantara kalian. Dia harus menerima jika kalian memang tidak bisa bersama lagi. Setidaknya, jangan memberi harapan palsu lebih lama lagi kepada wanita itu, aku sungguh tidak tega melihat kebahagiaan yang sebenarnya akan menjadi duka untuk ibu mertua mu."Kata Aurel.
Rana termenung, pikiran Ia pun sama seperti Aurel, tidak tega melihat Lina penuh harap dengan kedatangannya. Padahal tujuannya datang saat ini, untuk memperjelas. Usainya hubungan antara ia dan Seno.
"Rana, yakinkan hatimu untuk mengambil suatu keputusan. Jika kau memang sudah yakin dengan apa yang ingin kau ambil katakan semuanya kepada Seno dan ibu mertuamu, jika kau belum yakin. Kamu bisa menundanya dan memikirkannya secara matang-matang."Kata Aurel.
**
Di luar Rumah, dengan berlari kecil Lina yang tengah bahagia menghampiri putranya yang baru saja turun dari mobil.
"Kenapa kau lama sekali Sen."Kata Lina yang menyambut kedatangan anaknya.
Ia memancarkan senyum mengembang di depan Seno, senyum yang tidak pernah Seno lihat lagi setelah mendiang ayahnya pergi, kini senyum bahagia itu kembali Seno lihat di kedua sudut bibir ibunya.
"Ibu, apa benar...!"
"Tentu saja benar,"potong Lina,"Ibu tidak pernah bercanda kan, ibu benar-benar sangat bahagia Seno, akhirnya Rara kembali. istrimu kembali kepada kita. Ibu sampai tidak tahu dengan cara apa mengungkapkan rasa bahagia Ibu ini, yang jelas, ibu benar-benar sangat bahagia. Bersikaplah baik kepada Rana, kau sudah berjanji pada ibu kan akan memperbaiki semuanya. Sekarang masuklah temui istrimu. Dia sudah menunggumu sejak tadi di dalam, bahkan Rana sudah lama datang kesini, karena di saat ibu datang, Rana sudah menunggumu di teras."
"Apa?"kejut Seno.
"Ayolah. Kenapa kamu malah terdiam, cepat masuk."Lina menarik tangan putranya, karena ia sudah tidak sabar ingin mempertemukan kembali anak dan menantunya.
Bersambung...
šāØšāØšāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š¤
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø