
Selamat, membaca š¤
šāØāØāØāØāØš
Mendengar pengakuan Seno, sontak saja membuat Mayang melebarkan matanya, kemudian ia tersenyum meledek.
"Suami? Jadi ini sosok suami wanita itu? Apa kau tau, apa saja yang sudah istrimu lakukan di Rumah Sakit ini?"tanya Mayang dengan nada sinis.
"Tentu saja, dia melakukan apa yang menjadi tugasnya di sini dengan sangat baik. Selalu mengutamakan kewajibannya di Rumah Sakit ini, bahkan dari urusan pribadinya sekalipun,"sahut Seno.
"Sudah saya duga, pasti wanita itu terlalu banyak membual dan mengarang cerita padamu,"ujar Mayang seraya terkekeh mendengar ucapan Seno.
"Membual, sepertinya Anda yang terlalu banyak membual di sini, Nyonya Mayang."
Mayang menajamkan matanya.
"Istrimu itu selalu menggoda dan merayu Putra saya, dan..."
"Dan itu tidak benar, karena pada kenyataannya, anak Anda yang bernama Vir itulah yang selalu menggoda dan mengejar istri saya, padahal Rana sudah dengan tegas menolak dan meminta Vir untuk tidak mengganggunya, karena dia sudah bersuami."Potong Seno menguap fakta agar Mayang sadar.
Mayang yang tidak terima menjadi murka, tapi dia tahan, karena saat ini banyak orang yang sedang memperhatikannya.
"Jaga ucapanmu. Anak saya, Vir dari keluarga baik-baik dan terhormat, dari kecil dia sudah di didik untuk menjaga akhlak dan moralnya. Jadi, jangan bicara sembarangan tentang Vir,"maki Mayang.
"Benarkah? tapi kenapa saat itu dia datang Pada saya dan meminta saya untuk segera menceraikan Rana, padahal saat itu, Vir tahu bahwa Rana istri saya. Apakah itu juga salah satu yang Anda ajarkan kepada putra Anda?"
Mayang mengepalkan kedua tangannya.
"Istrimu itulah yang menggoda anak saya terlebih dahulu, padahal jelas-jelas dia sudah mempunyai suami. Apa ini adalah akal-akalan kalian untuk merogoh keuntungan dari Putra saya, istrimu itu wanita murahan dan...!"
Mayang menghentikan ucapannya karena Seno memberikan peringatan agar dia berhenti bicara dengan menunjuk wajah Mayang.
"Sekali lagi Anda bicara buruk tentang istri saya, saya tidak akan segan-segan untuk merobek mulut Anda yang menjijikan itu,"ujar Seno dengan suara tertahan, namun sangat terdengar jelas di telinga Mayang.
"Berani-beraninya kau mengancam saya?"bentak Mayang dengan sangat keras karena dia sudah tidak bisa menahan kemarahannya.
Keadaan jadi memanas, dan saat ini. Baik pekerja dan pengunjung Rumah Sakit tertarik menyaksikan perdebatan antara Seno dan pemilik Rumah Sakit tersebut.
"Saya tidak mengancam tapi jika Anda menganggap kata-kata saya adalah sebuah ancaman itu bagus, tapi harus Anda tau, saya akan benar-benar melakukannya jika sampai Anda satu kali lagi mengeluarkan kata-kata yang merendahkan istri saya, tidak-tidak, Anda sudah mengatakannya tadi dan saya bisa menebak jika Anda sudah sering kali merendahkan istri saya, jadi tunggu pembalasan saya,"Bisik Seno.
"Kurang! Ajar, saya tidak akan terpengaruh oleh ancaman murahan seperti itu."Mayang, semakin murka ia mendorong Seno dengan kuat.
Seno mengusap baju yang tadi tersentuh oleh Mayang, setelah melakukan aksi dorong yang wanita itu lakukan. Dan hal itu membuat Mayang semakin marah karena merasa terhina oleh Apa yang dilakukan Seno, dia teriak sekencang-kencangnya memanggil security, Mayang sudah tidak peduli lagi dengan kesan wanita anggun dan berwibawa di mata orang-orang karena saat ini dia sudah tidak bisa lagi menahan kemarahannya.
"Ada apa ini, Nyonya Mayang? apa ada sesuatu yang mengganggu Anda?"tanya salah satu security yang datang terburu-buru ketika mendengar teriakan dari Mayang.
Dua security yang datang itu segera menatap ke arah Seno mereka tahu bahwa lelaki inilah yang membuat Nyonya Mereka terlihat murka seperti macan tersiram air panas.
"Cepat! usir lelaki ini,"titah Mayang pada dua Security yang baru datang, dengan menunjuk ke arah Seno.
"Baik Nyonya,"sahut kedua Scurity dengan sigap dan mereka sudah akan meraih lengan Seno untuk di hempaskan dari RS.
Tapi, aksi kedua Scurity itu tidak langsung terjadi ketika Seno mengangkat tangannya mengisyaratkan agar mereka tidak menyentuhnya. Dan Seno beralih pada Mayang, Seno juga menyadari jika saat ini dirinya dan Mayang tengah menjadi tontonan. Jika melawan Mayang secara fisik tentu akan membuat Seno yang terhakimi karena melawan seorang wanita.
Dan Seno pun memilih untuk menjatuhkan wanita sombong yang gila kehormatan itu dengan kata-kata yang akan membuat Mayang malu dan meras tercoreng noda di wajahnya.
__ADS_1
"Padahal, saya datang hanya untuk menjemput Istri saya yang Anda keluar dari RS ini, dan saya ingin bertemu dengan anak Anda, untuk memintanya agar menjauhi istri saya, karena sampai kapanpun kami tidak akan bercerai hanya karena ada beberapa masalah yang tengah kami hadapi. Saya pikir Anda akan bijaksana, mengingat begitu terhormatnya keluarga Anda. Tapi kenapa Anda malah marah seperti ini, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh Nyonya terhormat seperti Anda kepada seorang wanita,"ujar Seno, yang dengan sengaja mengucapkan kata-kata ini, dengan nada suara cukup kuat agar terdengar oleh orang-orang yang ada di sana.
Mayang membelalakkan matanya.
dia juga mengedarkan pandangan di sekeliling menatap para manusia yang tengah berbisik-bisik di sana membicarakan tentang dirinya dan dokter Vir.
Nafas Mayang memburu, ia benar-benar sudah dikuasai oleh emosi tingkat tinggi. Karena dengan beraninya Seno mengatakan kata-kata yang tentu saja membuat orang lain akan menilai buruk keluarganya.
Wajah Mayang memerah dengan kedua tangannya terkepal. Sementara Seno malah mengukir senyum di kedua sudut bibirnya ditambah lagi ketika ia mendengar beberapa orang menggunjing Keluarga Mayang yang terhormat itu.
"Pak, Anda sudah membuat kegaduhan di Rumah Sakit ini. Jadi saya minta Anda segera pergi dari sini,"usir salah satu security kepada Seno.
"Baik, tentu saya akan segera pergi dari sini, karena saya sudah menyampaikan kepada Nyonya Mayang apa yang menjadi tujuan saya datang, maaf jika saya sudah membuat suasana tidak nyaman,"ujar Seno.
Dan di saat yang bersamaan Rana datang.
"Mas, ada apa?"tanya Rana, dengan penuh khawatir karena dia melihat suasana yang begitu menegangkan di sana, ditambah lagi dengan tatapan membunuh dari Mayang ketika melihat ke arahnya.
"Perawat Rana, apa benar lelaki ini suamimu?"tanya security menyela.
Rana mengangguk.
"Benar."
"Kalau begitu, tolong ajak dia keluar dari sini karena suamimu sudah membuat kegaduhan dan mengganggu ketenangan di Rumah Sakit ini."
"Apa!"Rana menatap Seno.
"Aku tidak membuat keributan apapun, justru Nyonya ini yang membuat keributan karena sejak tadi dia berteriak-teriak, padahal aku hanya menyampaikan apa yang memang harus aku sampaikan demi mempertahankan rumah tangga kita."Kata Seno, seraya menunjuk Mayang yang masih mematung tidak berkutik.
"Sayang, aku tahu kalau kau dikeluarkan secara paksa dari Rumah Sakit ini, itu sebabnya aku datang untuk menjemputmu, tapi jangan sedih, mungkin ini adalah rencana tuhan agar kita kembali tinggal bersama, karena selama ini kau selalu mengutamakan Rumah Sakit ini hingga selama bertahun-tahun kita tinggal berjauhan, dan menimbulkan kesalahpahaman antara kita berdua. Dan setelah apa yang sudah kau lakukan pada Rumah Sakit ini. Tapi mereka malah memperlakukanmu seperti ini bahkan memfitnah mu dengan tuduhan kejam."Kata Seno, dan langsung memeluk Rana.
"Ada apa ini, Mas?"bisik Rana yang masih bingung dengan kata-kata Seno.
"Tega sekali wanita itu, dia mengeluarkan perawat begitu saja, padahal perawat itu sudah melakukan segalanya demi Rumah Sakit ini bahkan dia harus berjauhan dengan suaminya selama bertahun-tahun, sampai menimbulkan kesalahpahaman, demi mengabdikan diri di Rumah Sakit ini."
Celetuk salah seorang wanita yang sepertinya dari keluarga pasien yang dirawat di Rumah Sakit tersebut.
"Benar, bahkan dia sampai memfitnahnya dengan mengatakan bahwa perawat itu menggoda para dokter yang ada di sini."
"Dia melakukan itu agar aib anaknya yang menyukai istri orang lain bahkan meminta suaminya untuk menceraikan istrinya itu tidak terbongkar, hingga ia dengan sengaja mengeluarkan perawat itu dengan mengarang cerita yang begitu kejam."
Itulah beberapa kata yang saling bersahutan, dari orang-orang yang tentu saja tidak mengetahui penyebab sebenarnya, kenapa Rana dan Seno tinggal berjauhan.
Rana melirik Seno dan Seno malah mengulas senyum.
"Ayo, kita pulang."Ajaknya, dengan menggandeng tangan Rana.
"Yang sabar ya Mbak, di luar sana masih banyak Rumah Sakit yang tentu saja menerima kamu sebagai perawat, yang terpenting adalah rumah tangga kalian terselamatkan, seperti yang suamimu katakan mungkin ini sudah rencana tuhan agar kalian bisa tinggal bersama setelah bertahun-tahun tinggal berjauhan karena kamu memilih untuk tetap setia mengabdikan diri pada Rumah Sakit ini, tapi dengan teganya pemilik Rumah Sakit ini malah mengeluarkan mu dan menuduh mu dengan tuduhan yang begitu kejam."
Ucap salah seorang wanita kepada Rana.
Rana yang belum mengetahui, apa yang sebenarnya terjadi hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih.
Dan Ia pun segera mengikuti Seno pergi meninggalkan kerumunan di sana.
__ADS_1
**
Mayang masih berdiri di tempat seperti manekin yang tidak bisa bergerak sedikit pun, sungguh ia merasa di jatuhkan oleh Seno, sampai membuat wanita itu Shock berat. Beberapa pasang mata masih melirik dan menggunjing dirinya.
Hingga asistennya datang dan segera menarik Mayang pergi dari sana.
***
"Mas, apa yang sebenarnya terjadi di sana? kenapa semua orang, bicara seperti itu?"tanya Rana.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya memberi sedikit pelajaran untuk Nyonya itu."
"Tapi dia pemilik Rumah Sakit itu mas."
"Aku tau, memangnya kenapa kalau dia pemilik Rumah Sakit itu? apa hanya karena dia memiliki Rumah Sakit sebesar itu dia bisa menjadi sombong angkuh dan merendahkan seseorang sesuka hatinya? Tidak kan? biarkan dia merasakan apa yang sudah ia lakukan kepada orang lain."Kata Seno.
**
Rana terdiam.
"Kenapa? Apa kau merasa sedih karena dikeluarkan dari Rumah Sakit itu?"
Rana menggeleng.
"Tidak."
Seno menepikan mobilnya.
Ia tahu jika Rana berbohong karena sesungguhnya wanita itu pasti sedih karena dikeluarkan begitu saja. Menjadi seorang perawat adalah keinginan Rana sejak kecil, keinginannya itu sempat tertunda bahkan ia abaikan ketika Rana memilih untuk menikah dan berniat untuk mengabdikan dirinya menjadi seorang ibu rumah tangga yang akan selalu menemani dan menjaga suami serta anak-anaknya kelak.
Tapi 4 tahun yang lalu Rana kembali mengejar cita-citanya di saat ia menyadari bahwa ia tidak akan pernah memiliki keluarga yang dia impikan. Dan selama itu berjuang, Rana berhasil menjadi perawat terbaik dan direkrut oleh Rumah Sakit terbesar di Kota XXX, yaitu Rumah Sakit Harapan, milik Nyonya Mayang.
"Kenapa berhenti Mas?"
Seno membuka sabuk pengamannya, dan ia langsung memeluk Rana bermaksud memberikan semangat dan kekuatan untuk wanita itu.
"Aku tidak apa-apa, Mas,"ujar Rana.
"Kau masih bisa melakukan apa yang menjadi keinginanmu, tapi tidak di RS itu. Sekalipun kau tidak dikeluarkan dari sana tapi aku akan tetap menarik mu keluar dari sana setelah aku tahu seperti apa Nyonya Sombong itu memperlakukanmu. Rana ikutlah bersamaku pulang ke Rumah kita. Kita bisa memulai Semuanya dari awal di sana, dan kita juga bisa mengajak Ayah dan Ibu untuk tinggal bersama kita." Kata Seno yang masih memeluk Rana.
Rana mengangguk.
"Baik, Mas. Aku akan ikut pulang ke Rumah, bersama mu."
Bersambung...
šāØāØāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø
__ADS_1