
Selamat! Membaca š¤
ššššš
Mendapati Rana yang tidak pernah datang menjenguknya selama koma di rumah sakit, membuat Seno merasa sedikit kecewa. Padahal dia tidak tahu yang sebenarnya. Jika Rana tengah terpuruk atas perpisahan mereka, bahkan Rana masih menyimpan harapan jika Seno akan datang menjemputnya. Nanum harap Rana hancur, karena saat itu Sarah mengatakan jika mereka sudah resmi berpisah secara hukum. Dan Rana mulai menata hidup baru dan melupakan Seno sampai ia berhasil melupakannya dan tidak lagi mengharapkan lelaki itu.
Seno yang mengira sudah tidak memiliki harapan lagi. Memutuskan untuk tidak menjemput Rana. Melihat kondisinya saat ini, Seno juga merasa tidak pantas untuk wanita itu.
Selama 2 tahun Seno menjalani pengobatan dan operasi beberapa kali di bagian kakinya dan melakukan terapi agar ia bisa kembali berjalan. Tapi selama itu juga dia tidak pernah berniat menceraikan Rana bahkan ia tetep memberikan nafkah lahir pada istrinya, dengan mentransfer uang bulanan yang biasa dia berikan pada Rana. Namun Rana tidak mengetahui itu, karena semua yang bersangkutan dengan Seno sudah di alihkan ke Sarah. Rana benar-benar membuang semua kenangan tentang Seno. Karena dia sungguh kecewa dan terluka dengan lelaki yang tidak pernah menganggapnya ada.
Di tahun ke 3 Seno berpisah dengan Rana . Dia sudah di nyatakan sembuh, meski masih harus menjalani beberapa pemeriksaan dan kontrol, Dia juga sudah kembali pekerjaan seperti biasa. Hingga di tahun ke 4 Seno di tetapkan sebagai ketua Tim. Dia juga sedikit lega karena kakek Arif dan Lina, sudah tidak lagi menekan Seno untuk kembali pada Rana, meskipun Seno sendiri sangat berharap bisa kembali pada Rana, dan menunggu keajaiban yang bisa membawa istrinya pulang.
Mereka menyerahkan semua keputusan pada lelaki itu, sekalipun Seno benar-benar ingin menceraikan Rana, kakek Arif dan Lina akan menerima keputusannya.
Namun secara tidak senaja, Seno bertemu dengan Rana di rumah sakit. Pertemuan pertamanya dengan Rana setelah 4 Tahun. Di sana ia merasa debaran luar biasa di hatinya. Dan Seno mencoba untuk menepisnya karena ia kira sudah tidak ada harapan lagi untuk bersama Rana. Dia juga kecewa dengan istrinya yang tidak datang saat dia berjuang untuk sembuh.
Dan Ketika dia kembali di pertemukan dengan Rana di lokasi bencana. Seno semakin menyadari hatinya. Yang benar-benar tidak bisa melupakan Rana, hingga ia memutuskan untuk tidak akan menceraikan wanita itu. Entah akan berhasil atau tidak, Seno ingin merebut kembali cinta Rana. Karena sepertinya hati wanita itu sudah beku. Di tambah lagi dengan kehadiran dokter Vir yang bagai seorang malaikat, memasuki kehidupan Rana. Dan meyakinkan kebahagiaan untuk wanita itu.
šššššš
Setelah menceritakan semua kejadian 4 Tahun yang Lalu. Bima dan Sarah tertunduk merasa bersalah pada adiknya.
"Kenapa kakak tidak pernah mengatakan ini padaku?"tanya Rana dengan suara bergetar. Karena Dadanya sampai sesak mendengar cerita Sarah.
"Maafkan, Kakak, Rana. Kakak tidak bermaksud membohongi mu. Ini semua Kaka lakukan agar kau bisa bahagia tanpa lelaki yang sudah menyakiti mu itu. Kakak sungguh tidak rela jika kau di perlakukan seperti itu oleh Seno. Dan kakak sungguh tidak akan pernah percaya sekalipun Seno mengatakan akan berusaha mencintai dan menghargai mu. Sampai sekarang kakak masih berusaha agar kamu dan Seno tetep berpisah. Namun Seno tetep tidak mau menceraikan mu. Bahkan setiap bulan di mengirim uang padamu, dengan maksud memenuhi kewajiban. Dia rutin mengirim uang ke rekening yang kau simpan pada kakak. Tapi sepeserpun kakak tidak pernah menggunakan uang itu. Percayalah pada Kaka, semua ini kakak lakukan untuk kebahagiaan mu."Ujar Sarah.
Rana terdiam.
__ADS_1
Ia sungguh sangat kecewa dengan apa yang di lakukan Sarah. Bahkan kakaknya itu tidak memberi tahunya jika Seno tengah berjuang melawan maut. Jika Memeng saat itu dia masih resmi menjadi istri Seno. Bukankah dia istri yang kejam, meninggalkan suaminya di saat Sakit parah. Tapi semua itu bukalah salahnya, karena Rana tidak mengetahui apapun.
"Rana, apa kau marah pada kakak?"
Rana menggeleng.
"Aku hanya kecewa, kenapa kakak tidak mengatakannya padaku, terutama tentang keadaan Mas Seno. Aku hanya merasa menjadi orang yang kejam meninggalkan lelaki yang masih berstatus suami dalam keadaan kritis."
"Tapi ini bukan salahmu, Rana. Kau jangan merasa bersalah seperti ini."Ujar Aurel.
"Benar, ini bukan salahmu. Tapi ini salah kakak."Sahut Sarah, merasa bersalah.
"Jika saja, saat itu aku tahu gugatan ku di tolak. Mungkin aku akan memberanikan diri untuk mengajukan gugatan kembali dengan aku yang akan datang ke persidangan. Hingga aku tidak perlu merasa bersalah seperti saat ini. Tapi semua itu juga salah ku yang terlalu lemah hingga tidak mampu menghadapi semua kenyataan."
"Kau sudah tau semuanya Rana, Maafkan kami karena selama ini membohongi mu. Jadi bagaimana? Apa kau ingin tetap berpisah dengan Seno. Atau kamu akan kembali padanya? Semua keputusan ada di tangan mu, kami hanya bisa mendukungmu."Tanya Bima,"Pikirkan ini secara baik-baik."Sambung Bima.
Rana masih belum memberikan jawaban.
"Ikuti kata hatimu, tapi kau harus pertimbangkan semuanya baik-baik. Seno pernah melukai mu. Dan ada Vir yang menunggumu."
"Jika, aku kembali mengajukan gugatan padanya, pasti akan sama seperti dulu. Aku akan meminta Mas Seno untuk menceraikan aku."
waktu 4 Tahun, sudah merubah segalanya. Meskipun saat ini Rana sangat merasa bersalah pada Seno, tapi ia tetap memilih untuk berpisah. Tapi! apakah Rana benar-benar sudah tidak mencintai Seno lagi?
Atau dia mengambil keputusan ini karena menjaga perasaan Vir?
Seno cinta pertama Rana, di saat pertemuan pertamanya dengan lelaki itu. Rana sudah langsung jatuh cinta, dan menerima pinangan kakek Arif untuk Seno. Di tambah lagi ketika Seno datang menemui orang tuanya, untuk melamar dirinya. Rana semakin bahagia, mengira jika Seno juga mencintainya. Namun saat itu Seno bergerak atas keinginan Kakek Arif. Hingga kenyataan menghancurkan benteng kebahagiaan Rana. Bahwa Seno tidak pernah mencintainya, dan selama beberapa bulan lamanya Seno tidak memperdulikannya dan selalu menganggapnya patung. Membuat Rana terluka. Dan membuang semua cintanya untuk lelaki itu.
__ADS_1
"Jadi, kau akan tetap berpisah dengan Seno?"tanya Aurel, dengan menatap mata Rana. Mencari keseriusan pada sahabatnya itu.
Dan Rana hanya mengangguk.
Aurel menggenggam tangan Rana.
"Sebagai sahabat, aku hanya bisa mendukungmu. Tapi, jika boleh aku memberi saran. Bicara baik-baiklah dengan Seno. Selesaikan kesalahpahaman antara kalian berdua. Sekalipun kalian tidak akan bersatu lagi, setidaknya. Tidak ada yang merasa tersakiti dan kecewa karena kesalahpahaman selama 4 tahun ini. Kamu mengira jika Seno sudah tidak lagi menginginkan mu hingga dia tidak datang menjemputmu, tapi kenyataannya saat itu Seno tengah kritis berjuang untuk sembuh. Bermasalah secara baik-baik."
Rana mengangguk.
"Aku mengerti, terima kasih. Aurel."
Usai mengetahui semuanya, dan memutuskan langka apa yang akan dia ambil. Rana memutuskan untuk menginap di rumah Aurel. Dan berniat menemui Seno. Untuk menyelesaikan semuanya secara baik-baik.
šššš
Di tempat lain.
Vir yang memang mempunyai niat untuk bertemu Seno. Mencari tahu di mana lelaki itu tinggal. Setelah dia mencari tahu, Vir hanya mendapatkan informasi tempat Seno bekerja saja. Dan saat itu juga dia langsung menuju lokasi dimana Seno bekerja.
Bersambung..
ššššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø