
Selamat, membaca š¤
šāØāØāØāØš
Mobil yang di kendarai Seno, memasuki halaman Rumah.
Ada Lina dan kakek Arif, yang berdiri di ambang pintu untuk menyambut kedatangan mereka.
Lina memasang senyum Full, ketika melihat Rana keluar dari Mobil.
Dengan penuh haru sambil berkaca-kaca karena merasakan bahagia yang luar biasa di hatinya, Lina berjalan mendekati Rana lalu menghamburkan pelukan hangat untuk menantunya itu.
"Ibu senang kau bersedia kembali lagi ke Rumah ini nak, terima kasih karena sudah memberi Seno untuk kesempatan."
"Iya Bu, terima kasih banyak, karena selama ini Ibu sudah mencurahkan semua kasih sayang untukku."
Lina menguraikan pelukannya.
"Itu sudah kewajiban Ibu, kewajiban seorang Ibu untuk memberikan kasih sayang penuh pada putrinya."
Rana benar-benar terharu, Lina memanglah wanita yang sangat baik dan lembut dia tidak pernah menganggap Rana sebagai menantu di keluarga itu karena dia lebih menganggap dan memperlakukan Rana seperti putri semata wayangnya.
"Ayo masuklah, kita bicara di dalam, kasihan mereka pasti lelah,"ujar kakek Arif.
***
"Rana, kakek minta maaf atas semua kesalahan yang pernah Seno lakukan padamu. Jika dia kembali lagi menyakiti hatimu. Kakek yang akan bertindak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kedua untuk Seno membuktikan kesungguhannya Kakek berharap, kalian selalu berbahagia dan tetap bersama selamanya,"
"Iya kek, aku juga minta maaf atas semua kesalahan yang pernah aku lakukan kepada kalian,"ujar Rana.
"Tidak, selama ini kau tidak pernah melakukan kesalahan, kau Putri Ibu yang baik kau merawat Seno dengan sungguh-sungguh dan penuh kasih sayang, Ibu bisa melihat itu ketika kalian masih tinggal bersama,"sahut Lina.
"Seno, kau sudah berjanji kepada kami untuk terus menjaga dan menyayangi Rana. Ingatlah selalu janji itu di kepala dan hatimu, bertanggung jawablah atas Rana, wanita yang kau sayangi dan cintai jangan pernah kembali melukai hatinya dengan alasan apapun,"ujar kakek Arif pada Seno dengan tegas.
Seno mengangguk dengan mantap sambil berkata.
"Tentu saja kek, aku akan bertanggung jawab untuk selalu menjaga Rana dan tidak akan menyakiti hatinya dengan alasan apapun, aku juga akan berusaha melakukan apapun yang bisa membuat dia bahagia. Tapi ini semua aku lakukan bukan karena perintah dari kakek atau siapapun. Tapi aku melakukan semua itu karena aku mencintai Rana, aku akan membuat dia bahagia dengan caraku sendiri."
Rana dan Lina tersenyum bahagia.
Mereka semua berharap ini adalah akhir dari semua masalah dan kesalahpahaman yang terjadi selama ini, dan Rana Seno akan bahagia untuk selama-lamanya tanpa ada masalah dan rintangan yang akan kembali memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
"Kita sudah terlalu lama berbincang di sini. Kau pasti lapar kan! Ibu sudah memasak makanan kesukaan kalian,"ujar Lina.
"Tentu Bu, aku juga sangat merindukan masakan Ibu,"sahut Rana, padahal dia sudah makan di Rumah Sarah.
"Benarkah! kalau begitu ayo kita ke meja makan."Ajak Lina dengan berantusias lalu ia menuntun Rana menuju meja makan.
Semua beranjak dari ruang keluarga menuju meja makan.
Obrolan hangat, serta senyum tulus dan bahagia terukir jelas di wajah mereka, menandakan bahwa mereka benar-benar tengah berbahagia saat ini.
****
Sore hari, Lina dan kakek Arif berpamitan untuk pulang kembali ke Rumah
"Kenapa Ibu tidak menginap di sini saja,"ujar Rana.
"Ibu juga maunya seperti itu nak, tapi Ibu tidak bisa, karena Ibu harus pulang begitu juga dengan kakek Arif. Kalian nikmatilah waktu berdua,"sahut Lina.
"Kalau begitu, biar Mas Seno yang mengantar Ibu dan Kakek pulang."
"Tidak perlu, Seno harus menemanimu di sini, Ibu sudah meminta sopir untuk menjemput kami, kau tidak perlu khawatir."
***
**
"Seharusnya kau meminta Ibu untuk tetap di sini Mas,"ucap Rana pada Seno yang tengah menutup pintu.
"Kan Ibu tidak mau untuk menginap di sini, sepertinya Ibu mengerti jika kita memang membutuhkan waktu hanya berdua saja,"sahut Seno sambil mengulas senyum yang mulai mencurigakan di mata Rana.
"Mas, sudah jangan macam-macam. Beristirahatlah, bukankah besok kau sudah mulai bekerja."
Seno mengangguk, lalu dia berjalan mendekati Rana, dan dengan menggunakan kekuatan secepat kilat, Seno mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar.
Dengan menggunakan satu kaki, Seno mendorong pintu kamar, dan dengan satu kaki pula dia menutupnya.
"Mas, sudah jangan yang aneh-aneh. Ini masih sore,"ujar Rana sambil memberontak.
"Bukankah kita belum pernah mencobanya di sore hari."Sahut Seno sambil membaringkan tubuh Rana di atas kasur, lalu dengan tangan yang super cekatan Seno menanggalkan semua pakaian yang berbalut di tubuh istrinya.
Dan terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi sore itu.
__ADS_1
*
*
*
Malam hari, usai menyelesaikan tugas penting dan luar biasa tapi mereka masih belum beranjak dari atas ranjang. Kerena Seno masih menahan Rana dengan memeluknya dari belakang.
"Mas, apa kau sudah tidur?"tanya Rana memastikan. Karena ia bisa merasakan hembusan nafas teratur dari Seno yang menyeruak di lehernya.
Merasa yang ditanya sudah berada di alam bawah sadar, Rana mengangkat tangan besar itu dari atas perutnya. Namun baru saja dia menyentuh saya nggak semakin mengeratkan pelukannya.
"Berarti kau belum tidur Mas?"
"Eeemmm. Aku menang belum tidur."
"Sayang, boleh aku bertanya sesuatu?"ujar Seno.
"Boleh, apa yang mau kau tanyakan, Mas?"
"Apa kau mengenal seseorang yang bernama Wisnu?"
Mendengar nama Wisnu seketika Rana membalikkan badannya menghadap Seno.
"Wisnu, dari mana kau tahu nama itu Mas?"
"Kak Sarah, dia menyebut nama itu ketika aku dan Kak Sarah berbicara di rumahnya tadi pagi. Dia sepertinya sangat membenciku karena seseorang yang bernama Wisnu itu."
Rana terdiam sejenak, dia juga bingung kenapa Wisnu yang menjadi alasan Sarah membenci Seno.
"Sayang! kenapa kau diam, apa kau mengenal seseorang yang bernama Wisnu itu? aku tidak tahu ada hubungan apa antara aku Kak Sarah dan Wisnu, karena seperti apapun aku mengingatnya aku merasa tidak pernah mengenal seseorang yang bernama Wisnu."
Rana bangun dari baringnya, lalu duduk sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, begitu juga dengan Seno yang mengikuti istrinya.
Bersambung....
šāØāØāØāØāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø