
Selamat membaca š¤
āØšššāØ
Lina dan Rana kembali ke Rumah.
"Rana, jangan pernah kau pikirkan apa yang di katakan Winda."
"Tentu tidak Bu, saat ini aku sangat bahagia. untuk apa aku memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya aku pikirkan. Tapi, apa boleh aku minta satu hal pada ibu?"tanya Rana.
"Tentu katakanlah."
"Bu, tolong jangan katakan kejadian tadi pada Mas Seno. Aku sudah bahagia dan aku tidak mau jika kembali di terpa masalah lain yang akan menggangu kami. Ibu tahukan seperti apa Mas Seno, dia pasti akan memperpanjang dan tidak akan berhenti sampai Tante Winda...!"Rana tidak berani meneruskan ucapannya.
"Iya nak, ibu mengerti. Ibu juga ingin kalian tenang tanpa ada lagi masalah apapun. Ibu tidak akan mengatakan apapun pada Seno."
***
"Apa ini Winda?"Piter melemparkan ponsel di hadapan Winda, untuk saja ponsel itu jatuh di sofa bukan di lantai.
Dengan malas Winda meraih ponsel itu dan seketika matanya melebar ketika melihat Video yang di putar di sana. Video dirinya dan Lina yang tengah berseteru di Supermarket.
"Aku sungguh sangat kecewa padamu, apa kau tidak pernah mengagappku sebagai suamimu hingga kau tidak pernah mendengarkan apa yang aku katakan padamu,"sentak Piter yang sudah sangat emosi dengan Istrinya itu.
"Ini tidak seperti yang kau lihat Pah."
"Tidak seperti yang aku lihat! Apa kau pikir aku ini buta? Winda, sudah puluhan kali aku mengingatkanmu untuk tidak menggangu keluarga Seno dan jangan pernah mengungkit serta mengingatkan apa yang sudah terjadi pada anak Kita Windy."
"Bukan aku pah, tapi wanita itu yang mengungkitnya."
"Tapi semua ini karena ulahmu Winda. Jika kau tidak menggangu menantu Lina, tentu saja dia tidak akan membeberkan fakta tentang kau yang selalu mendorong anakmu untuk melakukan perbuatan tercela. Hingga semua orang mengorek informasi tentang Windy. Dan menemukan fakta tentang anak kita dan masa lalunya, apa ini yang kau harapkan? Niat mempermalukan dan menghina orang lain, tapi malah anakmu sendiri yang terhina di mata orang?"
Winda terdiam.
"Winda, aku datang ke sini berniat memperbaiki keharmonisan keluarga kita dan atas permintaan Windy, aku ingin mengajakmu pulang. Tapi sepertinya aku tidak bisa menuruti permintaan Putri kita, karena aku memutuskan untuk berpisah denganmu."
DUARR..
Winda terkejut!
"Berpisah?"
"Ya, mulai sekarang kita berpisah."
"Kenapa?"
"Kau masih bertanya kenapa? Bukankah sejak dulu kita sudah berpisah, kau memilih untuk tetap di sini tidak ingin bersamaku dan Windy, jadi untuk apa ada tali pernikahan di antara kita. Aku membebaskan mu Winda. Aku sudah tidak akan lagi bertanggung jawab atas dirimu. Karena mulai detik ini aku menceraikanmu kau."
__ADS_1
Winda bangkit dari duduknya.
"Pah, dengarkan aku dulu."
"Cukup Winda, aku harus pergi dan Asisten ku yang akan ngurus semuanya."
Setelah mengatakan itu, Piter pergi meninggalkan Winda yang masih diam mematung karena Shock karena Piter menceraikan.
***
Satu bulan Berlalu.
Setelah sang suami menceraikannya, Winda meminta Windy pulang. Namun, gadis itu sudah terlanjur kecewa dengan ibunya hingga Windy menolak untuk bersama ibunya.
Winda menjalani hari-harinya dengan perasaan hampa dan kesepian, karena orang-orang yang selalu mengkhawatirkannya, sudah tidak pernah lagi mengirim pesan, menghubungi atau datang untuk memastikan keadaannya.
"Bu Winda, beberapa usaha kita mengalami penurunan drastis, angka penjualan produk kita sungguh jauh dari target, jika terus seperti ini tidak menutup kemungkinan usaha kita akan bangkrut."Ucap Assisten Winda, inilah yang tersisa. Dia yang masih menemani Winda.
"Kau urus saja semuanya. Aku ingin ke Negara XXX. Aku ingin menjenguk Windy dan memintanya pulang."
"Baik Bu, saya akan pesankan tiket pesawat untuk Anda."
Dan pada Akhirnya Winda yang terbang ke negara XXX karena tidak kuat menahan rindu dengan putri semata wayangnya yang sudah tidak pernah lagi menghubunginya.
šāØāØāØāØāØāØš
Sementara di tempat lain. Kebahagiaan begitu kental. Rana dan Seno, mereka semakin harmonis, Rana sudah benar-benar tidak lagi merasa sedih dengan takdirnya. Dia bahagia sangat bahagia dengan dukungan dan kasih sayang yang luar biasa dari suami dan semua keluarganya.
"Mandilah Mas, aku sudah menyiapkan seragam kerjamu."Sahut Rana yang sedang membuat sarapan untuk Seno.
"Temani aku!"Pinta Seno dengan manja.
"Kau bukan anak kecil seperti Dino dan Dina adiknya, kau sudah besar Mas. Jadi mandilah sendiri."
Tap!
Tap!
Tap!
Seno berjalan menghampiri Rana yang kebetulan sudah menyelesaikan tugas paginya.
"Mas!"Apa yang kau lakukan, pekik Rana ketika Seno mengangkat tubuhnya.
"Aku kan sudah bilang ingin di temani,"Sahutnya dan langsung membawa istrinya itu masuk kedalam Kamar mandi.
"Mulai hari ini ada rutinitas baru yang rutin dan harus kita lakukan setiap hari."Kata Seno, setelah mereka berada di Bathtub yang sama.
__ADS_1
"Apa itu?"
Seno mendekat wajahnya di telinga Rana.
"Mandi bersama."
Rana mendelik, dia tau jika ritual mandi bersama tidak 100% mandi karena akan ada kegiatan lain di sana.
Yang tidak perlu Otor jelaskan karena Otor yakin kalian semua sudah tahu kegiatan apa itu.
"Ti....!"
CUP!
Sebelum Rana mengatakan tidak untuk menolak, Seno lebih dulu mencium bibirnya. Tidak langsung di lepas, karena ciuman itu semakin dalam dan lama hingga sampai ke tahap yang lain.
Dan beginilah yang terjadi selama satu bulan terakhir ini dan akan terus terjadi di bulan dan tahun-tahun berikutnya.
šāØāØāØš
Sampai sini untuk kisah Rana dan Seno Othor nyatakan selesai ya!
Mereka berakhir dengan bahagia. Dengan saling menerima kekurangan dan kelebihan satu Sama lain.
Kesempurnaan seorang wanita tidak harus di ukur dengan dia yang sudah menjadi ibu atau belum. Tidak ada satupun wanita yang tidak ingin menjadi ibu, karena itu adalah impian setiap wanita.
Tapi, hidup kita bukanlah milik kita ada takdir yang mengatur semuanya.
Ketulusan dan keikhlasan hati, itulah yang membuat seorang wanita menjadi sempurna.
Dan seorang wanita akan menjadi sangat sempurna dan bahagia di mata lelaki yang tepat, yang bisa menerima dia apa adanya.
Terima kasih untuk yang sudah mendukung dan menemani perjalanan cinta Seno dan Rana š¤š¤š¤ā¤ļøā¤ļø
Di Bab berikutnya, Kita akan fokus mencarikan jodoh untuk Dika yang sedang patah hati š Tapi untuk Kisah Dika tidak akan sepanjang cerita Seno. Dan Seno serta Rana akan tetep hadir di part-part tertentu untuk melengkapi cerita selanjutnya.
Tidak akan ada konflik dan masalah berat, karena tugas Otor hanya mencarikan jodoh untuk Dika.
***
Bersambung.
šāØāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļø