4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Saling Memaafkan Dan Mengerti


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


"Tidak, aku tau kak Sarah melakukan itu karena kak Sarah sangat mencintai Mas Wisnu, dan kak Sarah tidak tau kejadian yang sebenarnya."Sahut Rana.


"Ya, karena aku terlalu mencintai dan tidak bisa melupakan Mas Wisnu, aku menjadi manusia yang egois, membenci seseorang tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya. Dan karena keegoisanku, aku lebih sering mengabaikan dan tidak memperdulikan perasaan Mas Bima. Apa semuanya bisa di perbaiki? Apakah Mas Bima masih bisa bersabar untuk aku."Ujar Sarah dengan wajah tertunduk.


Rana meraih tangan Sarah. Dia kembali meyakinkan Bahwa tidak ada yang terlambat untuk semuanya ini.


Hingga wanita itu mengangguk yakin dengan apa yang dikatakan Rana.


***


"Seno, maafkan aku."Kata Sarah, yang keluar dari kamar dan langsung kembali menemui Seno.


Seketika Seno dan Bima terkejut! Dengan Sarah yang tiba-tiba meminta maaf.


"Maafkan aku yang sudah membencimu tanpa alasan yang jelas, maafkan aku yang sudah memisahkan dan memberi jarak antara kau dan Rana 4 tahun yang lalu. Akulah penyebab kesalahpahaman di antara kalian berdua, itu semua aku lakukan karena aku membencimu Seno, tapi sekarang aku sadar jika apa yang aku lakukan adalah salah. Meskipun ini sudah terlambat, tapi aku berharap kau mau memaafkan aku."


Baik Bima dan Seno, tertegun mendengar ucapan Sarah.


"Tidak kak, akulah yang harus meminta maaf pada kak Sarah dan Mas Bima."Sahut Seno dengan cepat.


"Kau melakukan itu demi menyelamatkan banyak orang, aku berterima kasih padamu karena sudah menyelamatkan aku terutama Dino, aku akan mencoba ikhlas dengan takdir yang menimpa Mas Wisnu."


Semua tersenyum lega.


Akhirnya kesalahpahaman antara Sarah dan Seno bisa terurai, dengan sama-sama saling mengerti posisi masing-masing dan menyadari kesalahannya.


Sarah beralih pada Bima.


"Mas Bima, aku minta maaf padamu, karena selama ini aku tidak pernah mengerti perasaanmu. Kau sudah mengorbankan segalanya demi aku dan Dino. Maafkan aku Mas Bima, dan terima kasih untuk semuanya. Aku berjanji akan menjadi istri yang baik untukmu."


Bima terkejut!


"Apa-apaan ini! Kenapa kau harus minta maaf padaku? Kau tidak memiliki salah apapun, menjaga dan melindungi mu serta Dino adalah tanggung jawab yang memang harus aku lakukan, bukan karena aku sebagai pengganti dari Wisnu, tapi semua itu aku lakukan karena aku sangat menyayangi kalian."


Sarah yang merasa tersentuh sekaligus merasa bersalah dengan kebaikan dan ketulusan hati Bima, ia langsung menghamburkan pelukan pada lelaki itu.


**


Ada hikmah di setiap masalah yang datang.


Dan dari setiap kesalahan yang pernah mereka lakukan, akan menjadi cambuk untuk mereka melakukan hal yang baik, menghargai dan mengerti orang lain di kemudian hari.


***


Seno bisa bernafas dengan lega, dan hatinya pun sudah tenang karena Sarah dan Bima memaafkan dirinya, Seno harus menjaga hubungan baik dan hangat dengan kelurga Rana.


***


"Terima kasih,"ujar Seno, sambil menggenggam tangan Rana dengan menggunakan satu tanyanya.


Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil menuju pulang.


"Terima kasih untuk apa, Mas?"


"Untuk semuanya. Karena kau sudah mendukung dan mempercayai diriku."


Rana tersenyum. Saat ini dia juga bahagia kerena semua berjalan dengan baik dan semoga akan terus berjalan baik seperti ini.


"Tapi sayang, aku tidak bisa bertemu Dino tadi."Keluh Seno, yang pagi itu tidak bisa menemui Dino karena sudah berangkat sekolah.


"Lain kali kau masih bisa bertemu Dino, mas."

__ADS_1


"Sayang!"panggil Seno.


"Iya, Mas."


"Bagaimana kalau kita pergi bulan madu?"


Seketika Rana tersentak mendengar kata bulan madu.


"kenapa kau sampai terkejut seperti ini?"tanya Seno dengan bingung melihat Rana yang begitu terkejut.


"Bulan madu! Apa kau tidak salah Mas?"


"Tidak, memangnya kenapa? Apa ada yang salah?"


"Mas, kita sudah menikah selama 6 tahun. Yang namanya bulan madu sudah tidak ada di usia pernikahan yang selama itu."


"Tidak ada, siapa yang berani memberi peraturan seperti itu?"


"Bukan peraturan Mas, itu memang kenyataan, tidak ada pasangan yang pergi berbulan madu di usia pernikahan yang sudah bertahun-tahun karena pada umumnya. Pergi bulan madu dilakukan oleh pasangan yang baru saja menikah."


Seno terdiam, dia kembali teringat dan merasa bersalah karena di awal pernikahan mereka, jangankan untuk berbulan madu, menyisihkan waktu berdua saja jarang mereka lakukan , karena Seno selalu beralasan sibuk dan sibuk. Tapi kali ini, Seno bertekad untuk mengembalikan masa-masa yang seharusnya mereka rasakan di awal-awal menikah. Agar kisah mereka dikenang sebagai pasangan yang romantis, harmonis dan saling menyayangi.


"Kalau begitu anggap saja, kita ini pengantin baru karena memang kita baru dipertemukan kembali kan. Dan Dika juga mengatakan jika usul berbulan madu adalah hal yang bagus yang harus kita lakukan saat ini."


"Dika lagi?"


Seno tersenyum.


"Ya, dia bilang jika pergi berbulan madu adalah perjalanan yang harus kita lakukan secepat mungkin. Jadi, ayolah sayang. Kita pergi berbulan madu?"pinta Seno.


"Tapi kau harus bekerja kan, Mas?"


"Aku bisa minta cuti selama 2 Minggu. Dan Dika yang akan menggantikan aku untuk sementara waktu. Pokoknya, kita akan pergi bulan madu, dan kita akan berangkat Minggu depan."Seno sudah memberi keputusan final.


Rana hanya menggeleng. Rasanya percuma memberi pengertian pada lelaki yang seperti sedang puber itu. Meskipun tidak masuk akal dan terdengar aneh jika harus berbulan madu di usia pernikahan yang lebih dari 5 tahun.


**


Mereka baru saja sampai di Rumah.


"Tidak, aku sudah meminta Dika untuk menggantikan aku hari ini,"sahut Seno yang kembali mengandalkan Dika. Tampa dia tahu jika temannya itu sedang ketar-ketir karena dia akan gagal makan malam bersama wanita idamannya.


Rana berpikir, jika Seno tidak pergi bekerja apa yang akan mereka lakukan di rumah itu hanya berdua sepanjang hari.


"Kenapa kau diam? apa kau sedang memikirkan sesuatu?"tanya Seno.


"Tidak. Kalau begitu aku ke kamar dulu Mas,"ujar Rana dan ia sudah melangkah ingin memasuki kamar.


Seno mengukir senyum aneh.


"Jadi ini, yang tadi sedang kau pikirkan?"


Rana menghentikan langkah kakinya dan ia berbalik menatap Seno.


"Apa?"


Seno berjalan mendekati istrinya.


"Tadi, kau memikirkan jika hari ini kita akan menghabiskan waktu berdua sepanjang hari di dalam kamar kan?"


"Kenapa dia bisa berpikir sejauh itu? dan kenapa pikirannya selalu menuju ke arah sana?"


"Sayang, kenapa kau malah diam. Benar kan itu yang sedang kau pikirkan, jangan khawatir aku akan membuat pikiran dan khayalanmu itu menjadi kenyataan. Hari ini kita akan menghabiskan sepanjang hari di dalam kamar berdua saja,"kata Seno sambil menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan lalu ia mengecup kening Rana.


"Tidak, Mas. Aku sedang tidak berpikir seperti itu mungkin kau hanya salah paham saja, lagi pula kita sudah melakukannya kan semalam."

__ADS_1


"Itukan malam, kita belum pernah melakukannya di siang hari, pasti sensasinya akan jauh berbeda."


Seketika Rana membelalakkan matanya.


"Sensasi! sensasi apa maksudmu Mas?"


"Aku juga tidak tahu akan seperti apa sensasinya, maka dari itu Mari kita mencobanya agar kita tahu seperti apa sensasinya."


Tampa A I U E O, lagi Seno menarik tangan Rana dan mereka masuk kedalam kamar.


*****


Dika yang sedang diliputi rasa gelisah, dan hari ini dia tidak mau gagal, mencoba untuk menghubungi Seno.


(Seno, apa yang sedang kau lakukan hari ini? apa urusan penting mu sudah selesai?) satu pesan pembuka yang Dika kirim ke nomor yang ia beri nama .Si KANEBO RUSAK.


Seno, yang baru saja melakukan tugas mulia. Membalas pesan Dika dengan posisi yang masih berbaring di atas ranjang.


(Ada apa? urusanku sudah selesai, dan saat ini aku baru saja menyelesaikan tugas penting yang lainnya. Sudah, jangan mengirimkan pesan kembali karena itu akan sangat mengganggu konsentrasi ku)


Balasan pesan dari Seno, seketika membuat Dika terpancing emosinya, padahal Seno tidak mengatakan tugas apa yang saat ini sedang dia lakukan tapi sepertinya Dika sudah mengerti.


(Apa saat ini kau sedang di atas ranjang)


Terkirim, dan langsung berubah dua centang biru, bertanda pesan itu sudah dibaca oleh Seno.


Seno membuka lebar matanya lalu ia mengedarkan pandangan di seluruh sudut kamar terutama jendela.


"Kenapa dia tahu? apa dia memasang CCTV di kamar ini, tidak mungkin. Atau jangan-jangan, Dika juga mempunyai kelebihan bisa menembus pandangan sejauh puluhan kilometer, luar biasa,"gumam Seno.


TING..


Satu pesan kembali masuk dan Seno segera membacanya.


(Benarkan, kalau saat ini kau sedang berada di atas ranjang? aku tahu kau sangat merindukan istrimu karena sekian lama kalian tidak bertemu tapi janganlah terus-terusan kalian bergelut di atas ranjang, aaaah.. Kau ini benar-benar tidak mengerti perasaanku, setidaknya beri aku kesempatan untuk mencari kekasih agar aku segera merasakan apa yang saat ini kau rasakan)


Pesan Dika yang panjang lebar.


(Kau ini kenapa)


Dan Dika pun mengatakan bahwa malam ini dia ada janji untuk makan bersama Aurel.


(Baiklah, aku akan ke Kantor, dan kau bisa pergi makan malam bersama Aurel, meskipun aku sangat yakin jika Gadis itu terpaksa pergi bersamamu tapi setidaknya kau bisa bahagia untuk satu malam)


Dika terlonjak kegirangan ketika mendapat balasan dari Seno.


"Aaaahh... Akhirnya, malam ini aku berkencan. Aku berkencan..!"Dika yang kegirangan, dengan berteriak kencang sampai menarik perhatian teman-temannya.


"Aneh sekali dia, tadi terlihat sedih dan kesal. Sepanjangan latihan dia terus saja marah-marah pada kita sekarang lihatlah dia seperti anak kecil yang diberikan es krim oleh ibunya."Gerutu temannya.


"Itulah yang dinamakan cinta, yang bisa membuat orang menjadi stress. Contohnya seperti Dika."


"Apa saat ini kalian tengah menggunjing ku?"tanya Dika," Tapi tidak apa-apa, aku izinkan kalian memaki dan menggunjing diriku. Aku tidak akan marah karena saat ini aku sedang bahagia. Sangat bahagia. Hahaha.."Teriak Dika, yang semakin membuat temannya menggelengkan kepala.


Bersambung..


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø

__ADS_1


****


__ADS_2