
Selamat? Membaca š¤š¤š¤
šāØšāØšāØš
Dengan cepat, Seno langsung ngehubungin Dika lewat sambungan telepon.
("Ada apa ?") tanya Dika di sebrang sana.
("Apa kau tau, apa itu pembalut?) Tanpa basa-basi Seno langsung bertanya intinya.
(.......) Tidak ada sahutan dari Dika.
(Dika, kau tau tidak? apa jangan-jangan kau juga tidak tahu dengan benda itu?")
("Tentu saja aku tahu, memangnya kau yang apa-apa tidak tau. Untuk apa kau menanyakan benda itu? itu khusus untuk seorang wanita kau tidak boleh menggunakannya.")
("Rana yang memintanya, cepat katakan dimana aku bisa mendapatkan benda yang khusus untuk wanita itu? Jangan membuang-buang waktu, Rana sudah menunggunya.")
(......)Dika terdiam kembali, sepertinya ia tengah memikirkan sesuatu.
("Dika! Kau mendengar kan?")
("Iya, aku dengar. Kau bisa mendapatkan benda itu di bengkel. Katakan saja kau membutuhkan pembalut.")
("Bengkel?")
("Iya, sudah cepat sana pergi, jangan sampai Rana lama menunggunya. Kau akan kehilangan kesempatan bisa memikat Rana kembali jika sampai kau telat apalagi tidak mendapatkannya.")
("Baik.")
Seno segera mematikan sambungan teleponnya, dan ia bergegas keluar area Villa menggunakan mobilnya untuk mencari Bengkel terdekat.
***
Sementara di tempat lain. Dika sedang tertawa terbahak-bahak seperti sedang menonton animasi Shaun the sheep. Tapi bukan itu yang membuatnya tertawa bahagia seperti ini.
***
Kembali kepada Seno.
Lelaki itu sudah sampai di bengkel cukup besar yang lokasinya paling dekat dengan Villa, tanpa membuang-buang waktu lebih lama lagi Seno bergegas turun dari mobil berjalan memasuki bengkel yang tengah ramai pengunjung tersebut.
"Selamat siang! ada yang bisa kami bantu, pak?"sapa seorang pemuda yang merupakan pekerja di bengkel tersebut.
"Saya mencari pembalut! Apa Bengkel ini menjualnya?"tanya Seno dengan nada suara cukup keras.
Si pemuda langsung menaikan kedua alisnya karena terkejut dengan pertanyaan pelanggan yang di luar nurul eh nalar ini.
Bukan hanya si karyawan bengkel yang terkejut dengan pertanyaan Seno, tapi beberapa orang yang tengah duduk dan bekerja di sana langsung menatapnya sambil menahan tawa.
Seno melirik di sini ia mulai bingung. Kenapa semua orang menatapnya seperti ini ia sudah mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.
__ADS_1
"Maaf Pak, tapi kami tidak menjual benda seperti itu, karena benda itu memang tidak dijual di tempat seperti ini."Jawab si karyawan lelaki itu dengan sopan.
"Tidak ada?"
"Benar Pak, Anda datang di bengkel manapun tidak akan ada yang menjual benda itu."
"Bisa beritahu saya, di mana saya bisa mendapatkan benda itu?"Tanya Seno.
Si pemuda melirik kanan kiri, sebenarnya ia ingin tertawa dengan orang yang datang ke bengkel untuk membeli pembalut tapi tentu saja ia harus menahan rasa lucu ini demi menjaga perasaan si pelanggan yang datang. Dan pemuda itu memilih untuk mendekatkan diri kepada Seno lalu ia berbisik.
"Anda bisa membeli benda keramat wanita itu di Minimarket."
Seno mengangguk.
"Terima kasih."
"Sama-sama, Pak."Sahut pemuda dengan menundukkan kepalanya.
Seno kembali keluar dari Bengkel, namun langkahnya kali ini menjadi pusat perhatian semua manusia yang ada di sana, mereka melihat Seno dengan tatapan yang Seno rasa aneh. Dan dia semakin yakin jika ada yang tidak beres.
"Dika! Ini pasti ulah mu."Gumam Seno.
Seno segera masuk kembali ke dalam mobilnya, di sana otaknya mulai di gunakan dengan mencari tahu lewat internet dengan kata kunci pembalut.
"Dikaaaa!"garam Seno setelah mengetahui apa itu pembalut dan di mana dia bisa mendapatkannya,"Awas kau. Tunggu aku, aku akan memberikan pelajaran untukmu,"sambungnya.
Setelah tahu, Seno segera menuju minimarket seperti apa yang di katakan karyawan bengkel tadi karena menurut Mbah Google pun dia bisa membelinya di sana.
Drama belum usai.
Setelah Seno sampai di Minimarket ia kembali di buat bingung dengan mencari-cari Rak yang berisikan pembalut.
"Bapak cari apa?"
Suara seseorang mengejutkan Seno yang tengah fokus memperhatikan setiap benda yang ada di sana. Dan wanita itu adalah karyawan minimarket.
"Di mana Rak berisi pembalut?"tanya Seno tanpa malu-malu.
Si gadis sedikit terkejut, tidak menyangka jika pengunjung lelaki ini mencari benda pribadi wanita, tapi ia segera mengulas senyum dan mengantar Seno ke Rak yang berisikan susunan pembalut dengan berbagai warna, jenis dan ukuran yang bervariasi.
"Di sini pak, bapak tinggal pilih saja mau yang mana."
Seno kembali di buat bingung dengan banyaknya pilihan di sana. Lalu ia memilih untuk bertanya.
"Di antara semua ini, mana yang paling bagus dan aman untuk di gunakan?"
"Apa!" si karyawan sedikit tersentak. Namu cepat-cepat ia menetralkannya. Dengan ragu-ragu dan menahan malu wanita itu mengambil dua jenis pembalut yang ada di Rak.
"Yang ini produk paling bagus dan menjadi Best seller, hampir semua wanita menggunakan yang Brand ini, keunggulannya adalah! Tidak membuat iritasi dan nyaman saat di gunakan. Karena ini mengandung ekstrak daun sirih yang sudah terbukti khasiatnya. Dan yang ini juga menjadi andalan para wanita yang super aktif dengan aktivitas yang pada di luar, keunggulannya! mencegah bocor dan mengunci semua cairan hingga tidak akan tembus saat bergerak, ini juga tidak akan membuat gerah dan pengap karena Ekstrak Cool. Ada juga yang khusus di gunakan pada malam hari yang memiliki panjang 29cm, membuat tidur pasangan Anda lebih nyaman tanpa rasa takut tembus. Jadi Anda pilih yang mana Pak?"Tanya gadis itu setelah menjelaskan panjang lebar kegunaan produk yang ada di tangannya. Dia sudah seperti Sales pembalut yang berbakat.
Kepala Seno seperti dikelilingi bintang-bintang karena pusing mendengar penjelasan wanita yang ada di hadapannya, tapi dengan cepat ia menunjuk satu brand yang ada di tangan gadis itu.
__ADS_1
"Yang ini saja."
"Pilihan Anda tepat sekali Pak, lalu Anda mau yang ukuran berapa? bersayap atau tidak?"
"Hah! Seno sampai terbengong dengan pertanyaan karyawan minimarket itu."
"Ukuran? Bersayap? Apa-apaan ini. Apakah benda ini bisa terbang hingga harus ada yang bersayap? Dan ukuran? Aaa...! Ukuran apa yang cocok untuk Rana." Seno terlihat stres hanya karena pembalut saja.
"Pekerjaan ini tentu jauh lebih sulit daripada melakukan misi penyelamatan."Gumam Seno.
"Pak! Anda mau yang mana?"
"Semuanya!"Jawab Seno cepat.
"Semua?"
"Iya, semua ukuran. Dan yang bersayap serta tidak bersayap."
"Baik pak, saya akan segera membungkusnya, silahkan Anda menuju meja kasir."Pinta karyawan.
Seno mengangguk.
Dan ketika ia ingin melangkah ke meja kasir, Seno dikejutkan dengan beberapa ibu-ibu yang tengah berbaris memperhatikannya. Seno menjadi pusat perhatian para ibu-ibu di minimarket itu, ada yang memandang dengan kagum ada juga yang menertawakannya.
Dengan cepat Seno menuju kasir dan membayar semua apa yang ia pesan tadi.
Dengan di bantu oleh karyawan laki-laki, Seno memasukkan semua barang yang ia beli ke dalam bagasi mobil.
"Istri Anda pasti Senang! karena jarang sekali di dunia ini ada laki-laki yang mau membelikan ini untuk pasangannya."Ujar Karyawan yang tengah membantunya.
"Benarkah?"
"Tentu pak, hanya ada satu dari sejuta lelaki yang seperti Anda. Dan tipe lelaki seperti ini menjadi idaman para wanita di luar sana. Saya yakin istri Anda pasti senang."
Seno yang awalnya Kesal jadi tersenyum puas.
"Terima kasih."Ujar Seno.
"Sama-sama, Pak."
Seno masuk kedalam mobilnya dangan perasaan yang senang. Dan ia bergegas melaju menuju Villa, jangan sampai membuat Rana lama menunggunya.
Bersambung...
āØšāØšāØšāØ
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šš¤
Mohon dukungannya
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø