
Selamat membaca š¤
ššš
Olivia masuk kedalam kamarnya, di sana dia merasakan cemas yang luar biasa.
Baru saja dia ketahuan oleh Rega yang mengklaim sebagai calon suaminya itu, dan saat ini dia diketahui oleh Dika.
"Bukankah aku sudah sering meminta bantuan padanya? tapi kenapa dia tidak mengenaliku? apa dia hanya berpura-pura tidak mengenaliku! Aaah..!"Olivia mengacak-ngacak rambutnya karena pusing.
Dia takut jika kedua lelaki yang mengetahui keberadaannya di Apartemen itu akan melapor kepada Vera, dan sia-sia semua perjuangan dan usahanya selama ini jika Vera mengetahui semuanya.
"Apa yang harus aku lakukan? apa aku meminta Dika untuk tidak memberitahu Mama jika aku ada di sini? Untuk apa? bukankah Mamah tidak terlalu kenal dengan Lelaki itu, jadi aku tidak perlu khawatir kan! tapi bagaimana kalau dia menceritakan kepada Tante Ana, dan Tante Ana menyampaikan kepada Mama! Aaah... Tidak-tidak itu tidak boleh terjadi, aku harus segera bertindak sebelum lelaki itu memberi tahu Mama."
***
Sama seperti Olivia, Dika pun menjadi tidak tenang.
"Bagaimana kalau dia berpikir buruk tentangku? aku bisa beralasan jika aku tidak mengenalinya kan!"kata Dika.
Di saat Dika Tengah berperang dengan pikirannya sendiri, suara bel Apartemen kembali menggema.
Dan tanpa harus mengintip, siapa yang datang Dika segera membuka pintu dan dia melihat Olivia berdiri di sana.
"Kenapa dia datang lagi ke sini? apakah dia ingin jejakku dengan beberapa pertanyaan buruk?"
"Apa kau masih mengingatku?"tanya Olivia.
"Masih, kau anak tante Vera kan?"
Olivia mengangguk.
"Benar. Apa aku mengganggumu?"tanya Olivia kembali.
"Tidak!"sahut Dika dengan ekspresi santai.
"Bisa kita bicara sebentar? ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."
Dika mengangguk.
"Bisa."
**
__ADS_1
"Dika, apa kau sudah lama tahu kalau aku tinggal di sini?"tanya Olivia yang memulai pembicaraan setelah mereka berdua menuju ke tempat yang lebih nyaman untuk mengobrol.
"Tidak, aku hanya baru mengetahuinya sekitar satu mingguan yang lalu,"jawab Dika terus terang. Karena dia sudah tidak ingin berbohong lagi, takut Dosa.
"Sebenarnya aku sudah sekitar 5 bulan yang lalu tinggal di Apartemen ini, dan aku tidak pernah melihatmu ada di sini. Karena aku pikir unit milikmu itu kosong."
"Aku jarang datang kesini."
"Aku ingin meminta tolong padamu?"pinta Olivia, yang langsung ke tujuan utamanya ingin bicara dengan Dika.
"Apa?"
"Tolong jangan katakan pada Tante Ana, jika aku tinggal di Apartemen ini. Karena jika ibumu tahu aku tinggal di sini dia pasti akan memberitahu Mama. Itu tidak sulit kan?"
"Bisa, jika Ibu atau Tante Vera tidak bertanya, tapi aku tidak bisa menjamin jika Ibu bertanya karena aku tidak mungkin berbohong kepada orang tuaku,"ujar Dika.
"Aku rasa, baik ibumu atau Mama. Tidak akan bertanya apapun, jadi kau juga jangan mengatakan apapun bahkan menyinggung sedikit pun tentang keberadaan ku di sini."Sahut Olivia.
"Baiklah, aku akan mencobanya."
"Terima kasih, kalau begitu aku permisi."
Setelah Olivia rasa Dika tidak akan berbahaya. Gadis itu segera berlalu meninggalkan Dan.
Dan Dika pun tidak menanyakan Apa alasan yang membuat Gadis itu tidak ingin diketahui oleh Vera Jika dia tinggal di Apartemen itu.
šš
Keesokan harinya.
Dan hari ini adalah jadwal Seno kursus memasak, dia sengaja tidak memberitahu Rana karena ingin memberikan kejutan pada istri tersayangnya itu.
"Apa aku harus menemanimu juga? kemarin aku sudah mendaftarkan mu Seno, masa aku harus menemanimu lagi?"protes Dika Di saat Seno mengajaknya menuju ke lokasi kursus.
"Tentu saja, masa kau tega membiarkan aku sendirian di tempat kursus itu?"
"Kau tidak sendirian di sana Seno, banyak orang yang juga mengikuti kursus sama sepertimu."
"Ayolah!"rengek Seno sambil menarik-narik lengan Dika.
"Selain akhir-akhir ini aneh, sekarang dia malah merengek kepadaku,"gumam Dika, dan gumaman itu tentu saja terdengar oleh Seno.
Seno langsung berdiri tegak dan membusungkan dadanya di hadapan Dika.
__ADS_1
"Saudara Dika, saya memerintahkan mu untuk menemani saya hari ini!"
"Maaf Ki sanak, hari ini saya tidak bisa menemani Anda, jika itu di luar dari misi pekerjaan. Karena ada sesuatu yang penting yang harus saya kerjakan."Sahut Dika, dengan posisi tubuh sama seperti Seno.
"Mereka kumat lagi,"ujar Adam yang sedang memperhatikan Seno dan Dika.
"Sudah, selama mereka tidak mengganggu dan membahayakan penduduk, kita biarkan saja,"Sahut rekanya.
"Kau benar juga,"timpal Adam.
**
Perdebatan dimenangkan oleh Seno, karena lelaki itu mengancam Dika, akan mencabut gelarnya sebagai seorang paman.
Mereka berdua bergegas menuju ke lokasi kursus sebelum sore menjelang, karena jika sudah Sore, Seno harus segera pulang dia tidak bisa berlama-lama meninggalkan istrinya.
Sesampainya di sana.
Seno dan Dika di sambut begitu ramah. Dan mereka pun berkenalan dengan beberapa orang yang juga mengikuti kursus di sana. Tapi... Seno lah satu-satunya peserta lelaki di Cempaka Kursus.
Tidak merasa nyaman, itulah yang saat ini sedang Seno rasakan karena kehadirannya di sana menjadi pusat perhatian para wanita yang menjadi peserta kursus.
Namun tekad yang kuat tidak menyurutkan semangat Seno.
"Kau bersemangat lah. Sebentar lagi Koki yang membimbing akan datang ,"bisik Dika.
"Dika, apa kau tidak bisa mencari tempat kursus yang lain? setidaknya ada peserta laki-laki di sini? tapi kenapa semuanya ibu-ibu?"
"Sudah! kau jangan banyak protes, memangnya kau pikir mudah mencari tempat kursus dalam waktu beberapa jam. Sudah! nikmati saja pembelajaran ini, Restoran Cempaka sudah sangat terkenal dengan makanannya yang enak karena Koki yang bekerja sangat ahli dan Profesional. Kau pasti akan bisa menciptakan masakan luar biasa, spektakuler dan menakjubkan jika kau lulus dari kursus ini,"ujar Dika meyakinkan.
Seno terdiam. Dan dia pun mengikuti apa yang dikatakan Dika untuk tidak protes.
Setelah beberapa detik menunggu, Koki yang ditunjuk sebagai guru mereka pun hadir. Dan betapa terkejutnya Seno serta Dika, karena
Koki yang akan menjadi gurunya adalah Mawar dan Cilla.
Bersambung..
šš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong jika ada kesalahan dalam tulisan ini š¤
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya š¤