4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Memasak Di Jam Kramat


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—


🍁🍁🍁🍁


Seno yang sudah membersihkan dirinya, bergegas keluar rumah menuju lapak nasi goreng yang di idamkan istrinya malam ini.


Untung saja lapak nasi goreng itu tidak terlalu jauh dari rumah hingga Seno tidak harus mengeluarkan mobil terlebih dahulu, dia berjalan dengan langkah cepat, agar segera sampai dan tidak membuat istrinya menunggu lama dan kelaparan.


"Kenapa harus di jam segini? Untung saja tempatnya tidak terlalu jauh jadi aku bisa segera sampai di sana."Gumam Seno yang mengiringi langkah kakinya.


***


Hanya butuh 10 menit, Seno sudah sampai di lapak nasi goreng dan lelaki itu sangat terkejut ketika melihat antrian yang super panjang sampai membuat ketua Tim ini menggelengkan kepalanya.


"Apa semua orang yang ada di sini merasakan lapar di jam keramat seperti ini,"gumam Seno.


"Mas, kalau mau pesan silahkan ambil Nomor antrian,"ujar seorang pria pada Seno yang masih terkesima dengan keramaian di lapak Nasi Goreng tersebut.


"Iya, terima kasih,"sahut Seno.


 Dan mau tidak mau, dia harus berada di antrian paling belakang.


***


1 menit


5 menit


10 menit


15 menit


30 menit


Hingga di waktu 69 menit, Seno baru bisa mendapatkan Nasi Goreng yang di inginkan istrinya itu.


"Ini Nasi Goreng pedas sepesial, yang jadi vaforit Rana sejak dulu, sudah pasti dia akan suka dengan Nasi Goreng buatan saya ini,"ucap bapak penjual Nasi Goreng seraya menyerahkan bungkusan plastik transparan kepada Seno.


"Terima kasih,"sahut Seno dengan wajah berbinar, karena akhirnya dia mendapatkan Nasi Goreng itu setelah mengantri cukup lama.

__ADS_1


Seno melakukan pembayaran, dan setelah mendapatkan apa yang istrinya inginkan ia bergegas kembali ke rumah dengan wajah sumringah, tapi hatinya sedikit kesal, karena Rana lebih memilih Nasi Goreng buatan bapak-bapak itu daripada dirinya.


*****


CKLEK...!


Seno membuka pintu Rumah dan dia mendapati istrinya yang tengah duduk di ruang tamu sedang menunggu dirinya.


"Sayang, kenapa tidak menunggu di kamar saja."Ucap Seno, yang langsung mendekati istrinya.


"Aku ingin menunggu di sini Mas, kenapa lama sekali?"keluh Rana.


"Maaf Sayang, tadi antriannya sangat panjang, jika aku tidak bernegosiasi pasti aku akan kembali 3 jam kemudian."Kata Seno,"Tapi, aku sudah mendapatkan Nasi Gorengnya. Kau tunggu di sini aku akan ambilkan piring."


"Tidak! Biar aku saja Mas, kau pasti lelah, tunggulah di sini."Ujar Rana yang menghentikan langkah Seno, dan dia langsung beranjak ke dapur untuk mengambil piring dan air minum.


**


Rana yang tadinya sangat mendamba Nasi Goreng, kini wajahnya terlihat biasa-biasa saja ketika melihat Nasi yang sudah Seno pindahkan di piring.


"Kanpa? ini nasi goreng kesukaanmu kan, bapak penjual itu bilang jika Nasi Goreng ini yang menjadi kesukaanmu sejak kecil."Kata Seno, yang mendapati istrinya malah diam tidak langsung menyantapnya.


"Itu benar, Mas. Nasi Goreng ini yang menjadi favoritku dulu tapi entah kenapa tiba-tiba aku jadi tidak menginginkannya lagi."Sahut Rana dengan ringan.


"Iya, Mas, aku sudah tidak menginginkan Nasi Goreng ini lagi."


Seno menghela nafas berat, dia sampai berlarian agar segera sampai ke Rumah untuk membawa Nasi Goreng itu, tapi Rana malah sudah tidak menginginkannya lagi.


"Tapi kenapa sayang? apa kau sudah tidak merasa lapar lagi atau kau ingin langsung tidur saja?"tanya Seno, masih dengan suara super lembut.


"Aku tidak mengantuk Mas, aku juga masih merasa lapar."


"Lalu, kenapa kau tidak mau memakannya?"


"Sepertinya aku ingin Nasi Goreng buatanmu saja, Mas,"ujar Rana, yang seperti tengah menguji kesabaran Seno dengan permintaannya ini.


Tapi, Seno malah mengukir senyum dengan permintaan istrinya kali ini. Seno senang, karena pada akhirnya dialah pemenangnya karena Rana lebih memilih Nasi Goreng buatannya dari pada bapak-bapak itu.


"Baiklah, aku akan membuat Nasi Goreng spesial yang paling enak di dunia ini."Seru Seno, dengan semangat. Lalu Dia segera beranjak menuju dapur dan mengeluarkan semua alat tempur yang biasanya di gunakan oleh Kartika di sana.

__ADS_1


**


Kartika yang terlelap, tiba-tiba terjaga karena mendengar suara gaduh di dapur. Dia langsung bangun karena takut dan mengira ada maling yang memasuki rumahnya.


"Nak Seno, apa yang sedang Nak Seno lakukan di sini?"kaget Kartika ketika melihat yang membuat keributan di dapur adalah menantunya sendiri.


"Ibu, bangun! apa Ibu terbangun karena aroma masakanku ini,"kata Seno dengan percaya dirinya, padahal Kartika terbangun karena suara bising yang dia ciptakan di dapur mertuanya itu.


"Iya, tapi untuk apa tengah malam seperti ini Nak Seno Memasak? dan apa yang sedang Nak Seno masak?"tanya Kartika yang kebingungan.


"Rana, lapar Bu. Dan dia ingin makan Nasi Goreng buatan ku."


"Di jam seperti ini?"kejut Kartika ketika mendengar alasan yang sampai membuat lelaki itu memasak di dapur di tengah malam buta seperti ini.


"Iya Bu."


"Lalu di mana Rana?"


"Ada di kamar."


Kartika menggeleng, dia tidak menyangka jika anaknya itu akan sampai hati menyuruh suaminya memasak di jam Kramat seperti ini.


"Seno, Maafkan Rana, Nak. karena permintaan Rana kau harus masak dini hari."


"Tidak apa-apa Bu, aku senang melakukannya. Dan ibu lihatlah Nasi Goreng buatanku ini sudah selesai, apa Ibu bersedia untuk mencicipinya?"tawar Seno sambil menyodorkan sepiring Nasi Goreng yang berwarna pekat dihadapan Mertuanya.


"Tentu saja,"sahut Kartika yang tidak ingin memudarkan semangat membara dalam diri menantunya itu.


Tenggorokan Kartika seketika tercekik ketika satu sendok Nasi Goreng memasuki mulut dan meluncur di tenggorokannya.


"Bagaimana Bu, enak kan?"tanya Seno.


Bersambung...


🍁🍁🍁🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2