
Selamat, membaca š¤
šāØāØāØš
Mata Aurel masih terus saja mengikuti setiap langkah kaki dokter Ardi yang semakin menjauhinya.
"Rana, sepertinya, selama puluhan tahun pencarianku telah berakhir,"ujar Aurel yang masih memandang Ardi, yang sebenarnya sudah tidak terlihat lagi.
"Apa maksudmu, kau jangan yang aneh-aneh."
"Aku sudah menemukan lelaki idamanku, dan Dia baru saja berlalu di hadapanku tapi aku sudah berhasil memegang jembatan penghubung antara hubungan kami berdua."
Rana mengerutkan keningnya.
"Aurel! Kenapa kau jadi seperti ini? sepertinya kau sudah mulai tertular dengan Dika, itu karena kau sering pergi bersamanya kan! Astaga!"menyebut nama Dika, membuat Rana mengingat sesuatu."Aurel, sadarkan dirimu kau jangan memiliki perasaan apapun kepada dokter Ardi, bagaimana dengan Dika?"
Seketika Aurel mengalihkan pandangannya kepada Rana.
"Dika? memangnya kenapa dengan dia?"
"Bukankah kau sudah berkencan dengan Dika?"
"Siapa yang mengatakan itu? Aku tidak pernah berkencan dengannya."
"Bukankah beberapa hari yang lalu kau pergi berkencan dengan Dika?"tanya Rana.
"Ah, lelaki itu pasti mengatakan yang tidak-tidak pada suamimu, aku memang sempat pergi makan malam bersamanya tapi itu bukan sebagai pertanda bahwa kita sudah berkencan dan memiliki hubungan dekat. Dia yang memaksaku, lagi pula itu pertama kalinya aku pergi makan bersama dia. Kau tahu dia mengajakku makan malam di mana?"tanya Aurel dengan nada sedikit kesal ketika mengingat kejadian beberapa waktu lalu di saat Dika mengajaknya makan malam.
Rana menggeleng.
"Tidak! Kau tidak menceritakan itu padaku."
"Sekarang aku akan menceritakannya. Dia mengajakku makan malam di tengah kuburan yang gelap dan menyeramkan. Memangnya dia pikir aku ini makhluk halus, atau mungkin dia sedang menyindirku, bahwa aku ini memiliki banyak dosa agar segera bertobat dengan membawaku ke tempat peristirahatan terakhir. Aku sampai tidak bisa tidur semalaman gara-gara ke tempat itu, dia benar-benar sungguh lelaki yang aneh,"kesal Aurel.
"Mengajakmu makan malam di tengah kuburan! Aurel, apa kau tidak salah orang?"
"Maksudmu?"tanya Aurel dengan bingung.
"Mungkin saja yang pergi bersamamu bukan Dika, tapi makhluk misterius yang menyerupai wujud Dika, makanya dia mengajakmu ke tengah kuburan. Tidak mungkin kan jika dia benar-benar Dika dan mengajakmu ke tempat seperti itu?"
Aurel terdiam sejenak dan tiba-tiba bulu kuduknya merasa merinding mendengar kata-kata Rana.
"Hahaha.. Aku bercanda Aurel. Kenapa kau terlihat ketakutan seperti ini? Yang pergi bersamamu itu benar-benar Dika, mungkin Dika ingin memberi kesan yang berbeda di kencan pertama kalian,"kata Rana dengan tertawa, setelah melihat Aurel ketakutan mendengar kata-katanya tadi.
"Rana, ternyata kau bisa bercanda juga. Aku yakin kau juga sudah terkontaminasi dengan lelaki itu, hingga kau bisa bercanda seperti ini,"sahut Aurel dengan sedikit kesal,"Aku tidak berkencan dengan Dika, kau jangan pernah menyebutkan itu."
"Kau yakin?"
"Tentu saja yakin. Karena selama ini, lelaki itu tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepadaku."
"Apa benar seperti itu? tanya Rana yang sedikit tidak percaya, karena melihat dari reaksi dan semangat Dika yang begitu menggebu-gebu ingin mendekati Aurel, tidak mungkin jika lelaki itu tidak langsung mengungkapkan perasaannya kepada Aurel di waktu yang sudah cukup lama ini.
"Itu benar kau tanya saja padanya. Ah, sudahlah aku tidak mau membicarakan Dika karena saat ini aku sudah menemukan lelaki idaman yang sesuai kriteria yang selama ini aku catat."
__ADS_1
"Maksudmu Dokter Ardi?"
Aurel mengangguk dengan mantap.
"Tentu, memangnya siapa lagi."
"Apa semudah ini kau menyukai seseorang di pertemuan pertama?"
"Bener, dan sepertinya aku mengikuti jejakmu. Rana bukankah kau juga langsung suka ketika pertama kali bertemu dengan Seno?"
Rana terdiam karena yang dikatakan Aurel adalah fakta.
"Benarkan, jadi jangan salahkan aku jika aku juga langsung menyukai seorang lelaki di pertemuan pertama."
"Terserah kau saja. Aku hanya bisa mendoakan kebahagiaanmu, dengan siapapun kau bersanding,"ujar Rana.
Aurel langsung memeluk Rana
"Terima kasih, Rana. Setelah ini tolong bantu aku untuk meyakinkan Mama dan Papa agar mereka juga menyukai Ardi."
Rana Mengangguk.
Aurel menguraikan pelukannya dan dia berpamitan dari sana karena dia harus kembali ke kantor tempatnya bekerja.
"Aku pergi dulu ya, setelah aku tau ada pangeran di Rumah Sakit ini aku akan lebih sering mengunjungimu,"ucap Aurel sebelum di pergi dari sana.
"Mengunjungi ku, atau Dokter Ardi?"
Aurel terkekeh.
"Sudah, cepat kembali ke kantormu. Aku juga ingin kembali bekerja, karena waktu istirahat sudah."
"Baik."
Dengan wajah berseri-seri, Aurel melambaikan tangan dan pergi dari sana.
"Sepertinya dia sungguh-sungguh, aku tidak pernah melihat Aurel jatuh cinta kembali setelah hubungannya dengan Raka berakhir 10 Tahun yang lalu."Gumam Rana, sambil menatap kepergian sahabatnya itu.
šāØāØāØāØš
Seperti apa yang menjadi perkiraan BMKG akhir-akhir ini cuaca sangat buruk, dan baru beberapa jam lalu terjadi bencana banjir di pemukiman padat penduduk yang berlokasi di tepi perairan.
Puluhan kepala keluarga harus mengungsi dari tempat tinggal mereka, dan puluhan orang juga hilang dalam bencana banjir tersebut.
Dalam pencarian korban bencana alam seperti ini, tentu saja Tim SAR yang di andalkan, dan Tim Seno yang akan melakukan pencarian para korban hilang dalam musibah tersebut.
Meskipun berada di kota yang sama namun lokasi banjir yang sulit diakses dan di tempat yang cukup jauh mengharuskan Seno dan Timnya tinggal selama beberapa hari di sana, sampai berakhirnya batas waktu pencarian.
Saat ini Seno merasa bingung dan sedih karena dia harus meninggalkan Rana di Rumah sendirian.
Namun seperti biasa, Rana tidak mempermasalahkan hal itu, dia tetap meminta Seno untuk melakukan tugasnya.
Dan untuk sementara waktu, Seno meminta Rana untuk tinggal di Rumah Lina, sampai dia kembali dari bertugas.
__ADS_1
***
"Aku tidak akan lama, hanya butuh waktu 4 hari di sana. Dan setelah itu aku akan segera pulang,"ujar Seno, sebelum dia pergi ke lokasi bencana.
"Iya Mas, jaga dirimu baik-baik di sana, jangan mengkhawatirkan aku disini, aku akan baik-baik saja bersama dengan Ibu Lina dan kakak Arif,"sahut Rana agar membuat suaminya itu tenang.
Seno mengangguk.
"Aku akan sering-sering menghubungimu, dan berhati-hatilah di sini."
"Iya Mas."
Seno langsung memeluk istrinya, rasanya berat sekali untuk berpisah dengan istrinya meski hanya dalam hitungan hari saja.
Dan setelah puas memeluk, yang Seno anggap sebagai bekal selama beberapa hari di sana, ia menguraikan pelukannya lalu beralih kepada Lina ibunya.
"Aku pergi Bu, jaga diri ibu baik-baik."
"Iya nak, Ibu akan baik-baik saja di sini dan ibu juga akan merasa bahagia karena ada Rana yang menemani Ibu, kau yang harus menjaga dirimu baik-baik di sana, pulanglah dengan selamat dan jangan pernah membuat ibumu ini khawatir."Ujar Lina yang selalu saja mengatakan ini ketika Seno ingin pergi petugas.
Setelah berpamitan pada semua orang-orang yang disayanginya, Seno pun pergi menuju Kantor SAR menemui Timnya dan mereka bergegas menuju ke lokasi bencana.
***
Dan di saat yang bersamaan. Rumah Sakit tempat Windy bekerja pun mengirim beberapa dokter dan perawat menuju ke lokasi bencana tersebut salah satunya adalah Windy.
Dia menjadi dokter utama yang ditunjuk oleh kepala Rumah Sakit untuk bertugas di lokasi bencana.
Dan pada saat ini pun Windy tengah bersiap-siap untuk berangkat ke tempat kejadian.
Dia pergi dari rumah sakit tanpa pulang ke rumahnya terlebih dahulu karena Windy masih sedikit marah dengan Winda yang sudah membuat gaduh seluruh kota dengan drama hilangnya Windy.
"Apa kau tidak ingin pulang dulu dan berpamitan kepada ibumu?"tanya Wahyu.
"Sepertinya tidak perlu, aku titip pesan saja kepadamu. Tolong katakan kepada Mamah. Kalau aku tinggal selama beberapa hari di sana, dan katakan pada Mamah untuk tidak mengkhawatirkan aku karena aku akan baik-baik saja."
Wahyu mengangguk.
"Baik, kamu berhati-hatilah di sana."
"Tentu saja, aku akan berhati-hati, aku pergi dulu."
Windy pun berangkat dengan beberapa Dokter dan perawat lainnya.
Bersambung...
šāØāØāØš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø