
Selamat membaca š¤
ššš
Seno masih menunggu jawaban dari istrinya dengan hati yang berdebar-debar.
Dan Rana mulai membuka suara.
"Selama tidak ada masalah dalam kandungan, tentu boleh. Asalkan dilakukan dengan pelan-pelan dan harus menjaga kenyamanan si ibu,"ujar Rana memberikan penjelasan sama seperti yang dilakukan pada pasien ketika bertanya akan hal ini. Dan hal ini sering di tanyakan oleh ibu yang baru pertama kali Hamil.
Mendengar penjelasan dari Rana, tentu saja Seno langsung mengulas senyum seindah mentari pagi.
"Aah, kenapa tidak sejak kemarin saja aku bertanya! seharusnya aku tidak tersiksa karena menahan ini kan."
Seno mengusap lembut wajah Rana.
"Sayang, apa kau akan merasa nyaman jika aku melakukannya? jika kau tidak nyaman, aku tidak akan melakukannya,"kata Seno yang harus memastikan keadaan istrinya terlebih dahulu sebelum bertindak.
Rana membalas dengan senyuman seraya mengusap pipi Seno.
"Aku nyaman Mas, akan selalu nyaman jika bersamamu. Lakukan apa yang kau inginkan, lakukan dengan perlahan agar yang berada di dalam perutku ini tetap nyaman."Rana yang tidak ingin membuat suaminya semakin tersiksa karena menahan hasratnya. Memilih untuk mengijinkan Seno melakukan apa yang dia inginkan.
Seno yang semakin senang langsung mendaratkan beberapa kecupan di wajah istrinya.
"Aku sangat menyayangimu, aku sangat mencintaimu,"ucapnya masih dengan memberikan beberapa ciuman lembut penuh dengan kasih sayang.
Namun, semakin lama ciuman itu sudah tidak selembut tadi. Di tambah lagi bibir Seno kini mendarat di bibir ranum istrinya, tentu saja hal seperti ini semakin membuat panas dan menggebu-gebu. Jika biasanya Seno sudah mulai ganas di tahap ini. Tapi kali ini lelaki itu menahannya, dia melakukannya dengan penuh semangat dan hasrat yang tinggi tapi Seno masih bisa mengontrol untuk melakukannya dengan pelan-pelan tanpa menggangu yang ada di dalam.
Dari bibir langsung turun ke leher, dan jika sudah sampai di area ini, Seno langsung Cosplay menjadi Vampir yang haus.
Dia menyesap ceruk harum sang istri sambil mengigit dengan lembut. Gigitan lembut namun sangat menyengat sampai membuat Rana mengeluh dan meremas rambut Seno.
"Maaasss...!"panggil Rana yang lebih terdengar seperti rintihan.
"Iya sayang."Sahut Seno yang melepaskan gigitannya.
Melihat wajah sayu Rana, Seno semakin On dan tidak sabar. Ia kembali mencium bibir Rana dengan penuh gairah dan kali ini aksinya di bantu oleh sepasang tangan yang ikut menyentuh sesuatu yang sangat sensitif dari balik pakaian tidur sang istri.
__ADS_1
Tanpa melepaskan ciumannya, Seno membuka satu persatu barisan kancing piyama tidur berwarna Maroon miliki istrinya.
Sukses! Meskipun tanpa melihat, Seno sukses menyingkirkan penghalang di sana.
Secara perlahan Lelaki itu mengangkat tubuh Rana dan semakin memperdalam ciumannya.
Wuuusss...
Kini Seno sudah melepaskan semua penghalang yang ada di tubuh istri.
Rana yang tersengal mengatur tempo nafasnya yang sudah tidak sejalur dan normal di saat Seno melepaskan ciumannya.
Dan di kesempatan ini Seno bergantian mempreteli apa yang ada di tubuhnya sampai tidak tersisa.
Mereka sudah seperti bayi yang baru lahir. Seno menatap istrinya dengan tatapan yang lapar dan haus karena sudah lebih dari satu Minggu dia berpuasa. Padahal dulu juga dia menahannya sampai lebih dari 4 Tahun.
**
Seno mengambil posisi dengan bertumpu di atas tubuh istrinya, secara perlahan dia menunduk dan kembali mencium istrinya, mulai dari kening sampai ke lahan yang ada di bawah sana.
Rana yang tidak tahan hanya bisa memejamkan mata dan *******-***** rambut Seno, sambil meracau memanggil nama Seno.
Suasana kamar yang di lengkapi AC itu berubah seperti gurun pasir yang sangat panas, karena ulah dua orang yang sedang berada di atas Ranjang.
Suara-suara yang bikin merinding terdengar jelas di telinga Otor, tapi meskipun begitu, Otor tidak mau membuka mata untuk melihat apa yang sedang mereka lakukan. Karena mata Otor yang polos ini takut ternodai š¤
Lagi-lagi, di bagian yang seperti ini tidak bisa Otor jelaskan secara detail ya. Karena selain menjaga pikiran agar tidak Traveling, kasihan juga untuk para Jomblo seperti Dika jika membaca di Part ini, bagaimana perasaannya? Otor juga harus berjibaku dengan Review Editor yang pasti akan lama di lolosnya.
Jadi para Lope Otor, khayalkan saja seperti apa yang ada di imajinasi masing-masing. Gaya apa yang di lakukan Seno dan Rana, hingga membuat mereka betah berada di sana sampai berjam-jam dengan suara-suara yang Ooooh....membuat otak bergetar dan panas.
šš
Olivia pergi bersama Rega, calon suami pilihan ibunya. Mereka menuju Restoran Cempaka. Karena Rega adalah anak pemilik Resto tersebut dan pertemuan antara Olivia dan orang tua Rega berlangsung di tempat itu.
"Terima kasih, Olivia sudah menyempatkan datang,"ujar Kusuma, ayah dari Rega.
Olivia mengangguk.
__ADS_1
"Sama-sama Pak, terima kasih juga sudah berkenan mengundang saya makan di sini."Timpal Olivia.
"Sebentar lagi kau akan jadi bagian dari Cempaka Resto. Jadi kau harus lebih sering-sering untuk datang ketempat ini bersama Rega."Ucap Kusuma.
Kedua Orang Tua Rega, terlihat sangat menyukai Olivia. Mereka juga memperlakukan Olivia dengan sangat baik. Bahkan Kusuma memanggil semua yang bekerja di Cempaka Resto guna memperkenalkan Olivia sebagai calon menantunya.
Berbeda dengan Rega dan kedua orang tuanya yang terlihat sangat berantusias. Olivia justru terlihat tidak nyaman karena menjadi pusat perhatian di sana. Semua mata tertuju padanya dan langsung menundukkan kepala pada calon Menantu Kusuma.
Cilla, dia salah satu karyawan yang ada di sana yang juga menatap dan memperhatikan Olivia dengan sangat lekat.
Di saat menatap Olivia, Cilla berperang dengan pikirannya sendiri. Dan secara diam-diam Cilla mengeluarkan ponselnya lalu mengambil gambar Olivia yang sedang fokus berinteraksi dengan Orang Tua Rega.
***
Pertemuan usai, dan Rega mengantar Olivia pulang ke Rumah orang tuanya.
"Aku turun di sini saja,"pinta Olivia, pada Rega.
"Di sini, kenapa harus di sini?"tanya Rega yang tentu bingung kenapa Olivia harus turun di pinggir jalan, padahal beberapa detik lagi mereka sampai di gerbang Rumah Vera.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin berjalan kaki saja untuk masuk ke Rumah, dan kau juga jadi tidak repot harus masuk ke halaman Rumah Mamah."
"Tidak, aku akan mengantarmu sampai masuk kedalam Rumah,"Sahut Tega yakin.
Namun Olivia tetep kekeuh ingin turun di sana.
Bahkan dia juga mengancam Rega, jika tidak mau menurunkannya di sana.
"Baiklah, aku mengalah."Pasrah Rega, dan tidak ada pilihan lain. Tega membuka pintu mobil dan membiarkan Olivia turun.
Tidak hanya meminta untuk turun di jalan, Olivia juga meminta Rega untuk segera pergi dari sana.
Bersambung..
šš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø