4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Apa Ide Cemerlang Dari Seorang Dika Perkasa?


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—


🍁🍁🍁


"Tidak Mas, aku tidak sedang menginginkan apapun,"ujar Rana.


"Benarkah? Padahal aku ingin sekali memasak."Sahut Seno dengan wajah sedikit muram. Karena hasrat memasaknya tidak kesampaian.


Mendengar kata ingin memasak. Membuat Rana jadi mengingat kejadian di Rumah ibunya beberapa waktu yang lalu.


Tidak ingin membuat suaminya kecewa dan sedih, tapi Rana juga tidak mau membuat Seno lelah. Setelah seharian bekerja masa pulang harus memasak.


"Aku memang sudah makan dan masih merasa kenyang, tapi aku belum minum susu."


Seno langsung paham, dan dia segera mengembalikan semangatnya. Membuat Susu di pagi dan malam hari adalah tugas Seno.


"Baiklah, Mas akan buatkan Susu untukmu,"kata Seno.


"Sekarang kau mandi dulu Mas, aku akan siapkan makan."


Seno mengangguk.


"Terima kasih, Sayang!"


Seno masuk kedalam kamar dan Rana menunju dapur untuk mempersiapkan makan malam Seno.


**


"Mas sudah bilang jangan terlalu lelah, kau harus banyak beristirahat."Kata Seno setelah melihat makanan yang ada di meja, semua menu adalah kesukaannya.


Rana paham dengan perkataan Seno.


"Aku tidak lelah Mas, dan semua ini yang Mesak adalah Ibu. Aku hanya membantu sedikit saja."


"Mulai besok, biar Mas yang akan memasak."Ujar Seno yang masih tidak menyerah guna menyalurkan bakatnya yang baru satu kali di asah.


Rana mengangguk.


"Sekarang minumlah susunya."Kata Seno sambil menyerahkan satu gelas susu hangat pada istrinya.


"Terima kasih, Mas."


***


"Sayang! Apa kau tidak merasakan sesuatu?"tanya Seno yang saat ini sedang berada di bawah selimut dan sedang memeluk istrinya.


"Merasakan apa? Aku tidak sedang merasakan apapun."

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu? Apa kau yakin?"Seno memastikan.


"Yakin, Mas."


"Tapi... kenapa Mas seperti merasakan sesuatu."


"Apa?"tanya Rana bingung.


Seno menjawab pertanyaan isterinya dengan kecupan di leher. Lalu dia berbisik. "Sayang, aku merasakan sesuatu yang bergejolak! Dan Mas tidak bisa menahannya. Bolehkah aku melakukannya?"


Rana mengerti apa yang di maksud Seno. Dan Otor yakin, jika para pembaca juga mengerti dengan apa yang di katakan Seno kan🀭


Semenjak Rana di nyatakan Hamil, Seno belum menyentuh istrinya lagi. Maksudnya! Menyentuh dalam hal lain. Yang udah Suhu pasti paham hehe..


Bukan tidak mau, tapi Seno tidak berani. Dia takut terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya jika di melakukan itu. Namun seorang lelaki tentu tidak bisa menahannya selama berhari-hari, berminggu-minggu apalagi sampai berbulan-bulan. Baru membayangkannya saja Seno sudah Frustasi, apa lagi jika benar-benar tidak menyentuh istrinya selama berbulan-bulan sampai bayi mereka lahir. Dan malam ini, Seno bertekad untuk memintanya secara langsung dan bertanya.


"Sayang, apakah bahaya bagi calon bayi kita, jika aku melakukan itu?"


Mengingat istrinya yang seorang perawat, Seno yakin jika Rana pasti tau.


Kira-kira, apa yang bakal Rana katakan?


Apakah dia akan tetep membiarkan Seno dengan kepolosan dan ketidaktahuannya? atau Rana akan mengatakan yang sejujurnya?


Sebelum menemukan jawabannya, kita tinggal dulu sebentar ya. Otor harus mendinginkan otak sebelum masuk ke ruangan panas.. Hehe ✌️


***🍁🍁


Melihat Dika datang, Rega mengulas senyum dan menyapa.


"Selamat Malam, senang bisa bertemu denganmu lagi."


Dika mengagguk dan membalas sapaan dari Rega.


kedua lelaki ini terlibat obrolan singkat, dan di sini Dika baru mengetahui Jika ternyata calon suami dari Olivia adalah, anak dari pemilik restoran Cempaka.


Tak lama kemudian Olivia datang, dan langsung menyudahi obrolan mereka.


"Aku sudah menunggumu sejak tadi,"ujar Rega sambil mendekati Olivia.


"Aku sedang banyak kerjaan."


"Tapi kau tidak lupakan, jika Malam ini kita akan makan malam bersama orang tuaku."Rega yang mengingatkan janji mereka.


"Tidak, kalau begitu tunggu sebentar aku siap-siap dulu,"Sahut Olivia. Dan dia pun bergegas masuk ke dalam unit apartemennya lalu menutup pintu itu dengan rapat tanpa menyapa Dika terlebih dahulu.


"Dia memang sangat cuek tapi aku sangat menyukai gadis seperti Olivia,"ujar Rega kepada Dika.

__ADS_1


Dika mengagguk.


"Kalau begitu saya permisi,"pamit Dika.


"Ya silahkah, jika ada waktu di lain kesempatan Aku ingin mengajakmu minum kopi bersama,"kata Rega.


"Tentu."


Sahut Dika, dan dia pun bergegas masuk ke dalam unit Apartemennya.


Di dalam Apartemen, Dika kembali merangkum kepingan-kepingan fakta yang selama ini dia temukan, dan fakta yang paling bisa Dika yakinin adalah saat di Galeri Kursus Cempaka.


"Tapi untuk apa aku menyelidiki ini semua? bukankah tidak ada gunanya untukku?"kuman Dika yang menyesali usahanya selama ini.


Ting!


notifikasi pesan masuk di ponsel Dika dan yang mengirim pesan itu sudah pasti adalah Ana yang kembali peringatkannya jika semakin hari waktu semakin berkurang.


"Sungguh apes sekali nasibmu Dika, disaat kau tengah kerepotan mencari calon istri untuk ibu kau malah direpotkan oleh Seno yang ingin belajar memasak. Aaah... di mana aku harus mencari calon istri untuk akutl tunjukkan pada Ibu? apa Aku pergi ke pasar? Kau gila Dika memangnya mencari calon istri seperti mencari tempe dan tahu."


CRENG!!!πŸ’‘


Tiba-tiba otak Dika langsung menyala seperti bohlam menandakan bahwa dia memiliki ide yang cemerlang.


Dika mengangguk sambil senyum-senyum sendiri saat membayangkan rencana yang ada di otaknya.


"Tapi aku harus membuktikan dan memergoki dia secara langsung agar dia tidak bisa mengelak lagi,"gumam Dika sambil manggut-manggut.


Dan dengan sigap, Dika mulai menyusun beberapa rencana yang hanya dia sendiri yang tahu. Tidak ada cara lain, inilah satu-satunya yang bisa menyelamatkan Dika dari ancaman Ana yang terus saja menerornya setiap hari.


(Tenanglah ibuku tersayang, putramu yang baik hati, pintar, tampan, menawan, dan rajin menabung ini akan segera datang membawakan calon menantu untukmu)Send...


Satu pesan balasan Dika kirimkan untuk ibunya.


🍁🍁


Kita kembali lagi pada Seno yang masih menantikan jawaban dari.


Rana terdiam sejenak dan mulai menyusun rangkaian kata untuk dijelaskan kepada suaminya agar Seno pun paham dan mengerti apa yang dia maksud.


Bersambung..


🍁🍁🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2