4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Tolong Kembalikan Seno Padaku.


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Rana semakin was-was dikala Seno semakin mendekat kearahnya.


"Melakukan apa sayang? Kamu belum menjawab pertanyaanku?"


"Tidak Mas, lupakan saja. Aku hanya salah bicara."Sahut Rana yang semakin merasa gugup, karena Seno saat ini sudah berdiri tepat di hadapannya.


"Mas, tenda ini tidak memiliki pintu permanen seperti kamar, jadi siapapun bisa masuk."


"Tidak akan ada yang berani masuk, jangan khawatirkan itu."


Seno sudah semakin memajukan wajahnya.


"Mas!"


Seno sudah lebih dulu mengangkat wajah Rana yang tertunduk dan memberikan kecupan di bibirnya.


"Aku hanya ingin menuangkan rasa rinduku padamu, aku tahu ini tempat tidak aman untuk kita melakukan sesuatu yang luar biasa, aku akan bersabar untuk beberapa waktu. Tapi kita masih bisa melakukan sesuatu yang lain di sini,"bisik Seno. Dan dia kembali mencium istrinya. Dan setelah itu terjadilah sesuatu yang menurut mereka harus terjadi.


****


Setelah menuntaskan rasa rindu meskipun tidak melakukan sesuatu yang semestinya, Seno mengantarkan Rana ke tenda medis, karena istrinya itu tetap ingin bermalam di sana karena merasa tidak enak dengan temannya dan rekan-rekan Seno jika mereka harus berduaan di tenda.


Kehadiran mereka di sini untuk membantu para korban bencana, bukan untuk berbulan madu atau sejenisnya.


"Terima kasih Mas, sekarang kau kembalilah ke tenda, istirahat yang cukup. Besok kita akan kembali bekerja,"ujar Rana setelah ia dan Seno sampai di tenda Medis.


Dengan wajah yang di tekuk. Seno mengiyakan apa yang di katakan Rana.


"Kau berhati-hatilah, jika ada sesuatu yang mengganggumu di sini cepat hubungi aku."


"Iya Mas, aku akan baik-baik saja."


Seno kembali memeluk dan mendaratkan beberapa ciuman di wajah Rana sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu.


"Aku pasti tidak akan bisa tidur malam ini, karena kau ada di sini tapi aku tidak bisa memelukmu."

__ADS_1


"Bukankah ini kau sedang memelukku."Sahut Rana.


"Tapi aku ingin memeluk sambil tidur,"timpal Seno dengan nada suara yang sangat manja.


"Kenapa akhir-akhir ini kau jadi seperti Dino, Mas. Sangat manja."


"Benarkan! Apa aku juga selucu Dino?"


"Kau jauh lebih lucu dari Dino."


Seno terkekeh, dan mereka masih berpelukan, tanpa ingin menjelaskan satu sama lain. Aaa.. Dunia serasa milik berdua.


"Ini sudah malam Mas, kau harus segera kembali."


Rana menguraikan pelukannya terlebih dahulu.


CUP!


Satu kecupan terakhir kembali Seno daratkan.


"Selamat, malam sayang!"


"Selamat, malam Mas!"


"Kau dan Seno terlihat sangat bahagia! Aku seperti menonton drama ketika melihat kemesraan kalian berdua."Ucap Windy, yang tentu saja mengejutkan Rana karena dia tiba-tiba muncul di belakang.


Meskipun terkejut. Rana bersikap biasa-biasa saja dengan ia mengulas senyum di depan Windy.


"Windy, apa kau sudah lama melihatnya?"


"Tidak, tapi cukup untuk aku mengetahui seberapa mesra hubungan kalian berdua."


"Benarkan! Aku jadi malu, Mas Seno memang seperti itu, di tempat umum saja dia bersikap manja seperti itu. Kau bisa membayangkan bukan, seperti apa jika berada di rumah."


Tenggorokan Windy seperti tercekik mendengar kata-kata Rana yang semakin membuat dadanya terbakar cemburu.


"Rana, bisa aku bicara denganmu,"kata Windy yang tidak ingin berbasa-basi lagi, dari nada bicara gadis ini sudah menunjukkan bahwa dia sudah tidak lagi menganggap Rana teman, seperti apa yang sering dia katakan pada Winda.


Cinta memang bisa membutakan segalanya jenis mata, dan bisa memblokir akal sehat manusia. Saat ini Windy mengalami efek samping dari cinta besar nya pada Seno. Sehingga ia sudah tidak lagi memikirkan salah atau benar.

__ADS_1


Semoga Tuhan segera memberi dia hidayah dan kembali ke jalan yang benar. Aamiin.


***


Windy dan Rana duduk saling berhadapan.


"Apa bisa kau membicarakan apa yang ingin kau bicarakan, sekarang,"kata Rana yang memulai terlebih dahulu. Karena sudah beberapa menit Windy hanya diam, padahal dia yang mengajak Rana terlebih dahulu.


"Rana, mungkin kamu akan menilai jika aku gila karena mengatakan ini padamu, tapi sungguh, aku sudah tidak bisa lagi untuk diam. Aku sudah lelah untuk bersabar dan mengalah. Aku rasa kamu tahu sebesar apa cintaku pada Seno, bahkan aku menghabiskan waktu 6 tahun ini hanya untuk memikirkan Seno dan berharap dia datang padaku. Aku tidak mau berbuat curang dengan merebut kembali Seno darimu, jadi aku memberanikan diri untuk mengatakan ini padamu. Semoga kamu mau mengerti."Windy menghentikan kata-katanya, karena dia tengah mengontrol nafasnya yang mulai sesak.


"Katakan, apa yang kau inginkan?"tanya Rana yang masih bersikap tenang.


Windy mengangkat wajahnya, dia menatap mata Rana dan mengegam tangan Rana.


"Rana, tolong kembalikan Seno padaku, mungkin sekarang dia milikmu, tapi akulah pemilik awal Seno. Aku tidak bisa menjalani hidup normal tanpa Seno. Tolong kembalikan Seno padaku."


Rana menarik tangannya yang di genggam Windy, dia menatap Windy dengan serius.


"Dulu Ibumu datang padaku, memintaku untuk mengalah dan merelakan Mas Seno untukmu. Dan sekarang kau melakukan hal yang sama seperti ibumu. Apa kalian menganggap Mas Seno, sebuah barang yang bisa di pindah tangankan? Dan apa dulu aku yang mengambil Seno dari mu, sehingga kalian meminta ku untuk mengembalikan Mas Seno?"


"Rana, aku...!"


"Windy,"potong Rana, dan tanpa memberi kesempatan Gadis itu untuk kembali bicara, Rana kembali berkata,


"Aku sudah pernah mengatakan ini pada ibumu, dan sepertinya aku juga harus mengatakannya padamu. Jika Mas Seno benar-benar masih mencintaimu tentu dia akan kembali padamu dengan sendirinya, tanpa kalian harus merendahkan diri kalian sebagai wanita yang terhormat, memohon padaku seperti ini."


Windy menatap Rana dengan mata yang berkaca-kaca. Sungguh dia tidak menyangka, Rana yang terkenal lembut dan baik bisa berkata seperti ini.


Tapi Rana Memeng harus melakukan ini. Jika Windy mengatakan ini beberapa waktu lalu di saat Rana bimbingan dengan cinta masa lalu Seno dan Windy, mungkin saja Rana akan merelakan bahkan membantu Windy untuk bersama Seno. Tapi sekarang tidak! Karena bukan cinta yang membuat Windy seperti ini, dia hanya terobsesi dengan Seno.


Bersambung..


Note: Mohon bersabar jika Akhir-akhir kisah Seno dan Rana sedikit menjengkelkan 😁 karena ini ujian untuk mereka sebelum mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya šŸ¤—šŸ¤—šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya ya šŸ¤—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2