
Selamat membacaπ€
πβ¨β¨β¨β¨π
''Melamar Aurel!''
''Iya, aku ingin melamar Aurel dan aku ingin tau hal apa saja yang Aurel suka. Kau dan Aurel sudah saling mengenal sejak lama kan. Dan aku sangat yakin kau pasti tahu banyak tentang Aurel. Mungkin kau mengetahui impian lamaran dan pernikahan seperti apa yang Aurel dambakan.''Ucap Ardi dengan bahagia.
''Maaf dok, apa Anda benar-benar serius dengan Aurel?''
Ardi sedikit terkejut dengan pertanyaan yang di lontarkan Rana, yang di luar dugaannya. Tapi dengan sangat yakin Ardi menjawab.
''Tentu saja, jika tidak, mana mungkin aku bicara seperti ini padamu, apa kau meragukan cintaku pada Aurel?''
''Bukan begitu dok, hanya saja .... Aku tidak mau Aurel kembali terluka karena harapannya sendiri."
"Maksudmu?"tanya Ardi, bingung sekaligus penasaran.
Di rasa Ardi harus tahu masa lalu Aurel, Rana pun menceritakan pada calon suami sahabatnya itu.
Jika dulu Aurel pernah gagal menikah dan itu terjadi karena calon suami gadis itu terlibat asmara dengan wanita lain bahkan mereka sampai di gerebek di sebuah Hotel dengan kondisi tanpa busana. Dan pada saat itu juga, pernikahan Aurel dan kekasihnya yang hanya tinggal menghitung hari harus di batalkan.
Semua harapan, kebahagiaan, dan impian indah Aurel sirna dalam sekejap.
Bertahun-tahun lamanya gadis itu tidak menjalin cinta dengan lelaki manapun termasuk Dika yang gagal juga memenangkan hati Aurel. Tapi sungguh tidak di sangka, Aurel justru tertarik dan bersedia menata kembali hatinya di saat dia bertemu dengan Ardi. Bahkan Aurel sudah tertarik di saat mereka baru pertama kali bertemu.
Ardi memasang wajah sedih, ketika mendengar cerita dari Rana. Sungguh dia tidak tahu akan masa lalu Aurel yang gagal menikah, karena Aurel pun tidak pernah menceritakan apapun tentang seseorang dari masa lalunya.
"Kau jangan khawatir, Rana. Aku berniat menikahi Aurel, karena aku sangat mencintai dan menyayanginya, aku bersungguh-sungguh dengan niatku ini. Niat ku ingin membahagiakan Aurel, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia saat bersamaku. Memang kami belum lama untuk saling mengenal, tapi bagiku, tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mencintai seorang Aurel."Kata Ardi dengan bersungguh-sungguh.
"Saya percaya, dan saya akan pegang kata-kata mu. Yang akan membuat Aurel bahagia. Dan tolong, jangan pernah sakiti dia dengan alasan apapun."
Ardi mengangguk mantap.
__ADS_1
"Aku berjanji untuk itu."
Setelah meyakinkan hatinya jika Ardi benar-benar tulus pada Aurel, Rana pun menerima dokter Ardi sebagai calon suami sahabatnya dan Rana menceritakan pernikahan impian seperti apa yang selama ini Aurel harapkan.
*****
Setelah berbicara banyak dengan Ardi, Rana kembali ke pekerjaannya.
Tapi, ketika dia kembali melewati ruangan bayi, tiba-tiba hatinya tergerak, Rana berpikir dan berniat untuk memeriksakan dirinya.
Dengan takut-takut karena ini pertama kali, Rana berjalan menuju ruangan dokter yang sempat menyapanya tadi, dan dokter itu adalah dokter spesialis kandungan.
Dokter wanita itu tentu menyambut kedatangan Rana dengan hangat. Dia tahu jika Rana sudah 6 tahun lebih menikah tapi dia tidak tahu jika selama 4 tahun karena berpisah dengan suaminya.
"Apa ada yang bisa aku bantu?"tanya dokter yang bernama Nadine dengan sangat ramah.
"Dokter, Saya ingin konsultasi dan ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan kepada Anda."
Nadine berantusias, dan dia pun mendengarkan apa yang menjadi tujuan Rana datang menemuinya.
Rana yang tentu saja sudah tahu akan hal ini mengangguk mantap dan pada saat itu juga Dokter Nadine melakukan beberapa pemeriksaan detail kepada Rana.
***
Lebih dari 30 menit mereka berada di ruangan yang sama. Bahkan dokter Nadine pun sampai melakukan dua kali pemeriksaan karena sepertinya dia ragu dengan pemeriksaan pertamanya.
***
Rana dan dokter Nadine duduk saling berhadapan setelah mereka benar-benar selesai melakukan pemeriksaan.
"Rana!"panggilan Nadine, namu mimik wajahnya tidak terlihat se ceria waktu Rana datang tadi.
"Iya dok! Bagaimana dengan hasilnya? Aku baik-baik saja kan?"sahut Rana dengan penuh harap, jika dokter Nadine akan mengatakan, iya. Kau baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan aku sangat yakin kau akan segera hamil dengan melakukan beberapa metode yang aku anjurkan.
__ADS_1
Namun sepertinya harapan Rana terpatahkan ketika dia melihat raut wajah Nadine.
"Ada apa dok?"tanya Rana kembali sebelum Nadine menjawab pertanyaan dia yang sebelumnya.
Dengan mengatur tempo nafasnya Nadin menatap Rana. meskipun sesungguhnya dia tidak tega untuk mengatakan ini namun Nadine harus tetap menyampaikannya kepada Rana.
"Rana, sebagai seorang perawat tentu kau tahu ada kalanya kita merasa tidak ingin menyampaikan suatu kabar kepada seseorang yang datang kepada kita."
Rana terdiam dan seketika mimik wajahnya pun berubah, Rana tahu maksud dari perkataan Nadine.
Rana menguatkan hatinya, meskipun takut untuk mendengar tapi dia harus mengetahui hasil dari pemeriksaan yang baru saja dia lakukan, apapun itu hasilnya.
"Aku mengerti akan hal itu dok, tapi setiap pasien yang datang harus mengetahui dan berhak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya. Jadi tolong katakan Apa hasilnya, aku akan siap menerima apapun itu."
Nadine meraih tangan Rana dan menggenggamnya dengan sangat kuat, lalu ia berkata.
"Percayalah Rana ini bukan akhir dari segalanya, ini hanya hasil pemeriksaan medis saja. Tapi kuasa Tuhan tentu melebihi segalanya,"setelah menghentikan ucapannya beberapa saat dokter Nadine kembali bicara."Rana, setelah melakukan beberapa pemeriksaan dua kali aku menemukan jika rahimmu mengalami masalah. Dan massal ini cukup serius. Dan dengan sangat menyesal aku menyampaikan jika kemungkinan besar kau akan sulit hamil."
DEG!
Mendengar kata sulit hamil, Rana seperti mendengar letusan gunung berapi yang sangat menusuk telinga bahkan sampai ke dada dan jantung serta anggota tubuh yang lainnya.
Bersambung.
Pemberitahuan: Sekitar 2 Episode lagi kisah Rana dan Seno selesai ya. Dan Otor akan fokus menemani Dika mengembara untuk menemukan cinta sejati yang akan menjadi teman hidupnya π
Terima kasih π€
πβ¨β¨β¨π
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya ya π€
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini π
Lope Banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈβ€οΈ