
Selamat membaca š¤
šš
"Ayo ikut denganku."Ajak Dika dengan tersenyum penuh kemenangan.
**
"Tolong cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan?"Mawar membuka suara terlebih dahulu setelah mereka sampai di sebuah tempat yang pilihan Dika, tidak jauh dari Galeri Kursus.
Dika tidak langsung menjawab, dia malah mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu di sana.
"Bisa cepat sedikit!"kesal Mawar, yang melihat Dika malah memainkan ponselnya.
"Sabarlah, tunggu sebentar. Aku sedang mencari foto yang terlihat jelas,"sahut Dika masih fokus dengan ponselnya.
Mawar mengerutkan keningnya, sambil memperhatikan Dika. Dalam hatinya tentu bertanya-tanya, apa yang sedang di lakukan oleh lelaki itu dan foto apa yang dia maksud.
Setelah menunggu kurang dari satu menit, Dika menyodorkan ponselnya di wajah Mawar. Sambil berkata.
"Apa kau yakin tidak mengenalinya?"
Mawar terbelalak melihat foto yang ada di ponsel Dika.
"Dasar! Mesum! Apa selama ini kau menguntitnya?"kesal Mawar dan dia langsung merampas ponsel Dika guna menghapus foto yang ada di sana.
"Mesum! Wah-wah..ini adalah pencemaran nama baik, aku bisa menuntut mu."Kata Dika sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya juga bisa menuntut mu karena telah menguntit,"balas Mawar.
"Hanya karena memiliki sebuah foto, apa itu bisa di sebut sebagai penguntit?"tanya Dika tidak terima.
"Tentu saja, kau mengambil foto ini tanpa izin dari orang tersebut, dan sangat jelas kalau foto ini di ambil dengan cara diam-diam."Marah Mawar yang semakin kesal dan dia juga sudah menghapus foto yang di tunjukkan Dika tadi.
"Hahaha... Kau ini aneh sekali, bagaimana kau bisa tau jika aku mendapatkan foto itu tanpa izin, bukankah kau tidak mengenali gadis yang ada di foto itu? Sedangkan aku! Aku adalah tetangga Apartemen nya, jadi sudah pasti aku mengenalinya."Kata Dika, dan dia semakin cengengesan.
Mawar terdiam, dalam hatinya panik dan langsung mencari alasan apa yang akan dia ucapkan pada Dika.
__ADS_1
Foto yang di tunjukkan Dika adalah foto Olivia, dan Dika mengabadikan foto itu secara diam-diam di saat dia sedang mengamati Olivia yang sedang melakukan panggilan di depan Balkon Apartemennya. Sepertinya tidak salah dengan apa yang dikatakan Mawar, jika Dika menguntit gadis yang bernama Olivia itu. Tapi kenapa Mawar harus marah jika benar dia tidak mengenal Olivia.
"Dari wajah mu saja sudah bisa membuktikan semuanya, jika kau seorang penguntit, sudahlah! Saya harus pergi, saya ingatkan untuk tidak sembarangan mengambil foto orang."Ucap Mawar dan langsung berbalik, ia ingin cepat pergi dari sana, selama ini dia selalu berhasil menjauh dan tidak banyak melakukan interaksi dengan Dika. Tapi baru 2 hari Seno Kursus Memasak di Cempaka, membuat gadis itu banyak berinteraksi dengan Dika.
Tapi, baru dua langkah Mawar menjauh, dengan cepat Dika menarik lengannya sampai membuat gadis itu berbalik menghadap Dika.
Mawar terkejut! Dan tidak menyangka jika Dika berani melakukan hal seperti ini.
"Kau jangan kurang ajar! Dan jangan kau pikir saya tidak berani dengan mu, cepat lepaskan!"marah Mawar.
"Aku belum selesai bicara,"sahut Dika yang tidak melepaskan cengkeramannya.
"Saya tidak perduli, cepat lepaskan. Atau...!"Mawar menggantungkan ucapannya.
"Atau apa?"Tantang Dika.
Mawar semakin terlihat marah sampai membuat wajahnya memerah, tangan satunya sudah mengepal kuat dan mempersiapkan ancang-ancang.
Sepertinya Mawar ingin menyapa wajah Dika dengan kepalan tangan yang sedang dia persiapkan.
Mawar mulai menghitung mundur dalam hatinya. 3 2 1.. Tangan yang sudah gadis itu siapkan dengan penuh tenaga dan jiwa ia angkat, siap untuk di layangkan ke wajah Dika.
Hanya dengan menggunakan satu tangan, Dika berhasil menghentikan aksi Mawar yang mungkin saja bisa membuat wajahnya jadi tidak terlihat tampan lagi untuk beberapa hari ke depan.
Apa Dika menangkis tangan Mawar?
Tentu saja tidak!
Karena yang Dika lakukan adalah! Menarik kacamata besar yang hampir menutupi sebagian wajah gadis itu.
Kaget! Tentu saja Mawar kaget dengan aksi lancang Dika, yang tidak Mawar duga sebelumnya.
"Bukankah penglihatan mu normal! Jadi kau tidak membutuhkan benda ini kan,"ujar Dika sambil mengangkat tinggi-tinggi kacamata milik Mawar Merah.
Mawar yang menyadari jika wajahnya terlihat jelas, langsung meraih kacamata yang ada di tangan Dika. Tapi tentu saja Mawar tidak bisa meraih kacamata itu karena tinggi badannya yang jauh lebih rendah dari Dika.
Mawar yang sudah terlanjur kesal dengan lelaki itu, ingin kembali melakukan pukulan. Namun dengan cepat Dika menahannya.
__ADS_1
"Tenanglah, jangan melakukan kekerasan seperti ini. Aku kan sudah bilang hanya ingin bicara denganmu sebentar, Olivia, eh Maksudku, Mawar."Dika mengatakan itu dengan senyum yang sungguh membuat Mawar semakin panik dan ingin mencakar-cakar wajah lelaki yang kini ada di hadapannya.
Mawar menarik nafasnya dalam-dalam, dia juga menetralkan hati dan emosinya. Sepertinya sudah tidak ada lagi yang bisa dia tutupi dan katakan guna mengelabui Dika
"Lepaskan tanganku!"pinta Mawar dengan nada suara yang sudah mulai terkontrol dari emosi yang membara.
"Baiklah,"Dika kembali mengulas senyum penuh kemenangan. Dia berhasil menuntaskan misinya selama ini dengan menangkap basah Mawar.
Mawar menyingkirkan poni tebal dari keningnya dia juga membenahinya posisi berdirinya. Dan saat ini Mawar berdiri di hadapan Dika sebagai Olivia.
Jadi Mawar itu Olivia?
Benar sekali. Gadis cupu yang sering bersama Cilla adalah Olivia, gadis yang Dika tolak untuk di jodohkan dengannya.
Selama ini Olivia melakukan peran ganda dalam kesehariannya. Menjadi Putri kesayangan dan satu-satunya, Wanita hebat dengan bisnis Butik yang terkenal di berbagai kota-kota besar, yaitu Vera.
Olivia juga berperan sebagai Mawar Merah, gadis yatim pintu, sebatang kara, yang tinggal di gang sempit, tapi memiliki cita-cita besar ingin menjadi Koki terbaik dan di akui.
Tidak ada satu orangpun yang tahu, apa alasan Olivia melakukan ini semua. Bukankah dia berasal dari keluarga yang berada! jika Olivia ingin mencapai cita-citanya sebagai Koki terbaik dan di akui, bukankah itu akan jauh lebih mudah dia dapatkan jika ada dukungan dari Vera orang tuanya.
Lalu untuk apa dia malah memilih menyusahkan diri dan menjebak dirinya sendiri di situs yang sulit ini.
Sepertinya! Dika akan kembali bekerja untuk mengungkap motif apa yang membuat Olivia melakukan peran ganda bahkan sampai membohongi semua orang yang ada di sekelilingnya.
Apakah Olivia seorang mata-mata?
Atau Mafia?
Biar ini menjadi tugas Dika, karena lelaki ini pun memilih untuk melibatkan dirinya di situasi rumit yang sedang di jalankan Olivia.
Bersambung.
šššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļø