
Selamat membaca š¤
ššš
Berdiskusi dengan bahasa isyarat adalah salah satu kelebihan yang dimiliki Seno dan Dika. Hingga hanya dengan mengeraka pundak dan mengedipkan mata saja mereka sudah paham.
Dika memakan Timun yang sempat mendarat di kepalanya.
"Kenapa kau malah memakannya? Cepat cari tau yang mana Jahe?"protes Seno tanpa suara.
"Tunggu sebentar, kau ingin sungguh tidak ahli dalam teknik memecahkan masalah tanpa di ketahui orang lain. Aku akan membantumu mencari jawaban tanpa harus di ketahui orang jika kau sedang menyontek!"sahut Dika yang hanya terdengar dengan hati Seno.
Seno diam sambil menunggu aksi Dika.
Sedangkan Dika sudah mulai bangun dari duduknya dan menghampiri salah satu meja peserta Kursus. Dika melihat peserta wanita yang sudah berumur senja itu nampak kebingungan dengan tantangan dari Mawar.
"Ternyata kemampuannya tidak sematang usianya," gumam Dika. Dan dia beralih pada meja yang lain sampai menemukan siapa yang terlihat Pro dan yakin dengan jawabannya.
"Apa yang sedang kau lakukan di sani!"panggil Mawar yang melihat aksi mencurigakan dari Dika. Dan saat ini Mawar sudah berdiri di belakang Dika.
"Tidak ada, aku hanya sedang mencari ini."Ujar Dika sambil menunjukan Timun yang sudah tinggal separo.
Mawar meneliti Dika dengan penuh curiga, saat ini gadis itu berani mengangkat wajahnya di hadapan Dika yang dia rasa akan berbuat curang untuk membantu temannya.
"Ini enak, aku tidak menyangka jika Timun memiliki rasa yang luar biasa seperti ini hingga membuatku tidak cukup jika hanya memakan satu biji,"ujar Dika dengan canggung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Benarkah! Kau tidak sedang menyelidiki sesuatu kan?"Sahut Mawar.
Dika melotot.
"Apa aura Detektif ku ini begitu kental dan melakat, hingga dia bisa menebak! memang sangat sulit menyembunyikan kepintaran yang aku miliki."
Tidak ingin temannya di anggap curang Dika kembali meyakinkan Mawar jika dia benar-benar sedang mencari Timun.
"Kau bisa menemukannya di sebelah sana, tidak harus berada dan berkeliling di meja peserta."Kata Mawar sambil menunjuk sebuah tempat yang berisi beberapa sayuran.
"Baiklah, terima kasih."Sahut Dika dan dia segera menuju tempat yang Mawar tunjuk tadi. Setelah dari sana, Dika kembali duduk di tempat semula dan tanpa ada yang menyadari lelaki itu bukan hanya mengambil Timun, tapi dia juga mengambil Jahe. Ya, Dika sudah tahu jawab dari tantangan yang di berikan Mawar dari salah satu peserta yang sudah sangat pandai mengenali bumbu dapur.
Dika mengeluarkan ponselnya dan berpura-pura memeriksa ponsel itu, padahal yang sebenarnya dia lakukan adalah! Mengambil gambar Jahe yang ada di tangannya mengunakan kamera ponsel.
TING!
Dan di meja peserta yang paling ujung, notifikasi pesan masuk.
Dika mengedipkan matanya memberi kode pada Seno untuk membuka pesan itu.
__ADS_1
Seno mengangguk tanda mengerti, dan dia langsung merogoh saku celananya. Tapi aksi itu kepergok oleh Mawar.
"Maaf, di saat sedang belajar peserta tidak di Izinkan untuk bermain ponsel karena dengan begitu Anda bisa fokus dan lebih cepat memahami apa yang sedang di pelajari."Kata Mawar.
"Maaf saya tidak tau akan peraturan itu, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tapi izinkan saya untuk membuka satu pesan yang sangat penting ini, pesan dari istri Saya yang sedang hamil muda dan tidak bisa jika 10 menit saja tidak mendengar suara saya."Sahut Seno.
Mawar mengerti.
"Baiklah, Anda bisa membaca pesan dari istri Anda dan membalasnya."
Seno mengangguk.
"Terima kasih."
Seno membuka pesan yang ternyata dari Dika, sebuah foto yang dia lengkapi dengan penjelasan Ditail.
(Seperti ini bentuknya, dia memiliki aroma yang menyengat dan rasa yang sedikit pedas. Untuk lebih meyakinkan kau gigit sedikit, jika rasanya dan aromanya seperti yang aku jelaskan berarti pilihanmu benar)
Seno mengulas senyum puas dengan hasil kerja temannya itu.
Dan untuk menghilangkan kecurigaan dari Mawar, Seno membalas pesan Dika dengan Pesan Suara
"Iya Sayang! Aku akan segera pulang, tunggu aku. Aku juga sangat mencintaimu. Muuuach!"
Sedangkan Dika langsung menghapus pesan yang pasti akan membuatnya kesal itu.
**
"Waahhh.. Kak Seno hebat! Bisa menyelesaikan tantangan dari Mawar. Aku tidak menyangka jika kak Seno sehebat ini, padahal kak Ardi sering bilang, jika Kak Seno tidak mengetahui apapun selain perlengkapan Tim Penyelamat dan Nasi."Seru Cilla sambil bertepuk tangan.
Seno yang sudah membusungkan dada, sedikit kesal dengan kata-kata terakhir Cilla. Tapi tidak apa-apa, yang penting dia bisa memenangkan tantangan pertamanya meskipun dengan jalur ninja.
***
Kursus pertama usai dan saat ini Seno keluar Galeri Kursus dengan perasaan yang puas penuh dengan kebanggaan.
"Apa aku tadi terlihat hebat! Pastikan? Aku yakin Rana pasti akan bangga padaku, aku jadi tidak sabar ingin masak."Ujar Seno dengan gembira.
"Jangan lupa ada aku yang berperan penting di dalam sana."Sahut Dika.
"Tentu saja tidak! Kau benar-benar hebat Dika, aku tidak menyesal telah mengangkat mu sebagai Paman dari anakku."
Dika tersenyum bangga.
__ADS_1
"Kalau begitu aku pulang dulu, aku harus pulang dan memasak untuk istriku."Kata Seno, setelah melirik jam di pergelangan tangannya.
"Ya, kau pulanglah. Masak makanan yang enak untuk istrimu dan calon keponakanku. Tapi sebelum kau memberikannya pada Rana, lebih baik kau cicipi dulu. Aku tidak yakin, karena kau baru satu kali mengikuti Kursus."Ujar Dika.
"Apa kau meremehkan ku?"
"Tidak! Aku hanya sedikit ragu saja, karena kau baru sekali ikut Kursus dan itupun belum memasak, hanya baru mengenal nama bumbu-bumbu saja kan?"
"Kau tenang saja, hanya dengan mengenali jenis bumbu saja otakku sudah langsung berinovasi untuk menciptakan makanan apa yang akan aku buat dengan menggunakan bumbu-bumbu yang tadi."Yakin Seno dengan semangat membara.
"Iya-iya. Aku percayakan, sekarang kau pulang lah istrimu sudah sangat merindukanmu."
Plak!
Dengan kuat Seno menepak lengan Dika secara tiba-tiba.
"Kenapa kau mengajakku banyak bicara, aku sudah membuang waktu 3 menit, yang seharusnya dengan waktu 3 menit itu aku bisa lebih cepat bertemu Rana."
Dika meringis sambil mengusap lengannya.
"Apa penyakit baru timbul di saat orang sedang gila cinta!" Batin Dika.
"Kau juga pulanglah dan beristirahat dengan baik. Terima kasih untuk hari ini."Ujar Seno dengan tulus setelah beberapa saat sebelumnya dia terlihat kesal pada Dika.
**
Mereka berdua sama-sama pulang ketempat masing-masing. Setelah melewati hari yang begitu penuh dengan Drama.
ššš
"Sayang! Aku pulang!"seru Seno dengan semangat setelah dia membuka pintu Rumah.
Rana yang memang sedang menunggunya langsung menghampiri Seno dan meraih punggung tangan suaminya itu.
Seno mendaratkan beberapa ciuman di wajah istrinya yang terlihat berseri-seri itu.
"Sayang apa kau lapar? Apa ada sesuatu yang ingin kau makan saat ini? Apa ada makanan kesukaanmu yang kau inginkan saat ini?"tanya Seno dengan semangat.
Bersambung..
ššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø