4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Kabar Dari Dokter


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


šŸšŸšŸ


Satu Minggu kemudian, dan kita tinggalkan dulu perkara Dika yang harus mendapatkan jodoh di waktu tiga bulan.


Karena sejak kemarin anak Mak Otor si Seno, sudah sangat uring-uringan dengan kondisi istrinya yang sakit. Puluhan kali Seno membujuk istrinya untuk ke dokter namun wanita itu tetap menolak dengan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


Sepertinya.. Otor harus turun tangan ini 😁😁


Dan benar saja, setelah adanya campur tangan Otor, akhirnya Rana bersedia untuk ke dokter bersama sang suami.


***


Dengan perasaan was-was dan jantung yang berdebar hebat, Seno memperhatikan dengan intens seorang Dokter wanita yang tengah memeriksa istrinya dengan sangat teliti. Ada beberapa pertanyaan yang di ajukan dokter tersebut pada Rana, dan Seno tidak mengerti dengan pertanyaan itu.


Setelah beberapa menit. Pemeriksaanpun selesai dan saat ini pasangan suami istri itu duduk bersebelahan menghadapi Dokter yang hanya terhalang dengan meja.

__ADS_1


"Bagaimana Dok, istri saya baik-baik saja kan?"tanya Seno dengan penuh khawatir, takut jika Dokter itu berkata (tidak)


Sebelum menjawab pertanyaan Seno, Dokter mengulas senyum. Dan senyuman itu membuat Seno memicingkan matanya. Bagaimana bisa dokter ini tersenyum padahal baru saja dia memeriksa istrinya yang sedang sakit, begitulah kira-kira ucapan hati Seno.


"Pak Seno tidak perlu khawatir, istri bapak tidak sakit."


Pernyataan yang semakin membuat Seno memicing sekaligus bingung.


Sementara Rana hanya diam membisu, sebagai seorang perawat tentu Rana tau gejala apa yang sedang dia alami saat ini. Tapi, karena tidak mau berharap banyak dan tau jika harapannya itu akan sia-sia, Rana Lebih memilih untuk mengabadikannya dengan meyakinkan dirinya sendiri jika itu hanya masuk angin biasa tidak ada yang lain.


"Tidak sakit! Tapi setiap hari, selama satu Minggu ini istri saya terlihat lesu dan tidak mau makan Dok, terkadang istri saya juga muntah-muntah di pagi hari padahal malamnya dia tidak pernah makan. Dan yang paling membuat saya sedih, istri saya sering meminta saya untuk tidak tidur satu ranjang dengan alasan pengap dan bau parfum, padahal saya sudah tidak pernah menggunakan minyak wangi apapun, bahkan saya tidak pernah mengenakan baju,"sahut Seno dengan menjabarkan apa yang terjadi selama satu Minggu ini.


"Pak, hal seperti ini memang sering terjadi pada Trimester pertama. Jadi bapak harus sabar dan tidak perlu khawatir."


Ucapan Dokter yang seperti memberi teka-teki membuat Seno semakin bingung dan sedikit kesal.


"Trimester! Dokter bilang istri saya tidak sakit. Tapi, apa itu Trimester?"tanya Seno dengan nada yang sedikit dia naikan.

__ADS_1


"Trimester pertama adalah, tahapan kehamilan yang terjadi selama tiga belas minggu atau kira-kira tiga bulan, pada Trimester pertama ini struktur dan organ janin berkembang hingga terjadi perubahan besar pada tubuh ibu yang kerap menimbulkan berbagai gejala, seperti mual-mual dan muntah, mudah lelah serta Emosional."Jelas sang dokter.


Pada saat dokter wanita itu memberikan penjelasan apa itu Trimester pertama. Dunia seolah berhenti berputar bagi Seno dan Rana. Kehamilan, kata inilah yang membuat kedua insan itu diam, kaku, mereka seperti tidak mendengar dan merasakan apapun yang saat ini ada di sekelilingnya selain kata kehamilan yang terus berdengung indah di telinga dan suara deburan hati yang tidak karuan.


"Kehamilan!"ucap Seno yang berhasil membuka bibirnya setelah beberapa saat terpaku.


"Benar Pak. Ibu Rana, tengah hamil 7 Minggu. Selamat,"sahut dokter itu sambil mengulurkan tangannya pada Seno.


Bersambung..


šŸšŸšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2