
Selamat! Membaca š¤
šāØšāØšāØš
Ke tiga wanita itu duduk di satu meja yang sama, tidak ada Bima di sana, karena lelaki itu tengah mengantar Dino sekolah.
"Aku sangat merindukan masakan kak Sarah."Ujar Aurel di tengah-tengah santap paginya.
"Kau tidak pernah datang ke sini, semenjak Rana pergi."Sahut Sarah.
"Maaf Kak, aku selalu di repot kan dengan pekerjaan ku yang menggunung. Tapi hari ini aku menyempatkan diri untuk menjemput Rana ke terminal."
"Terima kasih, Aurel. Kau memang selalu ada untuk Rana."
Waktu terus berputar, hingga mereka pun sudah menghabiskan makanan yang ada di piring masing-masing.
"Kak, aku ingin bicara denganmu?"Rana membuka pembicaraan terlebih dahulu setelah beberapa saat mereka terdiam.
Sarah menoleh, namun terlihat jelas raut bingung di wajahnya.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Soal perceraianku dan Mas Seno."
Sarah memejamkan matanya beberapa saat. Ia tengah menyiapkan Kata-kata yang tepat untuk di ucapkan pada Rana. Dia tahu jika Rana pasti akan menayangkan hal ini.
"Kak, tolong katakan dengan jujur. Apa benar 4 tahun yang lalu perceraian itu terjadi? Apa Mas Seno, selalu menghadiri setiap sidang, dan apa hakim memutuskan, menerima gugatan dari aku? Aku tahu aku salah, karena aku tidak pernah menghadiri sidang sekali pun. Tapi, kakak bilang jika itu tidak masalah karena sudah di wakilkan dengan kuasa hukum yang sudah kakak tunjuk untuk mendampingiku, dan kak Sarah pun mengatakan jika semua itu berjalan dengan lancar tanpa ada penolakan dari Mas Seno. Ka Sarah."Rana meraih tangan Sarah,"Tolong katakan, jika perceraian itu benar-benar terjadi. Aku sudah resmi berpisah dengan Mas Seno, secara hukum."
Sarah tidak langsung menjawabnya.
Ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Dan di saat yang bersamaan Bima datang.
Melihat kedatangan kakak iparnya, Rana kembali mengulang pertanyaannya. Ia ingin mendengar jawaban langsung dari 2 orang yang ia minta untuk mengurus semuanya.
"Rana, tenangkan dirimu dulu."Sahut Bima, yang melihat kegelisahan Rana.
"Aku tidak bisa tenang, jika aku belum mendapatkan jawaban dari kalian."
"Baiklah, kami akan menjelaskan semuanya padamu."
__ADS_1
Jadi.
~ 4 Tahun yang lalu~
Setelah Rana pergi dan mengajukan gugatan ke pengadilan. Satu Minggu kemudian, Seno menerima surat dari pengadilan yang mengharapkan dia datang ke persidangan pertama.
Seno merenung selama ber hari-hari sambil menunggu jadwal sidang. Seno juga mendapat tekanan dari orang tuanya terutama Kakek Arif. Yang sangat menyayangkan ini semua.
Dengan mengikuti aturan yang berlaku. Seno pun menghadiri persidangan, di dampingi Lina sebagai saksi dan kuasa hukumnya.
Namun ketika di persidangan, Seno tidak mendapati Rana. Hanya ada Sarah, Bima dan kuasa hukum mereka saja yang hadir di sana.
Dan di pengadilan, Seno mengatakan sesuatu yang sungguh di luar dugaan Sarah. Lelaki itu menolak untuk berpisah dengan istrinya. Dan ia memohon pada Hakim untuk tidak mengabulkan gugatan yang di ajukan Istrinya. Seno mengatakan akan memperbaiki semuanya.
Ketika pengadilan melakukan pemeriksaan terhadap pasangan ini. Rana kembali tidak hadir di persidangan. Hanya Seno saja yang selalu hadir dengan tujuan yang sama. Di saat mediasi pun Rana masih tidak menampakkan diri.
Tapi Sarah dan kuas hukum mereka, bersikeras melakukan apapun agar gugatan Rana di terima. Begitu juga dengan kuasa hukum Seno yang berusaha keras agar gugatan Rana tidak di terima. Dan ia menyampaikan bahwa Seno akan melakukan apapun untuk memperbaiki rumah tangganya.
Hakim kembali memeriksa Seno sebagai tergugat.
"Tidak ada alasan yang masuk kategori memberatkan Pak Seno.
Karena selama 2 tahun beliau menjadi suami Ibu Kirana. Pak Seno, tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar dan masuk katagori di terimanya gugatan. Pak Seno tidak pernah melakukan KDRT. Tidak pernah berselingkuh, tidak pernah terlibat masalah hukum. Tidak pernah melakukan hal tercela, seperti mabuk, judi dan sebagainya. Dan pak Seno juga selalu memperlakukan istrinya dengan sangat baik, memberikan nafkah yang cukup. Alasan ibu Kirana, hanya karena perasaan dan tidak adanya cinta dari suami, tapi karena pernikahan mereka di awali dengan perjodohan. Mungkin cinta itu belum tumbuh di salah satu pasangan ini. Dan pak Seno mengakuinya. Tapi, pak Seno berjanji akan memperbaiki semuanya. Karena sekarang Pak Seno mulai menyadari jika ia mencintai istrinya. Setelah istrinya pergi. Kami mohon pertimbangan hal ini." Itulah beberapa alasan yang di lontarkan kuasa hukum Seno di pengadilan, agar gugatan Rana di tolak.
Selama persidangan berlangsung. Keluarga Seno di tumpah musibah. Fery, orang tua Seno. Mengalami kecelakaan fatal sampai merenggut nyawanya. Di saat itu. Seno dan Lina benar-benar terpukul di landa duka yang mendalam. Hingga Seno tidak bisa menjemputmu atau menemui Rana. Karena ia harus mendampingi Lina yang benar-benar sedang berduka saat itu. Dia juga tidak bisa menghubungi Rana, karena Sarah memutus semua komunikasi Rana.
Dan selama beberapa bulan mereka saling bekerja keras, untuk memenangkan persidangan. Akhirnya hakim memutuskan! Menolak gugatan dari Kirana. Dan meminta pasangan itu untuk kembali memperbaiki rumah tangganya.
Keputusan ini sungguh membuat Sarah kecewa. Tapi Ia memutuskan untuk tidak mengatakan kegagalan ini kepada adiknya, karena Sarah memiliki rencana lain agar Rana tetap berpisah dengan Seno, meskipun pengadilan menolak gugatan adiknya.
Seno yang permohonannya dikabulkan mendatangi Sarah. Dia meminta maaf kepada kakak iparnya itu dan mengatakan ingin menjemput Rana.
Namun hal itu ditentang keras oleh Sarah, ia tidak membiarkan Seno menemui Rana sekalipun. Karena menganggap Seno benar-benar sudah menyakiti hati adiknya selama 2 tahun ini dengan berpura-pura mencintainya, dan selama berbulan-bulan pun Seno bersikap dingin tidak menganggap Rana ada dalam hidupnya.
Namun semua itu Seno lakukan, agar Rana bisa melupakan dan meninggalkannya secara perlahan. Tapi ketika semua itu terjadi, Seno malah merasa kehilangan separuh dari hidupnya, dan ia menyesali itu semua karena dia baru menyadari, bahwa ia sudah mulai memiliki perasaan kepada Rana dan ia berjanji kepada Sarah dan Bima akan mencintai Rana sepenuh hatinya.
"Tidak! sekali kau sudah menoreh luka di hati adikku, itu akan tetap menjadi luka. Apapun alasan yang kau ucapkan, tidak akan pernah menyembuhkan luka di hati Rana. Jadi, saya mohon. Tolong lepaskan Rana, biarkan dia bahagia dengan hidupnya sendiri."
Meskipun sudah mendapat penolakan keras dari Sarah, namun Seno tetap pada pendiriannya yang ingin memperbaiki semuanya dan menjemput Rana di rumah orang tuanya.
__ADS_1
šš
"Kapan kau akan menjemput Rana?"tanya Lina.
"Besok pagi, aku berangkat."
"Kalau begitu berhati-hatilah di jalan, Ibu hanya bisa mendoakan agar Rana mau kembali."
Tiba waktunya di hari Seno ingin menjemput istrinya, ia sudah menyiapkan segala sesuatu dengan matang. Terutama kata-kata apa yang harus ia ucapkan kepada Rana, Seno bukanlah orang yang romantis karena ia sungguh kaku dalam hal ini, namun berkat bantuan dari Dika ia sudah merangkai segala kata agar bisa meluluhkan hati istrinya dan mau diajak pulang.
Tapi beberapa jam sebelum Seno berangkat, tepatnya pukul 06:00. Dia mendapat telpon darurat dari kantor SAR. Meminta lelaki itu untuk membantu polisi mengevakuasi korban penyerangan yang ada di gedung Apartemen. Sebuah penyerang dari sekelompok orang tidak dikenal yang menyerang penghuni Apartemen secara membabi buta. Karena banyaknya penghuni apartemen yang mungkin saja nyawanya dalam bahaya, membuat Seno memutuskan untuk pergi ke lokasi tersebut sebelum ia berangkat untuk menjemput istrinya.
Biar ga tegang. Otor kasih Sedikit Visual para Tokoh. 4 Tahun Setelah Berpisah, dulu ya š¤š¤š¤
KIRANA
SENOPATI
Bersambung....
ššššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini š
Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø
__ADS_1