BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 10. Patreon 4


__ADS_3

"Kau siap?" Nicholai menghampiriku ketika kami sebentar lagi akan masuk ke panggung.


"Tentu saja." Aku bersemangat menampilkan yang terbaik diantara show yang hanya sepanjang 10x show dalam satu bulan ini.


"Kau benar-benar hebat, lihat penonton yang kau kumpulkan ini."


"Aku juga tak sadar aku bisa mengumpulkan begitu banyak orang. Apa aku seterkenal itu di US?" Wajah tak percayanya membuatku tertawa.


"Terima kasih ikut membuatku merasakan panggung sebesar ini."


"Ini karena kerja kerasmu sendiri, kau satu-satunya yang masih berlatih malam itu. Kau membuat keberuntunganmu sendiri. Walaupun kelihatannya berat untuk sekarang pasti ada hal baik yang akan terjadi ke depan." Kata-kataku membuatku hampir terharu.


"Terima kasih untuk kata-kata yang begitu indah." Aku tersenyum pada kebaikan Nicholai.



"Nampaknya donatur baik hatimu akan menyaksikan pertunjukan kita." Perkataan Nicholai membuatku mengikuti arah pandangannya untuk menemukan sesuatu.

__ADS_1


"Donatur?" Tapi aku tak menemukan donatur yang dia maksud.


"Siapa lagi. Tuan Francois, aku melihatnya tadi."


"Ohh begitu. Ya biarkan saja mungkin dia sedang libur jadi datang menonton pertunjukkan kita."


"Mungkin sehabis ini dia akan merayumu."


"Kau jangan berlebihan." Nicholai tertawa dengan penyangkalanku.


Ternyata sang donatur itu datang di penampilan perdana kami. Ternyata dia benar datang. Aku tak perduli, yang aku perdulikan adalah karena adanya pertunjukan ini akan ada bonus yang ditambahkan ke rekeningku. Itu sudah cukup...


Sebuah buket mawar besar berwarna merah sesuai dengan gaunku dibawakan untukku. Dari sang donatur Francoise Civil. Aku tersenyum untuk kebaikan hatinya. Bunga lainnya diatur dari NYC untuk penampil. Mereka semua ini adalan fans Nicholai, bisa berkenalan dengan mereka adalah sebuah keberuntungan.


"Nampaknya sudah ada yang merayumu." Nicholai sudah menggodaku ketika dia melihat bunga besar itu.


"Butuh lebih dari bunga untuk merayuku."

__ADS_1


"Tentu saja."


Aku tersenyum lebar sambil kami berdua membungkuk ke arah penonton, melambai lalu masuk kembali ke belakang panggung.


Ini hari yang menyenangkan walaupun melelahkan, perasaanku sedikit baik. Besok Minggu masih ada penampilan. Senin libur dan setiap akhir pekan kami akan tampil. Nocholai mendapat slot utama di setiap akhir pekan. Dengan melihat penuhnya ruangan ini tak disangkal masih ada yang akan datang lagi.


Semua dari kami yang terlibat di produksi ini punya suasana hati yang baik. Masih ada pementasan besok jadi kami harus istirahat sekarang. Aku dan Nicole segera memesan Uber untuk pulang ke apartment.


"Kalian mau kuantar?" Sapaain itu membuatku langsung mengangkat mataku dari layar ponsel.


"Tuan Francoise, ... " Aku berpandangan dengan Nicole. Dia menunggu kami. Dia sedang menargetkan aku menjadi teman kencan.


"Kami bisa sendiri tak ingin merepotkan Anda Tuan Francoise. Kami sudah memesan taxi."


"Bukan hal yang merepotkan, dimana apartment kalian."


"Hanya dua puluh menit dari sini." Aku dan Nicole berbagi 1 apartment untuk empat orang, dan keberuntungan kami mendapatkan sewa yang cukup murah untuk ukuran tinggal di Broadway yang dekat dengan lingkungan di mana kami bekerja.

__ADS_1


"Dekat, ayo kuantar batalkan taxi kalian." Nicole menatapku, memintaku untuk memutuskan. Tak sopan jika kami menolaknya.


"Baiklah terima kasih Tuan Francoise." Aku akhirnya menerima kebaikannya. Lagipula ini cuma urusan mengantar pulang, bukan masalah besar.


__ADS_2