BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 170. Traitor 4


__ADS_3

"Allison, kau salah sangka. Ini tidak seperti yang..." Allison langsung memotongnya dengan tajam.


"Kau main-main dengan orang yang salah sayang. Sayang sekali kau bertemu denganku."


"Ini semua pasti gara-gara aku bertemu dengan Sara." Alton menunjuk ke Sara. Sara tak bergeming dia hanya mengangkat tangannya tak perduli, dia di sini hanya untuk menonton drama.


"Ohh jangan menyalahkan Sara, salahkan nasib burukmu sendiri sayang." Allison mengeluarkan bom lain. Bom yang akan membuat Alton Mason sakit jantung. Dia menaruh sebuah kertas di depan mantan kekasihnya itu.


"Ini jumlah kerugian emosional yang harus kau bayar sayang. Ini tidak ada yang personal hanya bisnis." Allison bertopang dagu di meja tatami itu menikmati bagaimana mata Alton Mason membulat dan jantungnya sepertu akan berhenti melihat jumlah yang di tuliskan Allison.


"Kau memerasku begini, kau mau membunuhku...."

__ADS_1


"Tentu saja, itu 3% dari nilai setiap proyek. Jika kau tak membayar kau rundingkan sendiri dengan jaksa penuntut nanti."


"Ini tak bisa kuterima!" Alton Mason mengebrak meja. "Kalian semua bangsat pemeras."


"Bicara yang sopan tak perlu teriak-teriak Tuan Alton. Atau aku akan membuatmu diam." Francoise sekarang yang menghentikan Alton bicara keras.


"Ini juga pasti gara-gara kau." Dia menunjuk Francoise, dia ingat dia pernah memberikaan ponsel hitam itu ke Francoise.


"Aku tak mau membayar ini, kau pikir aku punya tambang emas. Memang kau pikir kau bisa membuktikan apa dari percakapan tak jelas dari ponsel itu." Alton langsung membuang kertas itu, melihat angkanya saja sudah membuatnya berkeringat dingin. Angkanya bisa berarti dia kehilangan hampir seluruh sahamnya di Gensler.


"Sayang kau mau mempersulit ini, walaupun semua daftar kontak itu adalah assisten, jika aku mau aku bisa mendapatkan detail aliran dananya dan yang kuminta bukan 3% lagi, tapi double. Jika tidakpun aku akan memasang media untuk memberitakan nama-nama yang pasti tak senang jika mereka di sebut."

__ADS_1


"Kau tak akan bisa melakukannya."


"Kau boleh mencoba. Kau ingin menarik berapa orang untuk dipenjara, kau boleh mencoba. Sihlakan telepon CEO Gensler di sini karena kalian harus memutuskannya malam ini. Karena kalau tidak, malam ini juga orangku sudah siap bergerak mengamankan ponsel bukti dan assisten yang terlibat. Setelah itu aku baru menarik semua orang yang menerima suap, bukan assisten mereke lagi. Kau punya satu jam untuk bicara. Makanan aku yang bayar...Sihlakan gunakan ruangan ini sesukamu, tapi begitu meninggalkan ruangan ini kau harus meninggalkan ponsel hitammu sebagai jaminan. Diluar sudah ada orangku. Kau tak bisa pergi dari sini."


Sekarang Alton terdiam, dia tahu dia berurusan dengan orang yang salah sekarang. Sekali Allison menargetkan musuhnya dia akan mendapatkan apa yang dia mau.


"Menjadi musuh Nona Allison adalah kesialan yang kau dapatkan Tuan Mason. Saran saya jangan membuatnya bertambah marah atau hidupmu akan tambah sulit." Francoise memberinya saran sambil tersenyum.


"3%, kau mau membuat kami bangkrut..."


"Kau benar. Setidaknya kau akan dipecat." Allison tersenyum manis hampir tertawa, dia membayangkan Alton dipecat dari posisi executive dan bahkan harus menyerahkan sahamnya di Gensler untuk membayar mereka, tak ada yang lebih indah dari menbuat mantan kekasihnya jatuh miskin dalam semalam karena mengkhianatinya.

__ADS_1


__ADS_2