
"Ayo pergi." Saat dia selesai bicara, Thomas juga sudah menyelesaikan memberitahu pesawatnya bahwa kami akan segera berangkat. Dan aku menyelesaikan memberitahu Ashley dan temanku aku ada keperluan mendadak yang mengharuskan aku pergi.
Hanya Asley yang tahu apa yang kulakukan jika aku mengatakan aku terlibat urusan 'rahasia'. Karena dia boss-nya semua lebih mudah diurus.
"Bawa Nona Sara bersamamu, dia akan jadi penghubungku. Anggap dia kekasihmu, dia penari yang akan pentas di klubmu. Kau laporan kepadanya tentang kemajuanmu begitu kau sampai di Matamoros. Kau fokuskan usahamu ke pencarian, laporkan ke Sara segera. Aku ada di sama, aku punya tim lapangan yang bisa aku gerakan kapan saja." Thomas melihat ke arah blonde yang penasaran pada pembicaraan kami.
"Baiklah. Seperti katamu aku akan melapor ke Nona Sara."
"Tapi bagaimana apa yang harus dikatakan kepada istri Tuan Diego?"
"Ohh jangan khawatir, anak dan istriku tidak ada di Matamoros, keamanan mereka tidak terjamin di kota perbatasan jadi mereka ada di kota lain."
"Oh baiklah tak ada masalah jika begitu." Pantas saja dia punya sugar baby.
__ADS_1
"Gadismu itu tidak bisa ikut, tinggalkan dia di sini. Dan kau dilarang menceritakan urusan ini ke padanya. Kalau tidak kau akan mendapatkan kesulitanmu sendiri." Sugar baby itu akan menikmati liburannya sendiri disini tanpa daddy.
"Ya, aku mengerti maksudmu." Blonde itu pasti akan bercerita dengan heboh tentang sesuatu yang rahasia seperti ini.
Kami berpisah untuk berkemas dan bertemu dalam 30 menit kemudian. Aku pamit ke Francoise yang sudah menungguku dengan khawatir.
"Aku harus ke Meksiko, ..." Aku langsung menemuinya setelah mengepak semua barangku segera.
"Hati-hati, kembalilah ke NY segera setelah kau selesai. Aku tak berani menggangu operasi, jika kau bisa teleponlah aku. Sekali lagi hati-hati." Dia memelukku dengan kuatir. Waktu kebersamaan kami memang terbatas. Tiba-tiba hari ini Thomas datang dan aku harus pergi.
"Kembalilah dengan cepat Kitri, aku akan merindukanmu." Aku tersenyum saat dia kembali memelukku dengan erat dan tak mau melepasku.
"Aku akan dimarahi Thomas jika tak cepat-cepat."
__ADS_1
"Aku mencintaimu." Kali ini pertama dia mengatakannya. Aku menatap matanya, tampak kesungguhan di sana. Rasa bahagia yang datang padaku begitu tiba-tiba sekarang. Apa aku begitu beruntung... Padahal beberapa bulan lalu kupikir aku begitu malang.
"Apa yang aku lakukan sehingga kau mencintaiku. Bahkan aku menipumu di awal pertemuan kita."
"Kembalilah padaku, jangan pergi terlalu lama." Dia menciumku dengan cepat dan dengan enggan melepasku kemudian.
"Aku harus pergi oke. Semoga semuanya lancar. Jika sesuatu terjadi, tolong lihat Ibuku. Aku hanya punya permintaan itu... jika..."
"Tak akan terjadi apapun. Kau akan kembali dengan selamat." Dia menghentikan kata-kataku. "Pergilah, aku yang akan dimarahi penghubungmu karena menahanmu di sini."
Dia mengantarku ke depan lobby, Thomas tampak baru turun, sementara Diego Ignazio juga sudah datang, blonde itu menatapku dengan iri dan cemburu. Nampaknya dia tahu untuk sementara aku akan berperan jadi sugar baby Diego.
Belakangan aku heran dengan keberuntunganku yang bisa mengalahkan beberapa tuan putri dan barbie cantik.
__ADS_1
Tapi sekarang aku harus menyelesaikan misi. Matamoros, aku datang.