BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 68. Negotiation 6


__ADS_3

"Jadi bagaimana kau ingin menelepon sekarang." Francoise melipat tangannya di depan dada. Menunggu keputusan Nicholai setelah semua orang diam, dan Francoise memberinya kesempatan untuk berpikir.


"Aku akan menelepon." Akhirnya dia bersedia menelepon bossnya, sekarang perundingan sebenarnya akan terjadi.


"Bagus. Sihlakan telepon di depanku." Walaupun kami tidak bisa bahasa Rusia di sisi lain orang yang mendengarkan kami pasti bisa bahasa Rusia.


Nicholai mengambil ponsel itu, menekan angka-angka di tutsnya dan tak lama kemudian dia bicara bahasa Rusia dengan seseorang di seberang sana. Wajahnya perlahan nampak tertekan ketika bicara dengan orang itu, penjelasannya dipenuhi dengan nada rendah. Bagaimanapun telah terjadi kekacauan. Dan orang di seberang sana marah padanya. Aku tak tahu apa dia pemimpin tim ini tapi nampaknya bukan, ada lagi dari sembilan orang yang kami lacak itu. Lagipula dia penari bukan seseorang yang punya latar belakang militer untuk mengemban tanggung jawab Ketua tim.


"Boss kami mau berbicara dengan bossmu sekarang."


"Aku bossnya, semua kesepakatan akan melewatiku. Aku jamin itu valid dan bisa dipercaya." Francoise sudah ditegaskan bahwa dia yang harus maju karena Thomas dan bossnya tidak mau terlihat.

__ADS_1


"Kau bukan orang yang teratas. Apa jaminan kalau kau tidak mengingkari kata-katamu sendiri."


"Mereka mendengarkan pembicaraan ini, orang yang dibelakangku dan apapun yang disepakati di sini akan dilakukan termasuk pembebasan orangmu. Asal kami mendapatkan kau bertindak sesuai dengan kesepakatan maka kamipun akan bertindak sama." Francoise menjelaskan posisinya dan berusaha meyakinkan Nicholai untuk memulai perundingan.


Nicholai bicara langsung dengan orang yang di telepon menyampaikan apa yang dikatakan


Francoise.


"Ceritakan dulu apa yang diminta seberang sana padamu." Francoise langsung bertanya, dia menjawab dengan lugas, ternyata dugaan kami benar, mereka di suruh memata-matai tim sukses, berusaha menembus sistem dan memonitor data saingan.


"Baiklah jadi itu yang terjadi, kalau begitu aku ingin kau ganti menyabotase data mereka. Jika aku mendapatkan data yang sesuai dengan keinginanku, untuk menjatuhkan mereka, dan aku akan memberi data padamu tentu saja itu data yang bisa memuaskan pihak seberang sana, mereka tak akan curiga , aku akan melepaskan tiga orang jika data yang kau berikan benar."

__ADS_1


"Bagaimana kau menjamin dia tak akan curiga."


"Karena yang kami berikan adalah data sebenarnya tapi tak akan berpengaruh pada kami jika di berikan..Kami akan memberimu server khusus untuk kau bajak dan kau memberikan kami server asli mereka."


"Apa untungnya bagi kami." Francoise meledak tawanya mendengar pertanyaan Nicholai.


"Untungnya bagimu adalah sembilan orangmu bisa kembali dengan selamat dan kau tidak menyebabkan insiden internasional. Kau tak punya daya tawar lain selain itu." Nicholai melihatnya dengan muka tidak senang. "Lagipula kau tidak akan rugi apapun, tidak akan ketahuan pihak sana.


Nicholai menyampaikan apa yang dikatakan Francoise. kepada bossnya, aku mendengar atasannya marah-marah di seberang sana.


Setelah tawar menawar yang alot, akhirnya dicapai kesepakatan bahwa delapan orang itu tetap diizinkan di US karena pada dasarnya mereka adalah pegawai kedutaan, sementara bos Nicholai bersedia bekerja sama untuk mengelabui pihak yang berseberangan dengan imbalan kerja sama bisnis di masa depan.

__ADS_1


Akhirnya pertemuan itu berakhir dengan kesepakatan.


__ADS_2