BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 173. Incident


__ADS_3

POV Sara


Masalah Alton Mason rupanya selesai dengan pembayaran 2% setelah CEO dan Komisaris Gensler bertemu sendiri dengan Lyold Austin meminta bantuan. Dan jelas setengahnya harus dibayar dari kantong pribadi Alton Mason sendiri.


"Jadi ex-mu itu sudah dipecat." Aku bertanya tak lama setelah dia mendengar kabar Gensler akhirnya membayar kepada Allison.


"Jelas saja dia dipecat, itu salah satu syarat yang harus dipenuhi Gensler jika ingin masalah ini selesai." Ternyata hidup kekasihnya itu menjadi sulit setelah dia membuat Allison patah hati.


"Kau sudah puas? Lupakan dia, tak ada gunanya kau memikirkannya."

__ADS_1


"Sudah kulupakan, ya aku sudah menghancurkannya, tapi rasa kesal masih ada. Pelan-pelan aku akan bisa melupakannya. Jangan khawatir, masalah seperti ini tak akan mempengaruhiku." Allison diam sebentar. "Oh ya apa Maureen masih menggangumu?" Aku langsung menggeleng.


"Tidak, tidak ada kabar darinya yang kudengar. Kurasa dia memang takut padamu." Allison meringis. Memang harusnya tak ada gunanya lagi dia bertengkar denganku, apa untungnya. Tapi siapa yang tahu apa dia masih menyimpan dendam kepadaku atau tidak. Mungkin satu saat dia masih akan mencari masalah lagi. Tapi yang jelas aku tak rendah diri lagi menghadapinya, aku akan melawannya jika diperlukan.


"Jika dia tidak takut akan kubuat dia takut. Orang seperti itu jika kau diamkan dia akan semankin menjadi."


Allison terlihat sangat keren bagiku, level kepercayaan dirinya mengagumkan. Mungkin dari kecil dia sudah dididik seperti itu jadi sikapnya sudah terbentuk dengan sempurna dan menjadi karakter. Ayahnya juga mengagumkan, orang yang menjadi penasihat keamanan president jelas sangat punya kompetem senang punya teman hebat seperti itu. Membuatku percaya pencapaianku tidak terlalu buruk setidaknya bagi kacamata mereka. Setiap orang harus mengusahakan yang terbaik yang mereka bisa.


Aku jadi cukup dikenal di kantor Nathan dalam bulan-bulan penuh hal yang harus dilakukan ini. Beberapa tim lain memintaku bekerja dibawah mereka bukan hanya Thomas, tapi kebanyakan bukan tugas yang berbahaya. Hanya semacam intel informasi.

__ADS_1


Kali ini aku juga dalam tugas, bersamaan dengan jadwal pentas di sebuah klub malam di Manhattan. Ada tim Thomas memintaku mengambil foto orang-orang yang ada di VIP room, itu mudah, mereka tinggal tunggu sebentar aku akan mengurus itu.


"Thomas, aku sudah mendapatkan foto-foto mereka, ini bagus, aku akan menemuimu di bawah sekarang."


"Oh kau sudah menyelesaikannya? Apa ada orang yang ku cari di sana?" Aku sedang mengamati seorang politikus yang juga pengusaha.


"Ada kau mendapatkannya. Foto yang kudapat bagus, tunggu aku akan segera kebawah."


"Bagus-bagus. Memakai orang dalam memang sangat mempermudah pekerjaan. Aku bisa pulang istirahat sekarang." Thomas terdengar senang. "Kutunggu kau dibawah secepatnya. Kuantar kau pulang kita searah."

__ADS_1


"Iya aku juga mau pulang, tunggu aku di bawah. Dalam lima menit aku sampai ke sana."


Aku bergegas mengambil tasku dan menemui Thomas di parkiran basement gedung ketika seorang menyapaku, lebih tepatnya dua orang.


__ADS_2