
"Sara, dia memang pantas menerima ini karena selalu ikut urusan orang lain. Jika kau tak menghajarnya sekarang dia tak akan ingat pelajaran ini." Aku memang membayangkan akan menghajarnya tapi bukan seperti ini. Tapi ini memang kesempatan bagus membalasnya.
Ini untuk Ibuku. Berani sekali dia menghasut Ny. Mary Aides untuk mendatangi Ibuku. Tanganku melayang dan sebuah tamparan membuat dia memegang pipinya yang panas.
"Jika kau berani menyentuh Ibuku lagi, atau ikut campur masalahku kau akan tahu akibatnya. Pergi dari hadapanku atau kujambak rambutmu itu."
Aku tak menyangka aku bisa mengatakan hal seperti ini ke Maureen. Setelah aku melihat Kate dan Nora mengancamnya sekarang bahkan putri Lyold Austin ini bisa membuatku menamparnya.
"Nah bagus. Kau dengar itu. Lain kali kau menyinggung salah satu dari temanku akan kubuat kau membayar lebih banyak."
Dia pergi dengan terburu-buru tak berani menoleh ke belakang lagi.
"Bagus Sara, kau memang harus menghajarnya, jika tidak dia akan tambah tak tahu diri."
"Kenapa bisa dia takut kepada Nona Allison?"
__ADS_1
"Ohh Allison memang pernah menghajarnya, dan saat dia mengadu kepada Ayahnya, Ayahnya Maureen malah menyalahkannya merusak hubungan dengan keluarga Austin. Bagaimanapun Ayahnya butuh hubungan baik ke keluarga Austin, salah salah mereka tak dapat proyek dari partai. Kami yang memberi mereka uang."
"Ahh begitu." Aku jadi lebih paham hierarki tempat ini. Yang jelas semangkin tinggi jabatan Ayahmu di partai semangkin bagus kau bisa membuly orang lain.
"Jalan*g Maureen itu memang perlu dihajar, kebiasaan buruk senang sekali ikut campur urusan orang, sok cantik, sok terkenal, sok kaya." Allison mengumpat dengan lancar.
"Lain kali jika dia berani menggangumu lagi cerita ke kita saja Sara. Kita lihat apa kulitnya setebal itu. Aku akan menghajarnya sendiri."
"Terima kasih Allison, teman-teman. Aku tak menyangka aku bisa membalasnya hari ini." Aku
"Terima kasih sekali lagi."
Kami pulang, aku masih berpikir dengan heran bagaimana mungkin aku bisa menghajar Maureen hari ini.
"Apa ini rencanamu?" Aku menoleh ke Francoise yang nampaknya mengetahui sesuatu tentang ini.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Dia melihatku dengan muka tak berdosa.
"Kau yang mengatur ini bukan? Kau yang mengatur Allison, Kate dan Nora ada di sana." Dia meringis lebar, rupanya benar dia.
"Sebenarnya ini pertaruhan, aku memang mengajakmu saat Allison, Nora dan Kate juga ada di sana, dengan kepribadian Maureen kurasa dia akan sengaja mengataimu macam-macam. Dia tak menyangka Kate Nora dan Allison yang dia takuti akan mengambil tindakan, sebenarnya dia mencari mati sendiri tadi, aku hanya mengusahakan kau dibela oleh teman-temanmu. Bagaimanapun Nora dan Kate sudah menganggapmu sahabat mereka, jika ada apapun pasti kau dibela."
Ternyata ini memang rencananya yang di perhitungkan secara matang.
"Otakmu memang benar-benar licik."
"Kelicikan itu perlu untuk membalas orang seperti Maureen. Dia harus mendapatkan lawan yang dia takuti . Sekarang dia tak akan berani menggangumu lagi, bukankah ini hal yang layak untuk dirayakan plus kau bisa membalasnya."
"Ya memamg memuaskan. Terima kasih. Kurasa dia tak akan berani, aku diakui sebagai anggota geng Allison. Yang bernama Maureen itu akan segera hilang dari peredaran.
"Kalau dia berani lagi hajar saja dia."
__ADS_1
"Kau benar aku akan menghajarnya jika dia mencoba lagi."