
Dia malah ikut tertawa mendengar ceritaku. Sementara mukaku panas. Aku memang merasa bodoh menceritakan ini padanya
"Membayangkan teman-temanku yang berusia sama denganku sudah bergaji setidaknya diatas 60,000 aku masih berjuang untuk punya tabungan 10,000 di usia yang sudah hampir 30 adalah hal yang memalukan."
"Kau menopang Ibumu bukan menghabiskan uangmu ke tempat yang salah. Kau tak usah malu. Kau bekerja keras setiap hari. Jika kau tak punya kondisi khususpun kau sudah bisa mengumpulkan uang."
"Kau memang penghibur yang baik Tuan Direktur."
"Aku hanya berkata hal yang sebenarnya. Banyak yang punya gaji besar menghabiskan uangnya dengan berjudi di pasar modal. Akhirnya seumurmu mereka juga tak punya apa-apa."
"Aku baru tahu apa jabatanmu, aku benar-benar bodoh. Sangat berani membawa diriku sendiri ke kandang macan." Dia langsung tertawa. Nampaknya dia senang sekali setelah aku mengakuinya. Kuakui aku bodoh seharusnya aku mencari tahu siapa dia dulu, tapi 40,000 dollar lebih membodohiku.
"Siapa yang memberitahumu jabatanku?"
__ADS_1
"Agen Rusia itu. Dia berkata kau direktur Greylock Martin Aero.... aku tak ingat apa belakangnya, yang jelas ada hubungannya dengan pesawat bukan..." Bahkan aku tak bisa menyebutkan nama perusahaannya.
"Greylock Martin Aeronautics, ...itu berkaitan dengan teknologi pesawat tempur militer. Mereka berharap menemukan teknologi stealth di ponselku, jelas aku tak akan gila membawa rahasia militer di ponselku." Dia tersenyum membetulkan pengucapanku.
"Yang jelas aku hampir membunuh diriku sendiri, keberuntunganku cukup bagus karena kau melepasku. Jika tidak aku tak tahu apa yang akan terjadi pada Mom. Terima kasih, aku tak tahu bagaimana aku harus membayarmu..." Aku melihat padanya, dia hanya tersenyum padaku, seakan apa yang dia lakukan bukan hal yang besar.
"Kau bekerja di dua sisi, kau yang harus hati-hati. Aku tidak bisa ikut campur untuk yang ini. Kau harus bergantung pada agen yang membantumu." Dan dia malah bersimpati padaku.
"Siapa Thomas?"
"Dia intel pimpinan tim yang bekerja bersamaku."
"Mereka memperlakukanmu dengan baik bukan. Maksudku orang-orang dari CIA?"
__ADS_1
"Iya, tentu mereka supportive." Dia menggangguk dengan puas.
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan sekarang. Tadi ada orang yang mengantarkanku copy ponsel baru yang akan dipakai sebagai ponsel yang harus kau sabotase."
"Ehm mereka bilang, aku harus merayumu seperti kemarin. Sekarang aku sedang berakting merayumu, aku takut Katarina dan Shasha masih melihat kita bicara entah bagaimana dan menemukan kita bicara seperti adik kakak, aku minta maaf..." Aku menaruh tanganku di pahanya dan mendekatkan diriku padanya jika orang dari jauh melihat itu memang aku seperti sedang merayunya.
"Hmm tak apa." Dia tak menghindar dari rayuanku. "Kalau begitu kita ke apartmentku saja. Kau harus terlihat bermalam denganku bukan." Tadinya aku berpikir untuk membuka kamar kedua di hotel. Tapi dia malah mengajakku ke apartmentnya.
"Iya..." Aku tak punya pikiran dia akan mengajakku ke apartmentnya. "Apa tak apa aku ke apartmentmu." Bayangan apa yang telah terjadi diantara kami melintas, mungkin aku harus melakukan sesuatu untuknya nanti.
"Tidak apa, aku sedang tak mau bermalam di hotel." Dia tidak terganggu aku ke tempatnya. Itu membuatku sedikit tersanjung.
Tapi itu tak boleh membuatku merasa dia punya perasaan khusus padaku. Tak boleh!
__ADS_1