
Aku membayar mahal harga pembunuhan itu, dari kejauhan teman orang itu menembakkan serentetan tembakan.
"Wanita bangsat." Dia berlari kearahku dan menyumpahiku.
Sebuah rasa sakit menyentuh lengan dan bahuku ketika peluru menembusnya. Aku terjatuh menghantam tanah dan tak bisa bergerak lagi karena sakitnya.
Kali ini aku akan mati di sini. Tolong jaga Ibuku Francoise.
Aku sudah menyerah, ada beberapa tembakan lain yang nampaknya berdesing diatas kepalaku. Suara helikopter datang di depan sana, pertempuran di belakangku semangkin ribut. Aku melihat ke arah dua gadis yang melihatku dengan wajah yang kuatir. Kugerakkan lenganku memberi tanda mereka untuk sembunyi.
Setidaknya jika aku mati melindungi anak orang-orang penting ini mereka mau mempertimbangkan memberikan uang untuk Ibuku untuk bisa masuk ke rumah perawatan yang nyaman.
Mataku memanas begitu saja memikirkan Ibuku. Mungkin Paman dan Bibiku bisa merawatnya dan meminta dia tinggal bersama mereka.
Kate dan Nora melihatku yang terbaring dengan khawatir, sebelum Kate berlari menghampiriku.
"Sara!" Dia memegang bajuku yang kurasa sudah merah seperti warna darahku.
"Kembali! Kenapa kau kesini! Kembali!" Gadis bodoh, jika kau mati aku juga mati sia-sia, masih ada empat orang di luar sana!
__ADS_1
"Sara! Aku perlu medis!" Suara Thomas, sekarang aku tahu kenapa Kate berani menghampiriku. "Kau tertembak dimana?!" Aku melihatnya, dia menyobek baju kemeja biruku.
"Aku tak tahu sepertinya lengan dan bahu dan paha. Apa aku akan mati?" Aku sudah memikirkan aku akan mati dari tadi.
"Tidak. Ini luka kecil." Apa dia bercanda menghiburku karena aku akan mati.
"Kau bercanda bukan?"
"Kau tidak akan mati, jika kau akan mati kau tidak bisa bicara padaku seperti ini. Kami akan menghentikan pendarahan, kau dibawa ke rumah sakit, besok kau akan mulai pulih. Setelah ini kau harus belajar menembak, tembakanmu meleset 50%nya." Thomas masih merencanakan sesi belajar aku tak percaya apa yang dia katakan.
Seorang yang nampaknya dari medical support menghampiriku. Dia menyobek semacam kain pembalut luka menekannya sehingga lenganku terasa sakit.
"Aku butuh tandu." Thomas berteriak ke anggota tim yang lain.
"Officer, apa Sara akan baik?"
"Dia akan baik." Jadi nampaknya aku tidak mati hari ini. Ibuku masih beruntung punya aku di dekatnya.
"Terima kasih, jika tak ada kau kami tak akan bisa kembali Sara. Aku dan Nora berhutang nyawa padamu." Di saat yang sama Nora tiba di sampingku.
__ADS_1
"Sara, astaga. Jangan mati..." Kondisiku pasti terlihat mengenaskan sehingga Nora sampai meneteskan air matanya.
"Nona, dia tak akan mati. Tenanglah." Thomas nampaknya merasa dia salah membawa orang dalam tugas kali ini, tapi setidaknya orang yang kujaga tidak mati.
Sudahlah, yang penting aku kembali ke NYC
"Sudah Sir. Kami akan membawa Nona ini ke rumah sakit terdekat."
"Baiklah. Ayo. Nona, ayo ikut heli segera." Aku diangkut dengan tandu segera ke rumah sakit. Nora dan Kate ikut bersamaku dan Thomas.
"Kau akan pulih Sara. Kau tinggal di mana?"
"NY." Aku menjawab singkat
"Kau di NY, kami sebenarnya juga berasal dari NY."
Mereka ramai mengajakku bicara, menjagaku agar tetap sadar. Thomas bilang aku harus tetap sadar, beberapa saat aku tetap sadar sebelum aku tak tahu apa yang mereka bicarakan lagi, karena mataku seperti tak mau terbuka lagi kemudian, rasanya lelah sekali.
...****************...
__ADS_1
*** Kenapa di film sering di anjurkan untuk tetap sadar? Tetap sadar dengan kemauan sendiri memungkinkan peningkatan pelepasan bahan kimia tubuh yang membantu tekanan darah tetap tinggi. Tekanan darah yang turun secara kritis dalam situasi trauma dapat menyebabkan kegagalan organ atau kematian.