
Sedangkan Ayahnya lebih tenang dan menikmati hidup. Ayahnya tak tahan pada istrinya yang terlalu mengejar kariernya. Sehingga Ayah mencari wanita lain yang lebih mementingkan keluarga. Bukan salah siapapun mereka hanya tak cocok.
Dia akhirnya bisa mengerti kenapa Ayahnya memilih bercerai dengan Ibunya. Ekspektasi yang berbeda tujuan hidup yang berbeda menghasilkan perbedaan yang tidak dapat didamaikan walau dengan cinta.
Cinta sudah lama hilang dan yang tersisa hanya apakah harapan setiap orang terpenuhi dan apa salah satu dari mereka bisa menerima kalau yang mereka harapkan berbeda dari yang mereka bayangkan selama ini. Jika tidak apa mereka sanggup berdamai dengan kenyataan harapan mereka tidak terpenuhi.
Dan sekarang Ibunya berusaha menyeretnya lagi dalam pusaran politik. Mungkin dia berharap Francoise menikah dengan salah satu putri senator atau putri menteri ìni. Seseorang yang sesuai dengan harapannya.
"Ibu tak menyuruhmu meningkatkan hubungan keluarga. Ikut saja denhan Mom." Dia selalu merasa dijebak dengan ini. Wanita-wanita itu melihatnya sebagai kue yang lezat, dan mengharapkan akan memilikinya, Ibumua menjual harapan untuk membuat hubungannya lebih hangat ke orang yang dia tuju. Dan dia yang pontang-panting harus menolak setiap wanita itu.
__ADS_1
"Ibu tanya padamu lagi, apa kau ga*y sekarang? Kenapa seumur ini kau masih belum memiliki pacar."
"Tidak, aku hanya belum menemukan yang cocok."
"Kau sudah 41, sampai kapan kau akan memilih? Kau tak mau punya anak? Pilihlah wanita yang punya keluarga baik untuk kau nikahi."
Kata mencintai tak pernah jadi pertimbangan Ibunya, tapi keluarga yang baik. Gadis-gadis yang dikenalkan Ibunya adalah kelaurga yang baik menurutnya.
"Sampai kapan kau akam memilih sendiri, Ibu belum pernah melihat pilihanmu sampai sekarang."
__ADS_1
Tujuh tahun lalu dia membawa seseorang yang dia sukai, tapi Ibunya menolaknya dengan alasan wanita itu tidak pintar. Beatrice adalah wanita tenang, dan baik hati, dia pintar membuat kue, tidak pintar menghitung rumus matematika. Dia punya toko kue kecil yang berhasil. Tapi itu tidak cukup untuk memuaskan Ibunya.
Pembicaraan antara calon menantu dan mertua itu tidak pernah baik, sampai akhirnya Beatrice meminta mereka berpisah.
Itu pukulan bagi seorang Francoise, dia mungkin seperti Ayahnya, walaupun dia dalam hal karier bisa seoptimis Ibunya tapi soal pendamping hidup dia memilih seperti Ayahnya, low profile, menyukai anak-anak dan kehidupan tenang.
Saat itu Ibunya terlanjur bicara sebuah hal yang menyakitkan hati Beatrice sehingga dia meminta dia berpisah. Jika dipikir-pikir Sara dan Beatrice adalah dua pribadi yang hampir mirip, mereka baik hati, menyukai apa yang mereka kerjakan, lebih memikirkan orang-orang yang di sampingnya bahagia. Jika orang-orang penting di sekitar mereka bahagia itulah kebahagiaan mereka.
Kenyataan ini sampai sekarang tidak bisa didamaikan, setelah Beatrice Ibunya selalu berusaha mempengaruhi siapa yang akan dipilihnya menurut standarnya. Francoise berusaha menuruti beberapa kali, tapi dengan segera dia menemukan apa yang dilihat Ibunya dan apa yang dilihatnya berbeda.
__ADS_1
Dan sampai sekarang dia di titik sekali lagi mungkin dia menemukan orang yang di sukainya. Tapi dia yakin Sata bukanlah orang yang cocok menurut standart Ibunya . Jika dia mengetahui Sara adalah seorang pole dancer apa yang akan dipikirkannya.
Bahkan awalnya pun seorang Francoise mempunyai kesan yang negative terhadap pekerjaan Sara.