BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 57. Trust Issue


__ADS_3

"Mengerti Nona, teman adalah teman. Bukan kekasih, kami sangat mengerti." Nampaknya itu hal yang lucu bagi kedua pengawal itu, mungkin setelah terlalu hanyak melihat berbagai macam tipe wanita mereka jadi terbiasa dan aku adalah tipe yang lain lagi.


"Bagus-bagus, ayo kita cari makanan." Tuan Direktur ini tak keberatan mengikuti tarikan tanganku.


Dan aku membawa mereka mencoba makanan-makanan asia yang enak itu, sha lung pau, pork bun, pecking duck bun, berbagai dimsum yang dijual di restoran favoritku dan Ibu dari dulu ketika dia masih bisa mamakan makanan-makanan ini. Sekarang sayangnya dia hanya bisa makan sedikit sekali karena diet ketatnya.


"Darimana kau belajar makan di sini." Sekarang aku membelikan mereka pork bun di sebuah restoran yang kukusannya terlihat dari luar, beberapa orang ikut mengantri bersama kami. Suasanya cukup ramai di sini.


"Aku dan Mom sering makan di sini. Apa enak?" Bahkan aku membelikan mereka boba brown sugar yang sangat mereka sukai. Aku tertawa karena mereka membeli gelas kedua mereka.


Aku membelikan Jonhny dan Juan juga. Kami seperti segerombolan turis yang tersesat di Chinatown.


"Enak-enak." Dia makan dengan lahap, tampaknya dia bisa menerima ini, setidaknya tidak semahal aku harus mentrakrirnya makan di restoran Michelin di Manhattan sana.


Semua orang senang nampaknya.


"Ayo kuantar pulang." Aku tak menolak. Apartmentku tak seberapa jauh.


"Kau suka kuajak makan seperti sambil jalan-jalan?"

__ADS_1


"Suka tentu saja." Aku cukup suprise dia tak mengeluh kuajak makan seperti ini.


"Benarkah? Kita kebanyakan makan berdiri dengan orang-orang." Ini mungkin berbeda dengan kebiasaannya yang selalu duduk dengan tenang di ŕestoran mahal.


"Aku tak masalah. Lain kali ayo pergi lagi." Aku meringis, tak menyangka Tuan Direktur ini tak protes dengan makan sambil berjalan-jalan itu.


"Minggu depan ayo makan lagi."


"Apa?"


"Kau setiap Senin malam tidak bekerja bukan. Ayo temani aku makan malam."


"Setiap Senin Malam?"


"Tidak, aku melihat Ibu di Staten Island seperti biasa jika libur. Hari ini aku sedang mencari tempat untuk di sewa di sini."


"Jika kau sedang ada keperluan dan tak bisa tinggal katakan saja."


"Iya, baiklah."

__ADS_1


Sebenarnya kenapa dia perlu aku sebagai teman? Apa dia tak punya pacar.


"Kau punya pacar?" Belum sempat aku bertanya dia sudah bertanya dulu.


"Tidak punya, setidaknya untuk sekarang."


"Hmm, baiklah. Jadi seharusnya tidak ada masalah bukan."


"Ya tidak ada masalah."


"Teman baikmu tak cemburu jika kau bersamaku. Maureen misalnya?"


"Mungkin. Tapi teman baik tetaplah teman baik, aku tak punya kewajiban yang lebih dari teman baik." Aku meringis mendengar penjelasannya.


"Kau tak pernah punya pacar?" Giliranku yang bertanya sekarang.


"Aku punya masalah dengan trust issue, jika ada sedikit saja cacat dalam perasaanku aku tak ingin melanjutkan apapun." Trust issue? Mungkin playboy ini juga dulunya pernah dibohongi wanita sehingga dia punya trust issue dengan para wanita .


**Trust issue adalah kecenderungan seseorang untuk tidak memercayai orang-orang di sekitarnya. Kondisi ini dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk sikap maupun perilaku. Tak hanya selalu dalam hal percintaan, trust issue juga bisa berkaitan dengan pertemanan, keluarga, hingga lingkungan kerja.

__ADS_1


"Aku juga membohongimu, kenapa kau tidak berusaha menjauhiku juga."


\=\=\=\=\=\=


__ADS_2