BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 54. Lilac for Mom


__ADS_3

"Thomas, apa kalian akan menangkap Nicholai?" Aku menelepon Thomas sekarang. Francoise bilang sepertinya mereka tidak akan menangkap Nicholai, jika tidak pengaturan kami tidak akan berguna, sekarang aku mau tahu apa tebakan Francoise benar.


"Tidak, kami sudah berusaha keras mengatur memberikan data yang salah padanya. Akan kami biarkan Rusia menikmati hasil data itu, yang mereka usahakan hack ponselnya semuanya adalah orang-orang di lingkaran kontraktor pertahanan. Kami sedang berupaya menyelusuri tikus-tikus yang berusaha menemukan celah di perusahaan kontraktor pertahanan. Jika dia datang lagi nanti mungkin kau akan diperlukan lagi."


Jadi tebakan Franco benar. Pekerjaanku masih panjang.


"Thomas, sampai kapan aku harus jadi agen lepas. Aku juga punya hidup sendiri, rencana masa depan, bukankah seharusnya ada perjanjiannya."


"Perjanjian..."


"Iya, sampai kapan aku menyelesaikan agen lepas ini."


"Aku akan bertanya ke Boss. Aku tak bisa memutuskan hal seperti ini." Bagaimanapun Thomas adalah penghubung, yang bisa menentukan nasibku adalah bossnya.

__ADS_1


"Baiklah, jadi sekarang untuk sementara aku aman bukan? Katarina dan Shasha mereka juga tak menghubungiku. Apa kau tak akan menangkap mereka juga?"


"Tidak, seperti yang kubilang mereka sekarang adalah subjek pengawasan 24jam. Dengan mengawasi mereka kami jadi tahu pergerakan agen Rusia yang lain. Kau tak ada tugas apapun sekarang. Hiduplah dengan normal mengurus pekerjaanmu. Jika kami memerlukan bantuanmu aku akan menghubungimu.


"Baiklah, aku akan fokus ke pekerjaanku. Tolong beritahu aku jika kau sudah mendapatkan kabar berapa lama sistem agen lepas ini."


"Iya baiklah."


"Dan satu lagi, apa aku boleh mendapat pelatihan bela diri atau menembak, aku tak tahu satupun dasar membela diri? Atau aku harus mengambil kursus sendiri?"


"Ok. Aku harus pergi, aku ada pekerjaan."


Tujuanku bertanya adalah mungkin aku bisa menghemat biaya pelatihan. Jika ada pelatihan gratis, mungkin aku tak usah mengeluarkan uang.

__ADS_1


Aku bekerja tanpa gangguan dua minggu ini, Mom sudah kembali lagi ke rumah, aku memperbaiki rumah, mengecat, menata ulang wallpaper dan membelikannya sofa baru dan lemari baru. Perbaikan kecil itu membuat rumah Mama terlihat jauh lebih bagus. Aku menghabisÄ·an beberapa belas ribu untuk membuat Mom senang rumahnya seperti nampak baru.


"Sara, kau memperbaiki rumah, bagus sekali." Dia pulang dengan wajah kaget dan senang.


"Mama suka bukan." Senyum di wajahnya membuatku merasa aku sudah melakukan hal yang terbaik untuknya.


"Iya ini bagus sekali. Tapi kenapa kau menghabiskan uangmu, ini pasti mahal...Pakailah untuk dirimu sendiri." Seperti biasa dia pasti mengatakan jangan memberikan terlalu banyak padanya. Baru kali ini aku bisa menyenangkannya seperti ini rasanya sangat menyenangkan membuat dia tersenyum.


"Tenang saja Mom, ohh ya aku membelikanmu bunga kesukaanmu." Ada sebuah vas yang penuh lilac aneka warna di meja ruang makan kami.



"Lilac...." Senyumnya tambah lebar. Wanginya yang harum menyebar di ruangan ini. Dia mendekati buket besar itu dan merasakan wangi manisnya.

__ADS_1


"Bagus bukan."


"Iya bagus, cantik sekali. Terima kasih kau memikirkan Mom seperti ini. " Tapi sekali lagi, kau harus juga memikirkan dirimu, pergilah berkencan. Belilah gaun yang bagus." Semua Mama senang melihat anaknya punya seseorang disampingnya aku sadar itu.


__ADS_2