BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 38. First Move


__ADS_3

"Terima kasih kau mengampuniku. Aku tak akan menganggumu lagi, maaf sudah merusak kepercayaanmu, aku berhutang hidupku padamu" Aku mengirim pesan singkat pada Francoise keesokan harinya. Aku tak berharap dia bicara padaku, tapi setidaknya aku mengucapkan terima kasih atas kepadanya.


Tapi kemudian layar ponselku menyala karena menerima telepon darinya.


"Hallo,..." Aku mengangkatnya dengan gugup.


"Kau baik?" Dia malah bertanya apa aku baik, padahal aku telah menipunya.


"Aku baik, terima kasih. Dan maaf, aku tak punya muka lagi bicara padamu sebenarnya." Dia tertawa kecil di ujung sana.


"Tak apa, aku paham kenapa kau melakukannya. Apa yang mereka minta darimu?"


"Mereka ingin membuatku menjalankan tugas, mungkin berhubungan dengan Nicholai untuk bisa mengampuniku, akan kuterima daripada harus masuk penjara."


"Kau harus menjalaninya, itu yang terbaik yang bisa kudapatkan untukmu."


"Sudah sangat cukup, aku mungkin tak pantas mendapatkan hal seperti ini darimu."


"Kau harus berjuang lolos dari ini. Mungkin setelah beberapa case mereka akan melepasmu."


"Iya aku akan berusaha. Kau tak usah khawatir, terima kasih Franco."

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaan barumu?"


"Aku sudah memulai tapi baru tahap dasar, baru jadi assiten pelatih untuk kelas amatir, tapi aku sudah dapat uang, kurasa dalam dua bulan ke depan aku bisa terlibat pertunjukan. Semuanya berjalan dengan baik."


"Itu bagus.Jika kau butuh bantuanku, teleponlah."


"Aku tak akan menyusahkanmu lagi kau sudah terlalu baik padaku."


Aku tak tahu kenapa dia begitu baik padaku. Entah apa karena dia kasihan aku merawat Ibuku sendiri, tapi aku sangat beruntung.


Itu percakapan terakhir kami, aku tak pernah menganggunya lagi sejak itu.


Hingga satu hari telepon dari Thomas datang padaku.


"Apa kau bisa mendapat penugasan ke New York dari agensimu?"


"Sepertinya bisa Sir."


"Teman lamamu Nicholai kembali ke US, izin visanya mengajar di Julliard, dia kami ingin tahu apa agendanya sekarang jadi bersiaplah menggagalkan apapun rencana yang dimilikinya."


"Dia akan mengajar di Julliard?"

__ADS_1


"Iya, kami akan mengatur sandiwara dan data-data agar Ibumu, masuk rumah sakit karena komplikasi dan kau perlu uang banyak, bersiaplah terlibat dengan apapun yang dia lakukan." Jadi untuk rencana ini Ibuku juga terlibat, aku cukup khawatir tapi untuk terlibat kembali dengan Nicholai aku memang tak punya alasan kuat kecuali jika aku benar-benar membutuhkan uang.


"Kalian ingin tahu apa operasi mereka selanjutnya Sir?"


"Iya, jika bisa kami akan mengatur memberikan informasi palsu padanya, tergantung apa yang akan dia kerjakan di sini. Dan untuk keamananmu sendiri kau tidak diizinkan bertemu dengan Ibumu, kita akan berbohong Ibumu dirawat di kota lain bersama Bibimu." Ahh ternyata begitu, itu lebih bagus jadi keamanan Ibu terjaminm


"Saya mengerti, saya akan menurut pada rencana Anda."


"Bagus bersiap-siaplah, dia datang dua minggu lagi, kau harus berada di NY minimal 5 hari sebelumnya sehingga kita bisa mempersiapkan sandiwaranya."


"Aku mengerti Sir, segera saya akan siapkan keberangkatan."


"Biaya operasional kami yang tanggung tentu saja. Hanya kau tak mendapat gaji dari kami."


"Saya mengerti Sir."


"Kalau begitu sampai jumpa di NY minggu depan, kabarkan jika kau sudah menetapkan tanggal kepergianmu."


"Baik Sir."


Kali ini aku akan berhadapan dengan Nicholai lagi, bukan sebagai teman tapi kali ini sebagai musuh. Dan aku akan kembali ke New York mungkinkah aku bisa bertemu dengan Francoise lagi?

__ADS_1


__ADS_2