
"Sara. Halo, aku Jack." Aku mengenalkan diri dan terlibat pembicaraan umum layaknya orang yang baru berkenalan. Saat ini aku tak berani menyinggung apapun, belum saatnya.
Beberapa hari aku mengambil jarak hanya menyapanya dan menyapanya dengan ringan, aku merubah diriku menjadi pribadi yang periang dan suka menyapa, baik hari semua orang untuk beberapa saat.
Setelah dua minggu jadi kupu-kupu baik hati di depan semua orang aku mulai berniat menancapkan kukuku.
"Kulihat kau sering melamun, nampaknya sedang terjadi sesuatu yang berat, kau baik-baik saja?" Aku hanya berani maju sampai sini saat ini. Saat itu dia duduk sendiri di ruang istirahat sehingga aku bisa menyapanya.b
"Apa begitu terlihat?" Dia tersenyum.
"Maaf, aku hanya melihatmu melamun dengan wajah kosong tadi sebenarnya kau terlihat punya awan mendung seriap saat." Aku tersenyum lebar padanya, dia hanya meringis. "Tak apa semua orang punya waktu sulitnya sendiri. Tapi kalau kau mau cerita aku dengan senang hati mendengarkan, walau aku mungkin sama sekali tak bisa membantu, tapi mungkin punya sudut pandang yang membantu." Aku tersenyum seperti biasa, riang gembira seperti kupu-kupu.
"Hmm....masalahku, aku dalam hubungan yang memuakkan." Akhirnya penantianku dalam dua minggu ini membuahkan hasil. Dia berani bicara denganku.
__ADS_1
"Ohh, putuskan saja, kenapa kau masih tinggal dalam hubungan memuakkan jika kau tahu." Aku bersikap sok tahu dan memberi solusi.
"Tak bisa, aku tak bisa putus dengannya."
"Astaga, pacarmu sedang hamil dan tak mau menggugurkannya?" Aku langsung memberikan tebakan yang akan dipikirkan oleh semua orang. Sambil menatapnya dengan simpatik.
"Tidak...tidak, bukan itu."
"Hmm tidak semudah itu."
"Ahh kau juga masih mencintainya, atau kalian sudsh lama bersama. Kalau begitu berbaikkanlah dengannya, lupakan kesalahannya. Kau yang tak mau putus rupanya. Melupakan memang sulit... Berapa lama kalian bersama?" Pancingan pertanyaan lainnya.
"Tujuh tahun..."
__ADS_1
"Wow. Tujuh? Kalian lebih baik menikah saja." Aku tertawa. Aku tak akan mendorong lebih banyak pertanyaan lagi dari ini, takut dia curiga. Kecuali dia cerita sendiri.
"Tujuh tahun... Kadang aku menyesal memulai. Harusnya saat itu kutolak saja dia." Aku melihat padanya. Sayang jika tidak kutanggapi.
"Tujuh tahun kalian sudah bersama, bukankah sudah banyak yang kalian lalui bersama, bukankah lebih baik memaafkan satu sama lain. Masalah selalu ada bukan, nanti kau akan menyesal." Aku berpura-pura menjadi bijaksana sekarang dan memberikan nasehat sebagai teman yang baik.
Dia diam nampaknya memang belum bisa menceritakan lebih banyak, aku harus dengan sabar menunggu dia merasa lebih nyaman padaku.
Berkeliaran dengan sabar di sampingnya. Seminggu kemudian kesempatan itu datang. Saat itu datang aku merasa pekerjaanku akan cepat selesai.
"Sara, lihat itu nampaknya Jack bertengkar dengan tamu. Entah ada apa..." Jack berdiri dengan seseorang wanita yang kukenal.
Ny. Dawkins, wanita berambut coklat itu memang masin cantik, dia sampai datang ke sini bicara dengan kekasihnya itu, karena perawatan yang baik dka memang terlihat agak muda, tapi tetap saja orang akan tahu jika dia berjalan bersama sang Nyonya dia memiliki sugar boy.
__ADS_1