
Kami melihat monitor, Nicholai ada di sana, dia terlihat cukup tenang. Mungkin sebagai agen dia sudah dilatih bagaimana menghadapi ini dengan tenang, justru dengan bersikap reaktif akan mudah dicurigai.
"Dia tiba 10 menit yang lalu, kami ingin melihat apa dia reaktif, semua alat komunikasinya sudah diambil, tapi dia tidak reaktif, cukup kooperatif, tidak membuat masalah ketika kami bilang seseorang akan bicara dengannya, dia mengikuti arahan dengan tenang. Kurasa tak ada gunanya kita memperlambat prosesnya. Kalian bisa langsung masuk." Aku tak tahu permainan psikologi apa yang mereka mainkan tapi aku menurut saja.
Aku yang pertama masuk diikuti Francoise. Nicholai langsung kaget melihatku tapi melihat Francoise di belakangku mungkin dia dengan cepat menebak kemana semua ini.
"Hallo Nicholai,..." Aku duduk di depannya.
"Kau disini?" Dia tidak memperdulikan Francoise dia fokus padaku.
__ADS_1
"Aku di sini untuk membantumu."
"Membantuku..." Dia tersenyum kecil. "Baiklah, kenapa aku ditahan di sini? Kenapa kau muncul di sini bersama Francoise? Apa yang kalian inginkan? Pertanyaanku cukup lugas, jawab saja langsung tak usah basa-basi." Dia nampaknya tahu dia tidak punya kesempatan untuk mengelak lagi, jadi dia langsung bersikap terus terang pada kami.
"Sebenarnya aku sudah ketahuan dari sejak pertama kau menyuruhku menghack telepon Tuan Francoise, aku juga tak tahu itu akan ketahuan, kau menjamin itu tidak ketahuan, kupikir juga begitu sampai dua minggu setelahnya aku dikirim untuk interogasi." Aku mulai dengan bersikap jujur tentang apa yang terjadi sehingga semuanya jelas.
"Dua minggu?" Dia mengulang nampakya menyusun timeline di pikirannya. "Saat kau menghapus adwarenya. Tapi bagaimana...." Ada sesuatu yang dia tak pahami di timeline itu. Francoise langsung menjawabnya.
Nicholai memandangnya tapi dia tidak menanggapinya.
__ADS_1
"Kalian mau menangkapku? Kurasa bukan itu, jika kalian ingin menangkapku buat apa kalian susah-sudah kesini? Apa yang ingin kalian bicarakan denganku?" Sekarang dia ke inti negosiasi ini. Tapi sebelumnya aku perlu memberitahu bagaimana posisinya.
"Tuan Francoise memegang semua data orang yang berhubungan denganmu, agen Rusia yang terhubung dengan Katarina dan Shasha, semuanya ada 9 orang. Katarina dan Shasha sudah diamankan sekarang." Aku melanjutkan karena dia tidak membantah apapun.
"Teruskan..." Dia menanggapiku dengan dingin. Wajah tampannya datar, aku seperti kehilangan teman yang pernah menolongku. Nicholai yang sekarang seperti aku tak mengenalnya lagi, dia telah jadi orang yang berbeda.
"Maafkan aku tapi jika aku dipenjara Ibuku tak punya harapan. Aku tidak..." Dia tersenyum sinis dan tertawa pada permintaa maafku.
"Sudahlah Sara, semua orang punya tujuan dan kepentingan masing-masing. Kau memanfaatkanku dan di saat yang sama aku juga memanfaatkanku. Kita tak usah basa-basi. Kau naif sekali." Dia memotongku dengan tajam. Aku diam, aku memang tak cocok dengan perundingan ini, seperti katanya aku terlalu naif.
__ADS_1
"Tuan Civil, bicaralah, apa yang kalian inginkan. Kau bossnya bukan, kurasa di belakangmu ada atasan lagi, apa yang kau inginkan."