
"Apa yang baik-baik saja dengan tiga tembakan? Nampaknya kau semacam wonder woman, tiga tembakan dan kau bicara seakan itu hanya tergores. Padahal kau sama sekali tak bisa berjalan." Aku tertawa kecil, dia pasti marah, untungnya dia tak memarahi Thomas.
"Dokter bilang kaki hanya menyerempet, lengan dan bahu untungnya tidak terkena sesuatu yang serius, jadi tak apa aku baik-baik saja. Aku tak bisa berjalan hanya sebentar saat pemulihan. Aku tak ingin membuatmu harus datang ke sini. Waktumu berharga, buat apa membuang 6 jam kesini. Aku ditempatkan di VIP, dijaga dokter, kau boleh menjemputku di NY. Aku tak ingin kau ke sini. aku bukan wanita manja yang harus di urus. Pokoknya kau tak usah ke sini."
Dia diam, mendengar aku bicara panjang lebar menentang kehadirannya.
"Batalkan tiketmu."
"Aku sudah mengurus pekerjaanku..." Aku langsung memotongnya, aku tahu dia pasti akan merencanakan terbang ke sini.
"Aku tak ingin kau di sini. Aku bisa kembali sendiri, jika mau kau boleh menjemputku di NY. Aku akan marah jika kau membuang waktumu."
Setelah bicara dengan Thomas, mengetahui Ibunya akan mengejar menjadi Secretary of Energy aku tambah tak berani berharap pada hubungan kami. Yang kulakukan ini adalah agar aku tak terlalu tergantung padanya, tak terlalu merasa kehilangan.
__ADS_1
Jadi semua kemandirianku ini adalah persiapan agar aku tak terlalu kehilangan nanti. Karwna pastinya aku akan kehilangan perhatian dan kasih sayangnya.
"Setuju Franc? Kumohon jangan datang ke sini dan memperlakukanku berlebihan. Aku baik-baik saja. Dalam tiga atau empat hari aku akan kembali."
"Baiklah, dalam tiga atau empat hari, jika kau tak kembalì aku akan menyusulmu ke sana." Akhirnya dia menyetujuinya dengan syaratnya sendiri.
"Iya baiklah." Aku senang dia begitu menjadi kekasih yang baik hati sebenarnya sampai bersedia menyusulku ke sini.
"Aku diberikan obat penahan rasa sakit, hanya terasa sedikit. Tak apa ... tak ada yang berbahaya."
"Kau begini karena aku."
"Apa yang kau katakan. Aku baik-baik saja. Ini pekerjaan harga yang harus kubayar, daripada aku menerima lima tahun penjara ini jauh lebih baik, aku tak pernah menyalahkanmu."
__ADS_1
Mungkin di masa depan jika kami memang tak bisa bersama. Kami masih bisa menjadi teman. Walau harus melupakan satu sama lain terlebih dahulu.
"Kau memang selalu bersabar dan menjalani semuanya dengan begitu tabah. Karena itu aku jatuh cinta padamu. Jika kau mengeluh dan menyalahkanku aku akan menerima ini sebagai kebenaran." Aku tertawa, dia jatuh cinta padaku karena aku tabah, itu nampaknya sedikit berlebihan. Kenapa dia mencari masalah saja .
"Kenapa kau tertawa, aku tak jatuh cinta dengan barbie manja. Itu sudah jelas."
"Kau jatuh cinta dengan wanita yang hidupnya sulit." Aku tertawa.
"Ya baiklah, mungkin itu tak biasa untukmu, sebenarnya itu hanya masalah sudut pandang." Aku diam dengan jawabannya. Ya baiklah mungkin itu masalah sudut pandang.
"Aku hanya bisa mengatakan aku beruntung jika begitu. Terima kasih sudah menjadi kekasih yanh g ñ" Aku beruntung seseorang pernah mencintaiku dengan begitu tulus, bukankah begitu. Aku bukannya tidak bersyukur.
Aku beruntung, tapi di masa depan jika dia bukan milikku aku tak akan terlalu menyesalinya. Kenapa berpikir hal seperti ini sekarang sudah membuat airmataku mengenang di sudut mata.
__ADS_1